Kisah Haji Wada, Ibadah Haji Terakhir Nabi Muhammad Saw

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Haji Wada merupakan salah satu penjelasan tentang perjalanan Nabi Muhammad saw. dalam ajaran Islam. Haji Wada adalah ibadah haji terakhir yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw. bersama keluarganya beserta ratusan ribu kaum muslimin.
Rasulullah saw. mendapat perintah dari Allah Swt. untuk mengerjakan ibadah hajinya yang terakhir pada tahun 10 Hijriah. Pada masa itu, Allah Swt. juga menurunkan wahyu terakhir yang berupa Surat Al Maidah ayat 3.
Kisah Haji Wada
Kisah Haji Wada merupakan bagian dari perjalanan hidup nabi terakhir dalam ajaran Islam. Dikutip dari buku Mukjizat Isra Mi’raj dan Kisah 25 Nabi-Rasul, Putra (2012: 71), Haji Wada adalah ibadah haji yang terakhir dilaksanakan oleh Rasulullah Muhammad saw.
Rasulullah saw. melaksanakan ibadah haji tentu karena Allah Swt. Dikutip dari buku Cerita Bergambar 25 Nabi & Rasul, Zulfahmi (2015: 156), pada tahun sepuluh Hijriah, Rasulullah saw. diperintahkan Allah Swt. untuk mengerjakan ibadah hajinya yang terakhir.
Pada kesempatan tersebut, Rasulullah saw. tidak melaksanakan ibadah haji sendirian. Rasulullah saw. melaksanakan ibadah haji terakhirnya bersama keluarganya beserta seratus ribu kaum muslimin.
Turunnya Wahyu Terakhir Rasulullah Saw
Selain memerintahkan Rasulullah untuk menunaikan ibadah haji terakhirnya, Allah Swt. juga menurunkan wahyu terakhir pada masa-masa tersebut. Wahyu terakhir Nabi Muhammad saw. dari Allah Swt. adalah Surat Al Maidah ayat 3.
Mengutip dari buku yang sama, Zulfahmi (2015: 156), berikut adalah kutipan arti Surat Al Maidah ayat 3.
… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Aku ridai Islam itu jadi agamamu.”
Sebagian kaum muslimin merasa bahagia mendengar ayat tersebut. Namun, sebagian lainnya merasa sedih. Salah satu contoh adalah Abu Bakar yang kala itu menangis tersedu-sedu.
Abu Bakar menangis sebab mengetahui bahwa turunnya ayat tersebut merupakan pertanda berakhirnya tugas Rasulullah Saw. Selang dua bulan setelah menunaikan ibadah Haji Wada, Nabi Muhammad Saw. sakit demam.
Walaupun dalam kondisi yang mulai melemah, Rasulullah saw. tetap memimpin salat berjamaah. Ketika kondisinya tidak memungkinkan untuk memimpin salat lagi, Rasulullah saw. tidak mengimami. Kondisi itu terjadi pada tiga hari menjelang kewafatannya.
Baca juga: Rukun Haji adalah Syarat Sah Ibadah Haji, Ini Ulasannya!
Demikian jelas bahwa kisah Haji Wada merupakan kisah ibadah haji terakhir Rasulullah saw. Kebenaran hanya milik Allah Swt., sedangkan kesalahan berasal dari manusia itu sendiri. Wallahu a’lam bishawab. (AA)
