Konten dari Pengguna

Kisah Nabi Muhammad saw. diangkat Menjadi Rasul dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Nabi Muhammad saw. Sumber: Pexels/Abdullah Ghatasheh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Nabi Muhammad saw. Sumber: Pexels/Abdullah Ghatasheh

Kisah Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul merupakan salah satu pembahasan yang selalu muncul dalam ajaran agama Islam, baik itu di pengajian maupun sekolah. Pasalnya, Nabi Muhammad saw. adalah rasul terakhir menurut ajaran agama Islam.

Nabi Muhammad saw. memiliki banyak sikap terpuji yang penting untuk diteladani oleh umat muslim, baik itu di zaman Rasulullah saw., zaman sekarang, maupun zaman di masa depan. Oleh karena itu, kisah Rasulullah saw. pun menjadi pembelajaran yang penting.

Kelahiran Nabi Muhammad saw.

Ilustrasi Kisah Nabi Muhammad saw. Sumber: Pexels/Julia Volk

Nabi Muhammad saw. adalah nabi terakhir dalam ajaran agama Islam. Nabi Muhammad saw. dilahirkan di kota Mekah tanggal 12 Rab’ul Awwal. Ayah Nabi Muhammad saw. bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan Ibunya bernama Aminah.

Ayah Nabi Muhammad saw. meninggal dunia ketika Nabi masih di dalam kandungan ibunya. Kemudian, saat Nabi Muhammad saw. berusia enam tahun, ibunya meninggal dunia. Nabi Muhammad saw. pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib.

Dikutip dari buku Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul, Rantisi (2018: 76), menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw. ada banyak peristiwa yang terjadi. Masih mengutip dari buku yang sama, Rantisi (2018: 76), beberapa peristiwa tersebut, yaitu:

  • Pada malam kelahiran Rasulullah saw., semua berhala jatuh tersungkur dari tempatnya.

  • Api yang sudah ratusan tahun disembah dan dipuja oleh bangsa Persi tiba-tiba padam. Padahal sebelumnya tidak pernah padam.

Kisah Nabi Muhammad saw. diangkat Menjadi Rasul

Ilustrasi Kisah Nabi Muhammad saw. Sumber: Pexels/Michael Burrows

Kisah Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul merupakan pembahasan yang panjang. Pasalnya, Dikutip dari buku Kisah Nabi Muhammad SAW, Dianawati (2008: 10), Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul ketika berusia 40 tahun.

Masih mengutip dari buku yang sama, Dianawati (2008: 10), saat itu, ketika Nabi Muhammad saw. sedang melakukan ibadah di Gua Hira, seorang laki-laki yang tidak dikenal datang secara tiba-tiba. Laki-laki tersebut langsung memeluk tubuh Nabi kuat-kuat dan berkata,

“Bacalah hai Muhammad!”

“Saya tidak bisa membaca”, jawab Nabi ketakutan. Laki-laki itu pun melepaskan pelukannya, tetapi memeluk kembali dan berkata, “Bacalah hai Muhammad”. Nabi pun kembali menjawab, “Saya tidak pandai membaca”.

Peristiwa tersebut terjadi secara berulang-ulang sampai akhirnya laki-laki tersebut mengajari Nabi Muhammad saw. membaca surat Iqra sampai beliau benar-benar hafal. Ternyata, tamu tersebut adalah Malaikat Jibril, penyampai wahyu.

Singkat cerita, berita bahwa Nabi Muhammad saw. mendapat wahyu disampaikan oleh Khadijah kepada Waraqah bin Naufal. Kemudian, Waraqah berkata,

“Demi Tuhan yang nyawaku berada di tangan-Nya. Jika engkau percaya hai Khadijah telah datang malaikat agung yang pernah datang kepada Musa dan sesungguhnya Ia (Muhammad) adalah nabi dari umat ini.”

Baca juga: 4 Keteladanan dari Nabi Adam a.s. sebagai Manusia Pertama Ciptaan Allah Swt.

Mempelajari kisah Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul dalam ajaran Islam memang tidak cukup dalam satu waktu saja. Hal ini disebabkan ada banyak kisah teladan lain dari perjalanan Nabi Muhammad saw. (AA)