Konjungsi yang Menerangkan Waktu dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang digunakan untuk menghubungkan kata-kata, frasa, klausa, atau kalimat agar menjadi satu kesatuan yang lebih utuh. Konjungsi yang menerangkan waktu adalah konjungsi temporal.
Dalam kehidupan dan percakapan sehari-hari, sangat mudah menemukan konjungsi temporal. Agar lebih mudah dalam membedakan antara konjungsi temporal dengan lainnya, maka perlu memahami pengertian dan contohnya.
Konjungsi yang Menerangkan Waktu
Agar kalimat mudah dipahami, diperlukan adanya konjungsi. Konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarkalimat, dan antarklausa.
Dikutip dari buku Cara Mudah Memahami Teks Prosedur karya Ade Novita Sari (2020: 18), konjungsi yang menerangkan waktu adalah konjungsi temporal.
Konjungsi temporal adalah jenis konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan hubungan waktu antara dua peristiwa atau kejadian dalam sebuah kalimat. Konjungsi ini menghubungkan klausa atau kalimat dengan memberikan keterangan waktu kapan sesuatu terjadi.
Konjungsi temporal dapat dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan tingkat kesejajaran (sederajat) atau ketidaksederajatan antara klausa-klausa yang dihubungkan:
1. Konjungsi Temporal Sederajat
Konjungsi ini menghubungkan dua klausa atau kalimat yang setara atau memiliki hubungan logis yang sejajar. Konjungsi ini tidak boleh diletakkan di awal atau akhir kalimat, dan umumnya digunakan untuk menyatakan urutan kejadian.
Contoh konjungsi temporal sederajat:
Sebelumnya: Menunjukkan bahwa peristiwa sebelumnya telah terjadi. Contoh: "Kami berbicara sebelumnya, lalu mulai bekerja."
Sesudahnya: Menunjukkan bahwa peristiwa berikutnya terjadi. Contoh: "Dia makan pagi, sesudahnya dia langsung pergi."
Lalu: Menunjukkan peristiwa berikut dalam urutan waktu. Contoh: "Kami menonton film, lalu kami pulang."
Kemudian: Menyatakan peristiwa selanjutnya. Contoh: "Dia menyelesaikan tugas, kemudian beristirahat."
Selanjutnya: Menyatakan peristiwa yang terjadi setelah yang lain. Contoh: "Dia menjelaskan proyek pertama, selanjutnya kami membahas proyek kedua."
2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
Konjungsi ini menghubungkan klausa yang tidak sederajat, yaitu klausa utama dan klausa subordinatif. Konjungsi tidak sederajat dapat ditempatkan di awal, tengah, atau akhir kalimat dan digunakan untuk menunjukkan hubungan waktu dengan klausa yang lebih bergantung.
Contoh konjungsi temporal tidak sederajat:
Apabila: Menunjukkan kondisi waktu tertentu. Contoh: "Aku akan datang apabila kamu membutuhkan bantuan."
Bila: Menyatakan kemungkinan waktu. Contoh: "Aku akan menghubungimu bila ada kabar."
Ketika: Menunjukkan peristiwa yang terjadi pada waktu bersamaan. Contoh: "Dia tiba ketika aku sedang tidur."
Sampai: Menyatakan batas waktu terjadinya sesuatu. Contoh: "Aku akan menunggu di sini sampai kamu selesai."
Sebelum: Menyatakan bahwa sesuatu terjadi sebelum peristiwa lain. Contoh: "Kita harus bertemu sebelum rapat dimulai."
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Efek Rumah Kaca? Ini Penjelasan dan Penyebabnya
Jadi konjungsi yang menerangkan waktu adalah konjungsi temporal. Terdapat dua jenis konjungsi temporal, yaitu konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat. (Umi)
