Konten dari Pengguna

Kumpulan Contoh Soal BEP dan Jawabannya yang Benar

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal BEP. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh soal BEP. Sumber: unsplash.com

BEP atau Break Even Point merupakan suatu kondisi pada operasi entitas bisnis yang tidak menghasilkan laba ataupun kerugian tertentu. Dalam proses perhitungan BEP, terdapat sejumlah rumus yang dapat digunakan.

Rumus tersebut yang nantinya dapat membantu Anda dalam menjawab soal BEP dengan baik dan benar. Simak penjelasan mengenai pengertian, rumus, beserta contoh soal BEP dan jawabannya yang benar berikut ini.

Pengertian BEP

Ilustrasi menghitung BEP. Foto: Pexels

BEP atau Break Even Point adalah titik impas atau titik balik keuntungan di mana suatu bisnis tidak mengalami keuntungan maupun kerugian. Pada titik BEP, total biaya produksi sama dengan total pendapatan penjualan.

BEP sering digunakan sebagai acuan dalam menghitung harga jual produk atau jasa, volume produksi yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas keuangan, serta dalam melakukan analisis keuntungan atau kerugian dari suatu usaha.

Dikutip dari Produk Kreatif dan Kewirausahaan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK/MAK Kelas XII oleh Wakhid Bashori dan Windu Mahmud (2021: 19-20), terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menghitung BEP, yaitu:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang konstan jika perusahaan melakukan kegiatan produksi ataupun tidak melakukan produksi. Contoh biaya tetap, yaitu gaji tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, biaya peralatan, dan sebagainya.

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya per unit di mana sifatnya dinamis tergantung pada tindakan volume produksinya. Apabila produksi yang direncanakan meningkat, maka biaya variabelnya akan meningkat.

Contoh biaya variabel adalah biaya listrik, biaya bahan baku, biaya kantong plastik, dan lain sebagainya.

3. Harga Penjualan (Selling Price)

Harga penjualan adalah harga jual yang ditetapkan per unit barang atau jasa yang telah diproduksi oleh suatu perusahaan.

Rumus BEP

Ilustrasi menghitung BEP. Foto: Pexels

Terdapat dua jenis perhitungan BEP, yaitu menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi BEP dan menghitung berapa rupiah penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP. Berikut penjelasannya:

Menghitung Jumlah Unit yang Harus Dijual agar BEP

Rumus BEP untuk menghitung jumlah unit yang harus dijual agar BEP adalah sebagai berikut:

  • BEP (jumlah unit) = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit - Biaya Variabel per Unit)

Keterangan:

  • BEP (dalam unit) = Break Even Point dalam unit (Q)

  • Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap (baik sedang berproduksi atau tidak)

  • Biaya Variabel = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain

  • Harga Jual per Unit = harga jual barang atau jasa per unit yang dihasilkan

  • Biaya Variabel per Unit = total biaya variabel per unit (TVC/Q)

Sebagai contoh, sebuah toko pakaian memiliki total biaya tetap sebesar Rp50 juta per bulan dan biaya variabel sebesar Rp100 ribu per unit. Harga jual per unit adalah Rp200 ribu. Berapa jumlah unit yang harus dijual agar toko mencapai BEP?

Pembahasan:

BEP (jumlah unit) = 50.000.000 / (200.000 - 100.000) = 500 unit

Jadi, toko pakaian harus menjual sebanyak 500 unit dalam sebulan agar mencapai titik impas keuangan.

Menghitung Jumlah Rupiah Penjualan yang Perlu Diterima agar BEP

Rumus BEP untuk menghitung jumlah rupiah penjualan yang perlu diterima agar BEP adalah sebagai berikut:

  • BEP (jumlah rupiah) = Total Biaya Tetap / (1 - (Biaya Variabel per Unit / Harga Jual per Unit))

Sebagai contoh, sebuah restoran memiliki total biaya tetap sebesar Rp100 juta per bulan dan biaya variabel sebesar Rp50 ribu per makanan. Harga jual per makanan adalah Rp100 ribu. Berapa jumlah rupiah penjualan yang perlu diterima agar restoran mencapai BEP?

Pembahasan:

BEP (jumlah rupiah) = 100.000.000 / (1 - (50.000 / 100.000)) = Rp200 juta

Jadi, restoran harus mendapatkan penjualan sebesar Rp200 juta dalam sebulan agar mencapai titik impas keuangan.

Baca Juga: Manfaat Break Even Point dan Elemen-Elemen Penyusunnya

Kumpulan Contoh Soal BEP dan Jawabannya yang Benar

Ilustrasi contoh soal BEP. Foto: Unsplash

Berikut adalah kumpulan contoh soal BEP dan jawabannya yang benar dikutip dari buku Manajemen & Strategi Pembelian karya Agustinus Johanes Djohan (2021).

Contoh Soal 1

Diketahui, Bu Sarah memiliki perusahaan smartphone dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Biaya tetap produksi: Rp500.000.000.

  • Biaya variabel: Rp1.000.000.

  • Harga jual per unit: Rp1.500.000.

Berapakah unit yang harus diproduksi supaya perusahaan bisa mencapai BEP tersebut?

Jawaban:

Cara 1: Menghitung BEP dalam Unit

BEP = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)

BEP = 500.000.000 / (1.500.000 – 1.000.000) = 1.000

Jadi, perusahaan harus memproduksi smartphone sebanyak 1.000 unit untuk bisa mencapai BEP.

Cara 2: Menghitung BEP dalam Rupiah

BEP (Rp) = Biaya Tetap / (Harga Jual – Biaya Variabel per Unit) / Harga jual per Unit

BEP (Rp) = 500.000.000 / (1.500.000 – 1.000.000) / 1.500.000 = 1.500.000.000 (1,5 miliar)

Jadi, supaya perusahaan mencapai BEP, harus mencapai penjualan sebanyak Rp1,5 miliar.

Contoh Soal 2

Sebuah perusahaan yang diberi nama “Usaha Gemilang” memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini:

Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp140 juta yaitu terdiri dari:

  • Biaya Gaji Pegawai + Pemilik: Rp75.000.000

  • Biaya Penyusutan Mobil: Rp1.500.000

  • Biaya Asuransi Kesehatan: Rp15.000.000

  • Biaya Sewa Gedung Kantor: Rp18.500.000

  • Biaya Sewa Pabrik: Rp30.000.000

Biaya Variable per Unit Rp75.000.00 yaitu terdiri dari:

  • Biaya Bahan Baku: Rp35.000

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung: Rp25.000

  • Biaya Lain: Rp.15.000

  • Harga Jual per Unit: Rp95.000

Jawaban:

Break Even Point (BEP) Unit = Biaya Tetap : (harga / unit – biaya variable / unit)

BEP Unit = Rp.140.000.000 : (Rp95.000 – Rp75.000)

= Rp140.000.000 : Rp20.000

= 7000

Jadi, dengan rumus ini, nilai BEP dari contoh di atas adalah 7.000 unit

Break Even Point (BEP) Rupiah = Biaya Tetap : (kontribusi margin / unit harga / unit)

BEP Rupiah = Rp.140.000.000 : (Rp20.000 / Rp95.000)

= Rp140.000.000 : 0.2105

= Rp665.083.135

Jadi, dengan rumus perhitungan di atas, BEP dalam nilai Rupiah dari contoh di atas adalah Rp665.083.135.

Demikian pengertian, rumus, hingga contoh soal BEP dan jawabannya yang bisa dipahami.

(Anne & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Break Even Point?
chevron-down

BEP atau Break Even Point adalah titik impas atau titik balik keuntungan di mana suatu bisnis tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

Apa kegunaan BEP?
chevron-down

BEP sering digunakan sebagai acuan dalam menghitung harga jual produk atau jasa, volume produksi yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas keuangan, serta dalam melakukan analisis keuntungan atau kerugian dari suatu usaha.

Apa itu biaya tetap dalam BEP?
chevron-down

Biaya tetap adalah biaya yang konstan jika perusahaan melakukan kegiatan produksi ataupun tidak melakukan produksi.