Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124 tentang Teks Biografi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124. Foto: dok. Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124. Foto: dok. Unsplash/Aaron Burden

Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 124 adalah panduan yang dapat digunakan baik bagi guru maupun orang tua dalam membimbing siswa. Dengan adanya materi ini, siswa dapat memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya.

Materi kunci jawaban kali ini membahas tentang teks biografi. Khususnya mengenai ide pokok dan ide penjelas dari tiap paragraf teks paragraf.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124 Lengkap

Ilustrasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 124. Foto: dok. Unsplash/Álvaro Serrano

Belajar adalah salah satu kewajiban bagi seorang siswa. Namun begitu, siswa juga perlu istirahat dan bermain dengan pembagian waktu dan porsi yang seimbang.

Dikutip dari buku Belajar Secara Efektif, Drs. Thursan Hakim (2005:20), keseimbangan antara kegiatan belajar dan rekreasi merupakan hal penting untuk membantu siswa meraih prestasi belajar yang maksimal dan menghindari kejenuhan dan kelelahan pikiran.

Untuk memudahkan siswa belajar, berikut ini adalah Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 124 yang disajikan dengan lengkap.

Setelah memahami penjelasan di atas, kalian dapat berlatih untuk menemukan ide pokok dan ide penjelas dalam teks biografi pada kegiatan menyimak. Guru atau salah satu teman sekelompok dapat membacakan teks biografi Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia di atas.

Pahami dan catat informasi penting di dalamnya.

Tentukan ide pokok dan ide penjelas dalam teks tersebut.

Kunci Jawaban

Paragraf 1

Ide pokok: Nama Ki Hadjar Dewantara bukanlah nama pemberian orang tuanya sejak lahir.

Ide penjelas: Nama aslinya ialah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir di Yogyakarta, tanggal 2 Mei 1889.

Paragraf 2

Ide pokok: Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal.

Ide penjelas: Kemampuan menulisnya terasah ketika ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.

Paragraf 3

Ide pokok: Pada tanggal 25 Desember 1912, mereka mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Ide penjelas: Selain itu, pada bulan November 1913, Ki Hadjar Dewantara membentuk Komite Bumipoetra yang bertujuan untuk melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda.

Paragraf 4

Ide pokok: Akibat aktivitas dan tulisannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jenderal Idenburg menjatuhkan hukuman pengasingan terhadap Ki Hadjar Dewantara.

Ide penjelas:. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo, rekan seperjuangannya, menerbitkan tulisan yang bernada membela Ki Hadjar Dewantara.

Paragraf 5

Ide pokok: Di tanah air, Ki Hadjar Dewantara semakin mencurahkan perhatiannya di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Ide penjelas: Bersama rekan-rekan seper juangannya, dia pun men dirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional yang diberi nama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa) pada 3 Juli 1922.

Paragraf 6

Ide pokok: Selama aktif di Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara juga tetap rajin menulis.

Ide penjelas: Tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan.

Paragraf 7

Ide pokok: Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah dan stabilitas pemerintahan sudah terbentuk, Ki Hadjar Dewantara kemudian dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.

Ide penjelas: Melalui jabatannya ini, Ki Hadjar Dewantara semakin leluasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Paragraf 8

Ide pokok: Untuk mengenang jasa-jasa dan melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara, pihak penerus perguruan Taman Siswa mendirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta.

Ide penjelas: Museum ini memamerkan benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar Dewantara sebagai pendiri Taman Siswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa.l

Paragraf 9

Ide pokok: Kini, nama Ki Hadjar Dewantara diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional).

Ide penjelas: Ajarannya, yakni tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), dan ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan) akan selalu menjadi dasar pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 151

Ulasan tentang kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 124 yang disajikan dalam artikel ini dapat digunakan sebagai referensi belajar oleh siswa. (DAP)