Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 10

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 10 berguna sebagai pedoman untuk mengoreksi latihan soal yang sudah dikerjakan. Hal ini biasa dilakukan oleh siswa atau orang tua yang mendampingi anak belajar Bahasa Indonesia di rumah.
Berhubung Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang membutuhkan referensi bacaan yang banyak, terkadang siswa tidak yakin dengan jawabannya. Untuk itulah kunci jawaban yang benar diperlukan.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 10 dan Pembahasannya
Sebelum melihat kunci jawabannya, siswa dan orang tua bisa melihat soalnya terlebih dahulu. Berdasarkan Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021), soal pada halaman 10 adalah seperti dibawah ini.
Kerjakanlah latihan di bawah ini secara berkelompok. Satu kelompok terdiri atas 4-5 siswa!
1. Jawablah soal benar atau salah di bawah ini!
2. Identifikasilah pola pengembangan paragraf deduksi atau induksi paragraf-paragraf di bawah ini!
a. Pemerintah lewat Kementerian Pertanian berniat menambah luas lahan sawah guna menciptakan ketahanan pangan nasional. Hal ini dirasa penting karena banyak lahan pertanian yang mengalami alih fungsi. Ketahanan pangan ini dirasa mendesak untuk segera dilakukan karena krisis yang melanda seluruh bangsa-bangsa di dunia akibat pandemi Covid-19. Setiap bangsa harus segera memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan tidak bisa bergantung pada impor dari bangsa lain. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang terutama menyangkut daerah mana di Indonesia yang layak untuk segera dibuka menjadi lahan pertanian baru.
b. Buah lokal dipercaya lebih sehat dan segar dibandingkan buah impor. Hal ini disebabkan buah impor yang masuk ke Indonesia memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pengirimannya. Seperti buah apel yang diimpor dari Amerika. Mereka butuh waktu lebih dari tiga minggu untuk sampai ke tanah air. Hanya dengan proses pengawetan buah tersebut akan tetap segar ketika sampai ke masyarakat Indonesia. Dengan alasan itulah, mengonsumsi buah lokal dirasa lebih menyehatkan karena pastinya tidak ada unsur pengawet.
c. Gerakan mencintai barang dalam negeri semakin lantang digaungkan. Buah dan sayur sebagai bagian dari kekayaan hayati Indonesia juga menjadi fokus gerakan. Namun, sejumlah permasalahan masih terus mengganjal. Baru-baru ini Menteri Pertanian mengatakan bahwa tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih rendah.Tingkat konsumsi buah lokal masyarakat Indonesia belum mencapai 40 kg per kapita setiap tahun, padahal seharusnya lebih dari 65 kg per kapita per tahun. Permasalahan yang lain seperti volume produksi dari tingkat petani. Selama ini, produksi buah-buahan lokal masih dari usaha yang bersifat pekarangan, bukan perkebunan besar. Dengan kondisi tersebut, volume produksi buah-buahan lokal Indonesia juga menjadi terbatas.
d. Kota Batu, Malang, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai penghasil apel. Namun, ternyata kota sejuk di Kota Malang tersebut juga menghasilkan ketela khas yang sangat disukai oleh masyarakat Jepang, yaitu ketela ungu. Para petani di Batu, Malang bahkan hampir setiap bulan mengekspor jenis umbi ini. Masyarakat Jepang sangat suka mengonsumsi umbi ungu karena banyak manfaat kesehatan yang ada pada kandungan umbi ungu ini. Beberapa manfaat mengonsumsi umbi ungu adalah bisa mencegah penyakit asma, kanker, bahkan diabetes. Memang sangat luar biasa pada saat kita suka mengonsumsi produk makanan asing seperti beberapa jenis makanan cepat saji yang belum tentu sehat untuk tubuh kita. Ternyata makanan produk lokal Indonesia disukai oleh orang Jepang. Jadi, tunggu apa lagi. Mulailah mengonsumsi produk makanan lokal Indonesia karena ternyata banyak manfaat kesehatan yang kita dapatkan dari produk makanan lokal kita.
3. Tulislah sebuah paragraf dengan pola pengembangan deduksi dan sebuah paragraf dengan pola pengembangan induksi. Setiap paragraf minimal terdiri atas tujuh kalimat dengan tema tempe sebagai sumber makanan protein nabati. Untuk membantumu dalam menyusun kedua paragraf tersebut bisa menggunakan kosakata di bawah ini!
a. murah
b. protein
c. kedelai
d. sehat
e. fermentasi
f. masyarakat
g. makanan
h. nabati
4. Berdasarkan teks yang berjudul “Diversifikasi untuk Ketahanan Pangan”, tentukan pola pengembangan paragraf yang digunakan dalam setiap paragrafnya!
Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 kurikulum merdeka halaman 10:
Jawaban Nomor 1
Salah
Salah
Benar
Benar
Benar
Jawaban Nomor 2
a. Deduksi
b. Induksi
c. Deduksi
d. Induksi
Jawaban Nomor 3
Paragraf Deduktif
Tempe adalah makanan yang lazim ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini merupakan makanan yang tergolong murah. Banyak masyarakat yang mengonsumsi tempe setiap hari. Bahan baku tempe adalah kedelai yang kaya protein nabati. Tempe juga memiliki kandungan gizi yang berguna untuk kesehatan tubuh. Masyarakat Indonesia biasanya mengolah tempe dengan bahan lainnya seperti sayur. Selain itu, tempe dapat dikonsumsi sebagai lauk atau pelengkap menu utama.
Paragraf Induktif
Yogurt adalah minuman yang mengandung protein nabati. Minuman ini berasal dari fermentasi susu sapi atau kambing. Yogurt memiliki beberapa tekstur khas seperti gel dan berbau khas susu yang unik. Yogurt diolah untuk dijadikan berbagai minuman, bisa untuk campuran masakan, atau dikonsumsi secara langsung. Yogurt ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan usus. Banyak perusahaan yang menggunakan yogurt sebagai bahan minuman dan makanan. Saat ini, masyarakat Indonesia dapat menemukan Yogurt dalam berbagai produk dan membelinya dengan mudah di berbagai swalayan.
Jawaban Nomor 4
Teks pertanyaan terdapat pada halaman 7
Paragraf 1: Ketahanan pangan sangat penting untuk diperkuat saat ini.
Paragraf 2: Melansir data Badan Pusat Statisik (BPS), impor beras mencapai 2,25 juta ton pada 2018. (pengembangan deduksi)
Paragraf 3: Ketergantungan pada beras juga menjadi ironi di tengah besarnya kekayaan sumber daya alam negeri ini yang padahal memiliki ragam sumber hayati penghasil karbohidrat tinggi. (pengembangan deduksi)
Baca Juga: Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 17 Kurikulum Merdeka
Demikian kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11 kurikulum merdeka halaman 10. Baca dengan seksama teks yang harus dibaca untuk menjawab semua pertanyaan jika ada soal Bahasa Indonesia seperti di atas.
(ARD)
