Keunggulan Ideologi Terbuka Dibandingkan dengan Ideologi Tertutup

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bicara soal sebuah negara, tentu tidak terlepas dari ideologi yang diterapkan pada negara tersebut. Misalnya, Indonesia yang menerapkan ideologi terbuka. Secara umum, keunggulan ideologi terbuka dibandingkan dengan ideologi tertutup adalah mempunyai suatu karakter ideologi yang demokratis maupun terbuka.
Penerapan ideologi terbuka di Indonesia sendiri tercermin dalam Pancasila sebagai dasar negara. Oleh karena itulah, sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami konsep ideologi terbuka dengan baik.
Apa Saja Keunggulan Ideologi Terbuka Dibandingkan dengan Ideologi Tertutup?
Mengutip dari buku Memahami Pancasila dari Masa ke Masa, Isriadi Wijiastuti dan Dian Nirwana (2022:90-91), ideologi adalah sejumlah doktrin kepercayaan dan simbol-simbol sekelompok masyarakat atau satu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau pemahaman, adanya seperangkat nilai atau preskripsi moral, serta adanya suatu orientasi pada tindakan.
Secara umum, penerapan ideologi dalam sebuah negara terbagi menjadi dua, yakni ideologi terbuka dan ideologi tertutup. Kedua ideologi ini tentunya memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa ideologi terbuka memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan ideologi tertutup. Sebab, ideologi tertutup merupakan ideologi yang nilainya bersifat mutlak, dogmatis, dan apriori.
Berbeda halnya dengan ideologi terbuka yang merupakan ideologi dengan pemikiran terbuka. Beberapa perbedaan antara kedua ideologi tersebut adalah sebagai berikut.
Ideologi terbuka mempunyai nilai dan cita-cita yang berasal dari kekayaan rohani, budaya, dan moral masyarakat, sehingga tidak diciptakan oleh negara. Sedangkan ideologi tertutup diberikan oleh negara yang berasal dari cita-cita sebuah kelompok.
Sistem negara dengan ideologi terbuka bersifat demokratis dan terbuka sehingga tidak totaliter. Artinya, ideologi terbuka tidak bisa digunakan untuk melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Sedangkan negara dengan ideologi tertutup memberlakukan sistem otoriter.
Negara dengan ideologi tertutup, rakyatnya dituntut mempunyai kesetiaan yang tinggi pada ideologi tersebut secara mutlak dan konkret. Sedangkan ideologi terbuka bersifat inklusif dan menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.
Baca Juga: Penjelasan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Dari penjelasan di atas, apakah kini sudah lebih paham tentang keunggulan ideologi terbuka dibandingkan dengan ideologi tertutup? Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya. (Anne)
