Kisah Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji Berdasarkan Kitab Yosua

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah bangsa Israel memasuki Tanah Terjanji adalah salah satu kisah penting di dalam Alkitab. Kisah ini merupakan pembuktian janji Allah pada Abraham meski dia telah meninggal ratusan tahun sebelum janji itu tergenapi.
Bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dipimpin oleh Musa. Hingga akhirnya saat memasuki tanah tertanji atau tanah Kanaan berada dalam pimpinan Yosua, pengganti Musa.
Beginilah Kisah Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji
Beginilah kisah bangsa Israel memasuki tanah terjanji. Sepeninggal Nabi Musa, bangsa Israel dipimpin oleh Yosua. Allah pun memerintahkan Yosua untuk merebut tanah Kanaan seperti yang tertulis dalam Yosua 1:1-2
Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplan sekarang, seberangilah Sungai Yordan uibu, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan kuberikan kepada mereka, kepada orang Irael itu".
Yosua pun meminta para imam untuk membawa tabut Allah menyeberangi Sungai Yordan. Saat itu aliran air menjadi surut saat kaki imam masuk ke dalam air. Air sungai pun terbelah dan jalanan menjadi kering sehingga semua umat Israel bisa menyeberang. Saat imam keluar dari sungai, aliran pun kembali deras.
Kini, seluruh bangsa Israel tiba di seberang Sungai Yordan. Setelah ratusan tahun, akhirnya keturunan Abraham kembali ke tanah perjanjian. Namun, kisah belum usai. Tanah Kanaan masih dihuni oleh bangsa-bangsa asing.
Mengutip buku Kamus Alkitab dan Theologi, Jonar S., (2019), nama Tanah Kanaan diambil dari nama keturunan Ham, anak dari Nuh. Dalam Kejadian 10:6 disebutkan, “Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put, dan Kanaan.”
Sesampainya di seberang, Yosua pun tahu bahwa dia harus segera menyerang Kota Yerikho. Namun penyerangan dilakukan dengan cara yang tidak biasa, sesuai dengan perintah Allah yang tertulis dalam Yosua 6:2-5.
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.
Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk u domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."
Yosua dan umat Israel melakukan tepat seperti perintah Tuhan dan semua yang difirmankanNya terjadilah. Kota Yerikho berhasil diruntuhkan.
Baca juga: Kisah Pembebasan Bangsa Israel dan Perjalanan di Padang Gurun
Demikianlah kisah bangsa Israel memasuki tanah terjanji, Kanaan. Perintah Tuhan untuk mengelilingi dan menggunakan terompet menunjukkan bahwa kemenangan bangsa Israel bukan karena kekuatan mereka sendiri, tetapi karena kebesaran Tuhan. Kisah ini menjadi bukti bahwa Allah selalu menggenapi janji pada umatNya. (SASH)
