Konten dari Pengguna

Ketahui Kondisi Pendidikan Masa Pendudukan Jepang

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kondisi pendidikan masa pendudukan Jepang. Sumber: unsplash.com/DzulfahmiFauzan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kondisi pendidikan masa pendudukan Jepang. Sumber: unsplash.com/DzulfahmiFauzan.

Kondisi pendidikan masa pendudukan Jepang adalah hal yang menyedihkan. Sebaik-baiknya pendidikan yang diusahakan oleh penjajah tetap tidak memberi kebebasan kepada bangsa Indonesia untuk belajar sesuai dengan hak asasi manusia.

Meski begitu, mengingat kembali sejarah pendudukan Jepang perlu dilakukan agar bangsa Indonesia tidak terlena dengan kemerdekaan. Kemerdekaan harus diisi agar menjadi bangsa yang kuat dan mampu menyelenggarakan pendidikan sendiri dengan baik.

Kondisi Pendidikan Masa Pendudukan Jepang adalah Menyedihkan

Ilustrasi kondisi pendidikan masa pendudukan Jepang. Sumber: unsplash.com/NourIslamiyah.

Jepang berada di Indonesia ketika masa Perang Dunia ke-2 dan Perang Asia Timur Raya. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk membiayai perang, termasuk sumber daya alam dan sumber daya manusia dari daerah jajahan Jepang.

Berikut catatan sejarah bahwa kondisi pendidikan masa pendudukan Jepang adalah menyedihkan yang dikutip dari Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia 1942-1998, Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (2008:91).

  1. Jumlah sekolah dasar turun dari 21.500 menjadi 13.500.

  2. Jumlah sekolah sekolah lanjutan turun dari 850 menjadi 20.

  3. Perguruan tinggi atau fakultas yang hanya 4 tidak dapat melaksanakan kegiatan.

  4. Jumlah murid sekolah dasar turun 30%.

  5. Jumlah murid sekolah menengah turun 90%.

  6. Jumlah guru sekolah dasar turun 35%.

  7. Jumlah guru sekolah menengah yang aktif hanya 5%.

  8. Angka buta huruf melonjak.

  9. Sekolah dasar diseragamkan menjadi 6 tahun untuk memudahkan pengawasan oleh Jepang. Namun, bangsa Indonesia dengan cerdik memanfaatkan ilmu dari pelatihan-pelatihan untuk pengembangan diri.

  10. Murid-murid yang seharusnya belajar dan bermain digembleng fisik dan pemikiran untuk menjadi tentara cadangan Jepang.

  11. Sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak mengisi waktu dengan memberikan indoktrinasi bahwa Jepang pemimpin Asia, dibandingkan belajar ilmu lain.

  12. Ketika Jepang menyadari pentingnya sekolah sebagai tempat indoktrinasi, sekolah-sekolah dibuka kembali, termasuk peninggalan Belanda. Namun, tujuan utamanya adalah untuk menghapus pengaruh dan budaya Belanda.

Dari sisi akademik, bangsa Indonesia mengalami kemuduran besar pada masa penjajahan Jepang. Namun, bangsa Indonesia berhasil mengambil banyak keuntungan secara diam-diam, terutama dalam sistem pembelajaran, karena tidak sepenuhnya patuh pada Jepang.

Baca juga: Belajar Angka dalam Bahasa Jepang dan Cara Menulisnya

Demikianlah ulasan bahwa kondisi pendidikan masa pendudukan Jepang adalah menyedihkan. Pengetahuan tersebut sebagai pengingat untuk memahami sejarah Indonesia lebih baik lagi. (LUS)