Kumpulan Contoh Soal TKA Soshum dan Kunci Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelaksanaan UTBK sebagai salah jalur seleksi masuk perguruan tinggi, terbagi ke dalam beberapa bagian. Salah satunya adalah TKA yang terbagi ke dalam dua rumpun, yakni rumpun saintek dan soshum. Makanya, tak heran jika banyak peserta yang mencari contoh soal TKA soshum.
Tujuannya adalah agar mereka bisa mendapatkan gambaran terkait soal-soal yang sekiranya akan muncul dalam ujian. Dengan begitu, diharapkan peserta bisa mengerjakan soal tersebut dengan baik dan mendapat hasil yang maksimal.
Contoh Soal TKA Soshum dan Kunci Jawabannya
Mengutip dari Buku Saku Sejarah UTBK-SBMPTN 2021 oleh Syahri Ramadhan (Hal. 8), kelompok ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi) dengan alokasi waktu pengerjaan seluruh materi ujian sebanyak 195 menit.
Oleh karena itulah, para peserta ujian wajib mempersiapkan diri dengan baik. Nah, berikut adalah beberapa contoh soal TKA soshum dan kunci jawabannya yang bisa dipelajari.
1. Wilayah perkotaan menghasilkan produk industri dan jasa bagi penduduk pedesaan, sedangkan wilayah pedesaan menghasilkan produk pertanian bagi penduduk kota.
Prinsip geografi yang tepat untuk menjelaskan fenomena tersebut adalah ...
a. Deskripsi
b. Korologi
c. Distribusi
d. Interelasi
e. Kompromi
Jawaban:
Wilayah perkotaan menghasilkan produk industri dan jasa sementara wilayah pedesaan menghasilkan produk pertanian bagi penduduk kota. Hubungan yang saling terkait dalam ruang antara gejala satu dan yang lain disebut prinsip interelasi, sehingga jawaban d adalah jawaban yang benar.
2. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) ditandai dengan adanya akumulasi endapan di bagian hilir sungai. Usaha yang paling efektif mengatasi kerusakan tersebut yaitu ...
a. Penanaman tanaman mangrove di muara sungai
b. Pemanfaatan delta sebagai lahan pertanian
c. Alih fungsi lahan hutan di sekitar hulu sungai
d. Penanaman hutan kembali di kawasan hulu sungai
e. Pelarangan semua aktivitas penambangan pasir di bantaran hilir
Jawaban:
Rusaknya area hutan di hulu sungai terjadi karena penumpukan endapan di hilir dan muara sungai sehingga menyebabkan tingkat erosi di sekitar hulu sungai menjadi tinggi. Material erosi selanjutnya terbawa aliran sungai dan mengendap di hilir dan muara sungai.
Semakin banyak akumulasi endapan menandakan semakin besar tingkat erosinya dan semakin parah kerusakan hutannya. Untuk mengatasi masalah ini, langkah utama yang harus dilakukan yaitu jawaban d, perbaikan kerusakan di hulu sungai lewat reboisasi atau penanaman kembali di kawasan hulu sungai.
3. Ketika Sinta lulus dari sekolah menengah, ia punya pilihan membuka usaha sendiri dengan penghasilan Rp 150.000 per hari, bekerja di perusahaan orang tua dengan gaji Rp 5.500.000, atau bekerja di perusahaan teman dengan gaji Rp 6.000.000.
Jika Sinta memilih untuk membuka usaha sendiri, maka biaya peluang Sinta yaitu ...
a. Rp150.000
b. Rp4.500.000
c. Rp6.000.000
d. Rp5.500.000
e. Rp13.500.000
Jawaban:
Biaya peluang merupakan kesempatan bagus yang hilang karena sudah memilih suatu pilihan. Bila Sinta memilih membuka usaha sendiri, makan Sinta kehilangan kesempatan bekerja di perusahaan orang tua dengan gaji Rp5.500.000 dan bekerja di perusahaan teman dengan gaji Rp6.000.000.
Kesempatan bagus yang hilang adalah bekerja di perusahaan orang tua dengan gaji Rp5.500.000, maka biaya peluang Sinta adalah d. Rp5.500.000.
Baca Juga: Contoh Soal Aritmatika dan Pembahasannya Lengkap
Demikian contoh soal TAK Soshum yang bisa disimak. Semoga bermanfaat. (Anne)
