Kumpulan Hadist tentang Malam Lailatul Qadar

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karena keutamaannya, banyak hadist tentang malam Lailatul Qadar yang hadir. Bulan suci Ramadhan dan malam Lailatul Qadar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Maka, ketika umat Islam benar-benar memahami fadilahnya, niscaya tidak akan memberikan peluang pada diri sendiri untuk berleha-leha dalam ibadah di bulan mulia tersebut.
Dalam buku Sukses Berburu Lailatul Qadar karya Muhammad Sadam Hussein (Adam Sains: 2015) terdapat beberapa hadist pendukungnya. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Kumpulan hadist tentang malam Lailatul Qadar
Rasulullah Berburu Malam Lailatul Qadar
Hadist pertama yang menyatakan bahwa Rasulullah sangat mengedepankan ibadah di malam Lailatul Qadar bisa kamu rasakan dalam hadist berikut.
“Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah. Dan membangunkan istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhori Muslim)
Hadist kedua berkaitan dengan kesungguhan Nabi untuk mendapatkan malam yang lebih baik dari 1000 bulan tersebut.
“Rasulullah sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari teakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)
Makna Lailatul Qadar
“Disebut Lailatul Qadar karena kemuliaan dan keutamaan malam itu di sisi Allah. Pada malam tersebut ditetapkan sebagai perkara yang akan terjadi pada satu tahun, yaitu ketetapan ajal, rezeki, dan berbagai takdir.” (Tafsir Al Karimir Rahman)
Lailatul Qadar adalah Malam Ampunan
Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang beribadah di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.”(HR. Bukhori Muslim)
Lailatul Qadar Lebih Baik dari 1000 Bulan
Dalam kitab Durratun Nasihin halaman 271 disebutkan bahwa Allah berseru kepada Nabi Muhammad SAW: “Hai Muhammad, shalatlah dua rakaat pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) adalah lebih baik bagimu dan umatmu daripada perang di zaman Bani Israel selama 1000 bulan.”
Keutamaan dan fadilah bisa kamu resapi dari hadist tentang Malam Lailatul Qadar di atas. Hal ini bisa menjadi acuanmu untuk terus menyemangati diri untuk lebih banyak memberikan effort ibadah yang lebih baik. Bahwasanya bulan Ramadhan tak hanya sekadar puasa menahan haus dan lapar disertai dengan ngabuburit atau buka bersama. Melainkan juga peningkatan amalan ibadah yang lebih konsisten dibandingkan bulan sebelumnya. (Anggi Putri/RA)
