Ketahui Kalori Opor Ayam yang Menjadi Hidangan Khas Lebaran

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu hidangan yang wajib ada di meja makan saat Lebaran adalah opor ayam. Makanan ini biasa disajikan dengan ketupat. Dibandingan menu lain, kalori opor ayam terhitung cukup tinggi.
Hal ini karena kuah opor ayam terbuat dari santan kelapa kental. Santan kelapa termasuk jenis makanan yang memiliki kandungan kalori tinggi dari lemak jenuh.
Kalori Opor Ayam
Opor ayam merupakan masakan sejenis kari ayam yang sangat populer di Indonesia. Makanan ini terbuat dari potongan ayam yang direbus bersama aneka rempah khas Indonesia dan juga santan kental.
Beberapa daerah memasak opor ayam tanpa kunyit sehingga warna kuahnya putih. Namun, ada juga yang menambahkan kunyit sehingga berwarna kuning menggoda.
Makanan ini biasa dihidangkan bersama ketupat dan juga sayur ketupat. Menu ini menjadi salah satu hidangan khas Lebaran yang nyaris tersaji di tiap rumah. Biasanya, selain ayam, ditambahkan juga telur ke dalam opor.
Bagi yang sedang mengatur pola makan, tak ada salahnya untuk mencari tahu kalori dalam satu porsi opor ayam. Dikutip dari situs penghitung kalori, www.fatsecret.co.id, tiap 100 gram opor ayam mengandung 163 kalori.
Sementara itu, kalori opor ayam dalam tiap porsi makan bisa mencapai 392 kalori. Jumlah ini sudah lebih dari 25% asupan kalori harian yang diperlukan.
Selain kalori, tiap 100 gram opor ayam juga mengandung 8,67 gram lemak, 5,6 gram karbohidrat, dan 16,53 protein. Kandungan kalori yang tinggi dalam opor ayam salah satunya disebabkan oleh penggunaan santan sebagai bahan utama.
Berdasarkan buku Gerakan Nasional Santan Eksklusif, dr Zainal Gani, (2021:5), dalam satu sendok santan atau 15 ml mengandung 35 kalori. Kalori yang tinggi ini berasal dari kandungan lemak yang ada pada santan.
Bagi yang mengutamakan kesehatan, dapat mengganti santan kelapa dengan fiber creme. Hal ini karena kandungan kalorinya lebih rendah. Kandungan gula dan indeks glikemiknya juga sangat rendah sehingga baik untuk penderita diabetes.
Baca juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama kumparan
Bagi yang hendak merayakan Lebaran dan berkumpul bersama keluarga sambil menikmati opor ayam, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan, ya! Ingat bahwa kalori opor ayam cukup tinggi sehingga bisa menimbulkan tumpukan lemak di tubuh. (SASH)
