Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Ibrahim, Tidak Hangus Dibakar Api

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Api dalam Kisah Nabi Ibrahim. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Api dalam Kisah Nabi Ibrahim. Sumber: Freepik.com

Kisah Nabi Ibrahim sangat menarik untuk diceritakan kepada anak-anak. Mereka dapat mempelajari banyak pengetahuan atas keagungan Allah SWT. Mari ajarkan kebaikan-kebaikan dari Nabi Ibrahim mulai dari sekarang.

Nabi Ibrahim lahir di Babilonia Irak, beliau dikenal sebagai bapaknya para nabi. Disebutkan dalam Alquran, Nabi Ibrahim merupakan putra Aazar, ibunya bernama Aminilah.

Melansir dari berbagai sumber, sejak awal kelahirannya pada masa itu sudah dipersiapkan oleh Allah SWT. Beliau ditugaskan untuk menghilangkan kesesatan, kebatilan, serta membawa ajaran tauhid beriman kepada Allah SWT.

Sejak kecil Allah SWT selalu menjaganya dengan memberi petunjuk tentang kebenaran. Hal itu tercantum dalam firman Allah dalam Alquran surat Al-Anbiya ayat 51 yang artinya,

Dan sebenarnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan Kami melihat (keadaan)nya."

Kisah Nabi Ibrahim Mulai Berdakwah dari Ayahnya

Dalam menyebarkan kebenaran dari Allah SWT, Nabi Ibrahim melakukan dakwah untuk pertama kalinya kepada ayah kandungnya. Saat itu ayahnya sebagai pembuat berhala sekaligus menyembah para patung yang dibuatnya.

Nasihat yang ia berikan kepada ayahnya, semua sudah tercantum dalam Alquran surat Al An’am ayat 74 yaitu,

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata." (QS Al-An'am: 74).

Dengan kesombongan, ayahnya menolak apa yang telah ia disampaikan. Bahkan mengancam Nabi Ibrahim untuk dihukum rajam. Saat itu ia tak pernah merasa takut bahkan menyerah sedikit pun.

Ia terus menyebarkan dakwahnya hingga sampai ke raja Namrud, sebagai seorang yang menganggap dirinya sebagai Tuhan. Sebagai penguasa ia terus memerintah umatnya untuk membuat berhala dan menyembahnya.

Nabi Ibrahim tetap melakukan perlawanan dengan menghancurkan dan membakar berhala yang disembah. Atas apa yang telah dilakukannya membuat raja Namrud murka. Ia memerintahkan semua pengawal untuk mencari dan menangkap Nabi Ibrahin AS.

Kesempatan ini justru dimanfaatkan oleh Nabi Ibrahim. Ia memiliki tujuan jika nanti banyak orang yang telah berkumpul dan mencarinya, ia akan memberikan penjelasan mengapa ia menghancurkan berhala yang tidak pantas untuk disembah.

Bukan respon baik yang beliau dapatkan, semua kaum itu menolak dakwah yang diberikan Nabi Ibrahim. Bahkan tak segan membawa Nabi secara ramai-ramai untuk dibakar.

Semua orang berusaha mengumpulkan kayu dari berbagai tempat dan membuat galian tanah yang besar. Hingga menghasilkan api yang besar. Nabi Ibrahim tidak dapat memberikan perlawanan saat dilempar dalam kobaran api yang menjujung tinggi.

Pada berada di atas tungku, diriwayatkan malaikat jibril datang dan menawarkan bantuan. "Wahai Ibrahim, apakah engkau perlu bantuan?" Lalu Ibrahim AS memberi jawaban, "Kalau kepadamu, aku tidak butuh bantuan apapun".

Kemudia nabi berdoa seperti apa yang terkandung dalam Alquran surat Ali Imran ayat 173.

Hasbunallāhu wa ni'mal-wakīl

Artinya: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

Atas keimanan dan kepercayaannya terhadap Allah SWT. Saat itu juga Allah menunjukan kuasaNya, Nabi Ibrahim diberi mukjizat tidak terbakar dalam panasnya api. Atas izin-Nya, api tersebut menjadi dingin dan Nabi Ibrahim selamat. Tidak ada luka sedikit pun dalam tubuh Nabi Ibrahim.

Semua bukti keagungan Allah SWT sungguh nyata. Tidak ada keraguan sedikit pun untuk tidak memercayainya. Bahkan semua sudah terkandung dalam kitab suci Alquran. Semoga dari kisah Nabi Ibrahim dapat dijadikan pelajaran untuk sang buah hati ya, Bunda! (AG)

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Lengkap dengan Kisah Anak-anaknya