Konten dari Pengguna

Ketahui Perbedaan Telat Haid dengan Hamil agar Tidak Keliru

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Telat Haid dengan Hamil    Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Telat Haid dengan Hamil Foto:Unsplash

Telat haid merupakan salah satu tanda kehamilan. Namun tidak semua telat haid menandakan kehamilan. Untuk itu para calon ibu harus mengetahui perbedaan telat haid dengan hamil agar tidak keliru.

Informasi ini penting diketahui oleh para ibu muda. Terutama untuk mereka yang memiliki siklus haid tidak teratur setiap bulannya.

Perbedaan Telat Haid dengan Hamil agar Tidak Keliru

Ilustrasi Perbedaan Telat Haid dengan Hamil Foto:Unsplash

Banyak perempuan yang baru menyadari dirinya hamil karena telat haid, yaitu setelah kehamilan berusia lima minggu. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui perbedaan telat haid dengan hamil.

Berdasarkan buku Hamil Nyaman, Bersalin Aman yang disusun oleh Elsa Septia (2021:10), berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala kehamilan:

1. Telat Haid

Telad haid merupakan tanda yang biasa terjadi di awal kehamilan. Meski begitu, telat haid bukan patokan terjadinya kehamilan. Perbedaan telat haid dengan hamil adalah jika haid terjadi pendarahan, maka pada kehamilan umumnya keluar flek.

Waspadai flek-flek yang muncul akibat adanya proses implantasi. Umumnya terjadi flek dalam 1-2 minggu setelah pembuahan.

2. Mual dan Muntah (Morning Sickness)

Mual dan muntah adalah hal yang biasa terjadi pada kehamilan awal. Ini disebabkan antara lain karena,

  • Meningkatnya hormon progesteron dan HCG (Human Chorionic Gonadotropin).

  • Peka terhadap bau.

  • Sistem pencernaan yang sensitif.

3. Payudara Nyeri dan Puting Menggelap

Hormon estrogen yang meningkat saat kehamilan menyebabkan nyeri payudara dan puting menggelap. Kondisi ini bertujuan untuk mempersiapkan payudara dalam masa laktasi nanti.

4. Kram Perut

Kram perut terjadi karena adanya letak bakal janin pada lapisan rahim. Calon janin ini akan mengambil posisi yang tepat pada rahim dengan 'masuk' ke lapisannya, agar bisa bertumbuh dengan baik.

5. Perut Kembung

Hormon progesteron yang meningkat mengakibatkan gerak lambung pun melambat, sehingga terjadi penumpukan gas dalam lambung.

6. Lebih Emosional

Pada ibu hamil, akan terjadi perubahan hormon yang drastis dan mempengaruhi emosi seorang wanita.

7. Ngidam

Menginginkan sesuatu yang harus dipenuhi.

8. Merasa Cepat Lelah

Kondisi ini disebabkan menurunnya Basal Metabolic Rate (BMR) dalam trimester pertama kehamilan.

9. Sering Buang Air Kecil

Sering kencing menjadi tanda kehamilan yang paling konsisten muncul di sepanjang usia kehamilan. Ini diakibatkan oleh perkembangan rahim dari trimester pertama sampai ketiga yang akan menekan kandung kemih.

Baca juga: Apakah Tanda Hamil Harus Ada Bercak Darah?

Perbedaan telat haid dengan hamil adalah munculnya flek, bukan pendarahan layaknya menstruasi. Selain itu, telat haid dapat menandakan kehamilan jika disertai dengan gejala-gejala hamil lainnya. Segera datangi fasilitas kesehatan untuk diagnosa yang akurat.(DK)