Ketahui Langkah Pertama yang Perlu Dilakukan dalam Menyusun Asesmen

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menyusun asesmen adalah identifikasi langkah yang diperlukan, baik dalam asesmen nasional maupun kinerja perusahaan. Dengan asesmen, maka semua langkah akan terukur.
Asesmen sering membuat pihak-pihak yang berkaitan grogi karena khawatir tidak bisa memenuhi poin-poin penilaian. Hal itu wajar terjadi. Yang penting sudah dipersiapkan langkah-langkah, lalu dijalani prosesnnya sebaik mungkin.
Langkah Pertama yang Perlu Dilakukan dalam Menyusun Asesmen adalah Identifikasi
Kata asesmen sering dihubungkan dengan asesmen nasional dan kinerja perusahaan. Sebenarnya, apa arti asesmen itu? Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti asesmen adalah:
penilaian
kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya untuk memperoleh gambaran tentang kondisi individu dan lingkungannya sebagai bahan untuk memahami individu dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan.
Di perusahaan swasta, asesmen merupakan kegiatan yang umum. Sedangkan di lingkungan pendidikan, asesmen digencarkan sejak diluncurkan Kurikulum Merdeka. Pemerintah menyediakan pembekalan bagi para pendidik untuk berlatih menyusun asesmen.
Dikutip dari Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Bahasa, Marhaeni dan Kawan-kawan (2017:70), langkah-langkah dalam menyusun asesmen kinerja adalah sebagai berikut:
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menyusun asesmen adalah identifikasi semua langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang baik.
Tuliskan perilaku dari kemampuan-kemampuan spesifik yang penting dan diperlukan untuk menyelesaikan tugas serta membuahkan hasil akhir terbaik.
Usahakan untuk membuat kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur tidak terlalu banyak, sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasi dalam jangka waktu tertentu.
Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan subjek yang akan diamati atau karakteristik produk yang dihasilkan.
Urutkan kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang akan diamati.
Jika ada, periksa kembali dan bandingkan kriteria yang telah disusun dengan kriteria kemampuan yang sudah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan.
Baca juga: Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Proses Pembelajaran
Demikianlah ulasan bahwa langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menyusun asesmen adalah identifikasi langkah-langkah yang diperlukan, beserta langkah-langkh lainnya. (LUS).
