Konten dari Pengguna

Ketentuan Pembagian Daging Kurban menurut Syariat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan ketentuan pembagian daging kurban. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan ketentuan pembagian daging kurban. Sumber: pexels.com

Berkaitan dengan ibadah kurban, Islam telah menjelaskan secara rinci terkait dengan ketentuan berkurban yang harus dilaksanakan umat muslim. Begitu pula dengan ketentuan pembagian hewan kurban. Oleh karena itulah, penting bagi umat muslim untuk bisa jelaskan ketentuan pembagian daging kurban.

Pasalnya, dalam proses pembagian daging kurban tersebut, ada hak beberapa kelompok yang harus dipenuhi. Artinya, pemahaman terkait pembagian daging kurban menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap muslim.

Ketentuan Pembagian Daging Kurban sesuai Syariat Islam

Ilustrasi jelaskan ketentuan pembagian daging kurban. Sumber: pexels.com

Bicara soal pembagian daging kurban, sebenarnya hal tersebut sudah dijelaskan dalam ayat Alquran. Salah satunya dalam Surat Al Hajj ayat 36 yang berbunyi sebagai berikut.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya, "Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur."

Mengutip dari buku Memahami Ilmu Fikih Perspektif Kitab Fathul Qorib, Machnunah Ani Zulfah, Muhamad Khoirur Roziqin, dan Muhammad Alwi Fajar (2023:155), berikut adalah ketentuan pembagian daging kurban yang sesuai dengan syariat Islam.

1. Shohibul Kurban

Shohibul kurban merupakan sebutan bagi umat muslim yang menunaikan ibadah kurban. Artinya, sebutan ini ditujukan bagi mereka yang menyembelih hewan kurban sesuai dengan ketentuan syariat Islam pada momen Idul Adha dan hari Tasyrik.

Dalam hal ini, mereka akan mendapat bagian maksimal ⅓ dari daging kurban. Akan tetapi, daging tersebut tidak boleh dijual.

2. Sahabat, Kerabat, atau Tetangga

Kemudian bagian ⅓ lainnya dapat dibagikan kepada sahabat, kerabat, ataupun tetangga dari shohibul kurban ataupun yang tinggal dekat dengan tempat pemotongan hewan kurban.

3. Fakir Miskin

Ketentuan pembagian daging kurban yang terakhir adalah ⅓ diberikan kepada fakir miskin. Namun, perlu dipahami bahwa pembagian daging kurban untuk fakir miskin boleh dilebihkan dari jatah para shohibul kurban yang berkenan untuk menyedekahkan bagiannya kepada fakir miskin.

Baca Juga: Hewan Kurban menjadi Kendaraan di Akhirat, Benarkah?

Itu dia ulasan mengenai ketentuan pembagian daging kurban yang sesuai dengan syariat agama Islam. Semoga bermanfaat. (Anne)