Konten dari Pengguna

Keunikan 5 Suku dan Masyarakat Adat Bali

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Suku dan Masyarakat Adat Bali. (Sumber: Pexels/Oleksandr P)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Suku dan Masyarakat Adat Bali. (Sumber: Pexels/Oleksandr P)

Pulau Bali termasuk dalam gugusan Kepulauan Sunda Kecil pada awal kemerdekaan Indonesia. Terdapat berbagai suku dan masyarakat adat Bali. Suku-suku bangsa asli yang menghuni Pulau Bali di antaranya adalah suku Bali Majapahit, suku Bali Aga, suku Trunyan, suku Bayan, suku Nyama Selam, dan suku Loloan.

Pada dasarnya, suku Bali terbagi menjadi dua, yaitu suku Bali Aga dan suku Bali Majapahit. Masyarakat Bali Aga atau Bali Muda merupakan orang-orang Bali paling awal mendiami Pulau Bali. Saat ini masyarakat Bali Aga mendiami wilayah Karangasem dan Kintamani, sementara masyarakat Bali Majapahit dapat ditemui di sebagian besar Pulau Bali.

Suku dan Masyarakat Adat Bali

Ilustrasi Suku dan Masyarakat Adat Bali. (Sumber: Pexels/Aditya Agarwal)

Suku Bali merupakan suku yang tinggal di pulau Bali. Dikutip dari buku Siswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMP/Mts Kelas 7 (2021: 177), suku Bali biasanya disebut juga dengan anak Bali, wong Bali, atau krama Bali. Berikut adalah 5 suku Bali:

  • Bali Majapahit

  • Bali Aga

  • Trunyan

  • Bayan

  • Nyama Selam

Asal-usul suku Bali terbagi ke dalam tiga periode atau gelombang migrasi, yaitu akibat dari persebaran penduduk yang terjadi selama zaman prasejarah, perkembangan agama Hindu di Nusantara, dan ketika Majapahit runtuh pada abad ke-15 seiring dengan Islamisasi yang terjadi di Jawa.

Berikut adalah beberapa keunikan dari kesenian suku Bali.

  1. Ngaben, merupakan suatu ritual yang dilaksanakan untuk menyucikan roh leluhur orang yang sudah wafat menuju ke tempat peristirahat terakhir dengan cara melakukan pembakaran jenazah.

  2. Pawai Ogoh-ogoh merupakan tradisi masyarakat Bali untuk menyambut Hari Raya Nyepi atau yang biasa diadakan sebelum perayaan Nyepi. Ogoh-ogoh merupakan boneka atau patung beraneka rupa yang menjadi simbolisasi dari unsur negatif, sifat buruk, dan kejahatan di kehidupan manusia.

  3. Perang Pandan atau mekare-kare merupakan upacara persembahan untuk menghormati para leluhur dan juga Dewa Indra yang merupakan dewan terbang. Tradisi ini dilakukan pada sasih kelima.

Baca juga: Pengertian Suku dan Berbagai Contohnya di Indonesia

Pulau Bali merupakan tujuan dari para pendatang yang ingin bekerja atau menetap sementara. Walaupun begitu, Bali tetap memiliki suku-suku yang menjadi penghuni awal di Bali. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat! (CHL)