Konten dari Pengguna

Keras Hati dalam Bahasa Agama Disebut dengan Qaswat Al-Qalb, Ini Penjelasannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Keras Hati dalam Bahasa Agama Disebut dengan. Sumber: Unsplash/Icons8 Team
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Keras Hati dalam Bahasa Agama Disebut dengan. Sumber: Unsplash/Icons8 Team

Terdapat beberapa sifat tercela dalam Islam, salah satunya adalah keras hati. Keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan qaswat al-qalb. Sifat ini dapat muncul karena beberapa hal.

Muslim perlu mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keras hati. Dengan begitu, muslim bisa melakukan hal untuk mencegahnya.

Keras Hati dalam Bahasa Agama Disebut dengan Qaswat Al-Qalb

Ilustrasi untuk Keras Hati dalam Bahasa Agama Disebut dengan. Sumber: Unsplash/Malik Shibly

Keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan qaswat al-qalb. Mengutip dari Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XII, Edidarmo dan Mulyadi (2016:46), keras hati adalah kondisi hati yang mengeras, membeku, atau membatu akibat banyak dosa dan maksiat kepada Allah.

Hati yang keras akan menimbulkan kebencian. Selain itu, hati yang keras juga membuat seseorang sudah tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Keras hati disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya adalah surah Al Baqarah ayat 74.

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةًۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

tsumma qasat qulûbukum mim ba‘di dzâlika fa hiya kal-ḫijârati au asyaddu qaswah, wa inna minal-ḫijârati lamâ yatafajjaru min-hul-an-hâr, wa inna min-hâ lamâ yasysyaqqaqu fa yakhruju min-hul-mâ', wa inna min-hâ lamâ yahbithu min khasy-yatillâh, wa mallâhu bighâfilin ‘ammâ ta‘malûn

Artinya: “Setelah itu, hatimu menjadi keras sehingga ia (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya, dan ada lagi yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Faktor Penyebab Keras Hati

Ilustrasi untuk Keras Hati dalam Bahasa Agama Disebut dengan. Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma

Seseorang bisa menjadi keras hati karena beberapa faktor berikut.

1. Terlalu Banyak Dosa

Rasulullah saw. mengatakan bahwa ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan muncul noda hitam di hatinya. Semakin banyak dosa yang diperbuat, hati akan semakin keras dan akan semakin sulit untuk berhenti berbuat dosa.

2. Bercanda dan Tertawa Berlebihan

Islam tidak melarang umatnya untuk bercanda dan tertawa. Meskipun demikian, bercanda dan tertawa tidak boleh dilakukan dengan berlebihan. Rasulullah saw. bersabda.

Artinya: “Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari)

3. Terlalu Fokus dengan Dunia

Penyebab keras hati berikutnya adalah karena terlalu fokus dengan dunia. Segala hal yang terjadi di dunia tidak boleh menjauhkan muslim dari Allah Swt.

Baca juga: Pengertian dan Lawan Kata Sifat Suudhan yang Tercela dalam Islam

Keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan qaswat al-qalb. Sifat keras hati harus dihindari karena dapat menimbulkan kebencian. (KRIS)