Konten dari Pengguna

Kirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal, Ini Doa Lengkapnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 14 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa. Foto: Pinterest
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa. Foto: Pinterest

Kirim doa untuk orang yang sudah meninggal merupakan sebuah amalan yang kerap dilakukan oleh umat Muslim. Pasalnya, hal itu dapat mengingatkan bahwa setiap pertemuan selalu beriringan dengan perpisahan.

Terlebih apabila orang yang meninggal merupakan teman, saudara, atau orang tua. Tak ada yang bisa dilakukan selain mendoakannya.

Selain mengirimkan doa ke orang yang telah meninggal, melafazkan doa juga sebagai upaya mengingatkan yang hidup bahwa suatu saat akan menyusul mereka.

Lantas, seperti apa doa untuk orang meninggal yang bisa dikirimkan? Temukan jawabannya di dalam artikel berikut.

Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Ilustrasi mendoakan orang yang sudah meninggal. Foto: Unsplash

Penting bagi setiap muslim untuk mengetahui cara membaca doa untuk orang yang sudah meninggal. Pasalnya, terdapat beberapa bacaan doa yang dikhususkan pada kondisi dan waktu tertentu.

Setiap bacaan doa untuk orang meninggal tersebut memiliki makna permohonan ampun bagi almarhum atau almarhumah sekaligus pengingat bagi kita yang masih hidup.

Melansir laman NU Online, dalam kitab Majmu’ Syarif berikut susunan bacaan doa untuk orang yang meninggal:

1. Membaca pengantar surah al Fatihah

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

2. Dilanjutkan dengan membaca surah al Fatihah dan surah al Ikhlas sebanyak tiga kali.

3. Melafazkan tahlil dan takbir kemudian diikuti dengan membaca surah al Falaq.

4. Ulangi bacaan tahlil dan takbir, lalu baca surah an Nas.

5. Kemudian dilanjutkan dengan membaca beberapa ayat dalam Al Qur’an seperti surah al Baqarah ayat 163, ayat kursi, dan sebagainya.

Mengapa Harus Mengirimkan Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal?

Ilustrasi berdoa untuk orang yang sudah meninggal. Foto: Pexels

Orang yang sudah meninggal perlu mendapat doa dari orang-orang yang masih hidup, terutama doa dari keluarganya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah bersabda:

"Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang tepercaya.

Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih ia sukai daripada dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung.

Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istigfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka." (HR. Ad-Dailami)

Jika manusia sudah meninggal, tidak ada lagi amal saleh yang bisa dilakukan. Namun, apakah dengan demikian ia benar-benar terputus dari pahala?

Berdasarkan hadits di atas, ditegaskan bahwa orang yang sudah meninggal sesungguhnya masih bisa menerima kiriman pahala berupa doa-doa kebaikan yang dilantunkan oleh sanak keluarga atau teman-teman yang khusus ditujukan untuknya.

Dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa orang yang telah meninggal akan terus-menerus mendapatkan pahala dari beberapa hal, yaitu dari amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Rasulullah bersabda:

"Jika seorang manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara, yaitu sedekah yang mengalir, atau ilmu pengetahuan yang dapat diambil manfaatnya, atau anak saleh yang mendoakan padanya." (HR. Muslim)

Dengan demikian, sangat penting bagi umat Muslim untuk mengirimkan doa kepada orang yang sudah meninggal agar bisa memberi manfaat dan pahala doa yang dipanjatkan bisa sampai kepada orang tersebut.

Dalam doa, umat Muslim memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosa dan memberikan rahmat serta pengampunan-Nya kepada jiwa yang telah berpulang.

Selain itu, berdoa juga diharapkan agar orang yang telah meninggal akan mendapat keberkahan dan perlindungan dari Allah dalam kuburnya.

Anjuran untuk mendoakan orang yang sudah meninggal juga terdapat dalam Alquran surat Al-Hasyr ayat 10 sebagai berikut:

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ

Artinya: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami,

dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.'" (QS. Al-Hasyr: 10)

Kumpulan Doa untuk Orang Meninggal

Ilustrasi orang berdoa qunut. Foto: Shutterstock

Terdapat hadist yang mendukung adanya aktivitas kirim doa untuk orang meninggal. Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila seseorang telah meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakannya." (HR Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

Mengutip dari artikel jurnal Amalan Menghadiahkan Pahala Kepada Mayit dalam Perspektif Fiqih Muqaraan (2018: 57) saling mendoakan kebaikan juga akan tercatat sebagai ibadah dan mendapat pahala.

Kegiatan ini juga bisa dinilai sebagai bentuk kasih sayang dan rasa hormat kita ke orang yang meninggal.

Di bawah ini merupakan kumpulan doa untuk orang meninggal yang bisa diamalkan.

1. Doa untuk Orang Meninggal Saat Pertama Kali Mendengar Kabar Duka

Suasana saat salat Jenazah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Yunahar Ilyas. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ‎

Innalillahi wa innailaihi raaji’uun.

Artinya: "Sesungguhnya semua ini hanyalah milik Allah, dan hanya pada-Nya kami kembali."

Kemudian disambung dengan bacaan doa yang kedua, doa ini diperuntukkan bagi muslim laki-laki.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahummaghfirli wa la hu wa’qibni min hu ‘uqbaa hasanah

Artinya: "Ya Allah, ampunilah diriku dan dia serta berikan padaku darinya pengganti yang lebih baik."

Ilustrasi pria muslim sedang berdoa. Foto: Shutter Stock

Setelahnya, sambung dengan doa ketiga yang berbunyi:

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’ madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi

wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Arti bacaan doa untuk orang meninggal dunia: "Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia.

Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka."

Sedangkan jika perempuan, lafaz diubah yang awalnya Wa La Hu dan Min Hu menjadi Wa La Ha dan Min Ha.

2. Doa untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

Ilustrasi berbakti kepada orang tua. Foto: Getty Images

Karena begitu besar jasa-jasa orang tua, sehingga ketika mereka telah tiada hanya untaian doa yang bisa dikirimkan. Doa anak ke orang tuanya adalah salah satu amalan yang tetap bisa mengalir. Berikut adalah doa untuk kedua orang tua:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghira.

Artinya: "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."

3. Doa Saat Memejamkan Mata Orang yang Meninggal

Ilustrasi orang meninggal. Foto: Shutter Stock

Umat Islam hendaknya memejamkan mata orang yang meninggal dunia. Ini adalah salah satu sunah Rasul.

Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi (2009), diriwayatkan bahwa Nabi SAW masuk ke Abu Salamah dan mendapati pandangannya terpecah.

Maka beliau memejamkan matanya, kemudian bersabda, "Sesungguhnya ruh itu ketika dicabut, ia diikuti oleh penglihatan." (HR. Muslim).

Adapun doa untuk orang meninggal saat kita menutup matanya mengutip buku Panduan Praktis Doa dan Dzikir Sehari-hari oleh Abdul Zulfidar Akaha adalah sebagai berikut:

Alloohummaghfir li… (sebutkan nama orang yang meninggal) warfa' darojatahuu fil mahdiyyiin, wakhlufhu fii 'aqibihii fil ghoobiriin, waghfir lanaa wa lahuu yaa robbal 'aalamiin, wafsah lahuu fii qobrihii wa nawwir lahuu fiih.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah ... (orang yang meninggal) dan angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mendapat petunjuk. Gantikanlah sesudahnya bagi mereka yang ditinggalkan, ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam. Lapangkanlah dia di kuburnya dan terangilah dia di dalamnya."

4. Doa untuk Orang Meninggal yang Dibaca Saat Melayat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melayat ke rumah duka Ibunda Presiden Joko Widodo, Kamis (26/3/2020). Foto: Istimewa

Etika ketika mendengar kabar duka adalah memanjatkan doa untuk orang meninggal kemudian melayatnya. Ta’ziyah merupakan sunah Rasul. Tujuan ta’ziyah adalah menghibur keluarga yang ditinggalkan agar dapat meringankan kesedihan.

Muslim yang melayat saudaranya yang wafat niscaya akan mendapat kehormatan di hari kiamat. Dalam hadis dengan sanad hasan dari Amr bin Hazm, Rasulullah bersabda,

"Tidaklah seorang Mukmin yang berta'ziyah ke saudaranya yang tertimpa musibah, kecuali Allah akan memberikan padanya pakaian kehormatan pada Hari Kiamat." (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Doa untuk orang meninggal yang dibaca ketika melayat, yaitu:

Inna lillaahi maa akhodza wamaa a’thoo wa kullu syai’in 'indahuu musammaa, faltashbir wa tahtasib.

Artinya: "Sesungguhnya milik Allah-lah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan. Segala sesuatu ada batas tertentu di sisi-Nya. Maka hendaknya engkau bersabar dan harapkanlah pahala-Nya.”

5. Doa untuk Orang Meninggal Saat Ziarah Kubur

Ilustrasi ziarah kubur saat wabah corona. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Mengutip dari buku Tradisi Amaliyah Warga NU tulisan Sutejo Ibnu Pakar (2015), tujuan ziarah adalah untuk mendoakan muslim yang telah meninggal dunia dan mengirim pahala untuknya dengan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimah tayibah seperti tahlil, tahmid, tasbih, dan selawat.

Doa untuk orang meninggal yang bisa dibaca saat ziarah kubur, yakni:

Assalaamu 'alaikum daaro qoumim mu`miniin, wa innaa insyaa`alloohu bikum laahiquun.

Artinya: "Salam sejahtera untuk kalian penghuni rumah kaum mukminin, dan InsyaAllah kami akan menuyusul kalian."

Warga berdoa di depan pusara keluarganya saat ziarah kubur di Desa Cantigi Kulon, Cantigi, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (13/5/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Doa untuk orang meninggal lainnya yang dapat dibaca saat ziarah kubur, yaitu:

Assalaamu 'alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiina, wa innaa insyaa’alloohu bikum laahiquun. Nas’allullooha lanaa wa lakumul 'aafiyah.

Artinya: "Salam sejahtera untukmu walai kaum mukminin dan muslimin para penghuni kubur, sesungguhnya kami insyaAllah akan menyusulmu. Kami mohon ampun pada Allalh untuk kami dan kalian."

6. Doa untuk Jenazah Laki-Laki

Ilustrasi berdoa. Foto: Shutterstock

Bacaan doa untuk jenazah laki-laki yang bisa dipanjatkan, yaitu:

للهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmaa’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi,

wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri wa min adzaabinnaar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran.

Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka."

Selain doa di atas, umat Muslim juga bisa memanjatkan doa berikut pada takbir keempat sholat jenazah:

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lanâ wa lahu.

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

7. Doa untuk Jenazah Perempuan

Ilustrasi berdoa untuk jenazah perempuan. Foto: Unsplash

Doa untuk jenazah perempuan yang bisa dilafalkan, yaitu:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi

wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk,

dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya,

dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

8. Doa Tahlil untuk Orang Meninggal

Ilustrasi berdoa untuk orang yang sudah meninggal. Foto: Unsplash

Ketika melakukan kegiatan tahlil, umat Muslim bisa memanjatkan doa tahlil untuk orang meninggal sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Alhamdu lillaahi robbil'aalamiin. Hamdasy syaakiriin, handan naa'imiin, hamday yuwaafii ni'amahuu wa yukaafi'u mazzidah,

yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yan baghii lijalaali waj-hika wa 'azhiimi sulthoonik. Alloohumma shalli wa shallim 'alaa sayyidinaa muhammad, wa'alaa aali sayiidinaa muhammad.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Penguasa Alam Semesta, sebagaimana orang yang bersyukur dan orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya, dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya.

Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga baginda."

9. Doa untuk Kelapangan Kubur Almarhum atau Almarhumah

Ilustrasi berdoa. Foto: Unsplash

Berikut adalah bacaan doa untuk kelapangan kubur almarhum atau almarhumah yang bisa dipanjatkan.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya.

Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.

Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya."

Baca Juga: Cara Mengirim Doa Yasin untuk Orang yang Sudah Meninggal

Manfaat Doa untuk Orang Meninggal

Ilustrasi mobil jenazah. Foto: Shutterstock

Doa merupakan ibadah yang dicintai Allah SWT. Mengutip buku Tafsir dan Makna Doa-doa dalam Alquran oleh Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al-Khulaifat (2014), secara bahasa doa artinya memanggil atau meminta pertolongan atau permohonan.

Al-Khaththabi mengatakan doa adalah permohonan seorang hamba pada Allah yang menunjukkan kebutuhannya pada-Nya. Doa juga mengandung pujian pada Allah dan memuliakan-Nya.

Tidak hanya berdoa untuk kebaikan diri sendiri, mendoakan orang lain merupakan amal saleh yang disyariatkan.

“Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki, dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.” (QS. Muhammad ayat 19).

Ilustrasi berdoa. Foto: Shutterstock

Bila mendoakan orang yang masih hidup diperbolehkan, melantunkan doa untuk orang meninggal juga merupakan tindakan terpuji. Menurut kesepakatan ulama, doa tersebut bisa sampai ke si mayit.

Dilansir dari NU Online, setidaknya ada dua manfaat doa untuk orang yang meninggal, di antaranya:

  1. Mayit bisa mengambil manfaat dari amal yang telah dilakukan semasa hidup di dunia.

  2. Doa dan istigfar dari sesama umat Islam atas diri si mayit memberikan manfaat luar biasa. Sebab, doa tak ubahnya sebuah hadiah tak ternilai bagi orang yang telah meninggal dunia.

Selain berdoa untuk orang meninggal, kita juga dianjurkan untuk mengingat kebaikannya. Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam An-Nawawi, diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Abi al-Aswad dia berkata:

"Aku datang ke Madinah dan aku duduk di tempat Umar bin Khatab ra., kemudian lewat bersama rombongan jenazah. Kemudian aku menyebut kebaikan jenazah tersebut dengan sebutan kebaikan, Umar berkata: 'Telah terjadi'."

Sejumlah pelayat mengusung keranda jenazah Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Abdulllah Syukri Zarkasyi untuk dishalatkan di masjid sebelum dimakamkan di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (22/10). Foto: Adi Pratama/ ANTARA FOTO

Kemudian ada lagi rombongan jenazah yang lain, aku menyebut kebaikannya, Umar berkata: ‘Telah terjadi’.

Kemudian lewat lagi rombongan yang ketiga, kemudian ada yang meyebutkan keburukannya, Umar berkata: ‘Telah terjadi.' Abu al-Aswad berkata: 'Apa yang terjadi wahai Amiirul Mukminin?'

Dia menjawab: 'Aku mengatakan sebagaimana yang dikatakan Rasulullah SAW: 'Muslim mana pun, yang disaksikan baginya empat saksi dengan penyaksian kebaikan, maka dia dimasukkan surga oleh Allah SWT.' Kami bertanya: ‘Bagaimana kalau tiga saksi?’.

Umar menjawab: ‘Tiga juga termasuk.' 'Kalau dua?' Dia menjawab: 'Dua juga termasuk.' Kemudian tidak ada lagi yang menanyakan satu."

Beberapa bacaan di atas adalah kumpulan doa untuk orang meninggal yang bisa dipanjatkan sewaktu-waktu ketika mendengar kabar duka. Mengirimkan doa pada kerabat, teman, dan saudara maupun orang tua yang telah berpulang hukumnya boleh mutlak dan pahalanya akan bermanfaat bagi orang yang telah tidak bernyawa.

(Karina, ERA, & SFR)

Frequently Asked Question Section

Mengapa harus mengirimkan doa untuk orang yang sudah meninggal?

chevron-down

Sangat penting bagi umat Muslim untuk mengirimkan doa kepada orang yang sudah meninggal agar bisa memberi manfaat dan pahala doa yang dipanjatkan bisa sampai kepada orang tersebut.

Kalimat apa yang dibaca ketika mendengar orang mati?

chevron-down

Kalimat yang dibaca ketika mendengar orang meninggal yaitu Innalillahi wa innailaihi raaji’uun. Artinya: Sesungguhnya semua ini hanyalah milik Allah, dan hanya kepada-Nya kami kembali.

Mengapa umat Islam dianjurkan untuk melayat jika ada orang meninggal?

chevron-down

Menghibur keluarga yang ditinggalkan agar dapat meringankan kesedihannya. Orang yang berta’ziyah di hari kiamat kelak akan diberi pakaian kehormatan oleh Allah SWT.