Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31 Kurikulum Merdeka

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Imgorthand.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Imgorthand.

Materi Bahasa Indonesia kelas 12 terbagi menjadi beberapa bab, salah satunya membahas mengenai sinopsis cerpen. Seperti kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 31 Kurikulum Merdeka ini.

Pada halaman 31 ini, siswa diminta menjawab soal mengenai sinopsis cerpen karya Ahmad Tohari yang berjudul “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji”. Siswa diminta untuk mendeskripsikan sosok tokoh dalam cerpen tersebut.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31

Ilustrasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Yumi mini.

Dikutip dari buku Terampil Menulis Sinopsis dan Resensi Karya Sastra karya Irzal Amin (2018: 64), sinopsis adalah ringkasan singkat dari suatu cerita, film, buku, atau karya seni lainnya yang mencakup elemen-elemen penting seperti plot utama, karakter, dan tema utama.

Dan di halaman 31 ini, siswa diminta mendeskripsikan sosok tokoh dalam cerpen tersebut. Berikut adalah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 31 Kurikulum Merdeka sebagai referensi.

1. Sinopsis cerpen Lelaki yang Menderita bila Dipuji

"Lelaki yang Menderita Bila Dipuji" adalah sebuah cerpen yang mengisahkan tentang Mardanu, seorang pemuda yang memiliki keunikan tersendiri dalam menghadapi pujian. Cerpen ini bercerita tentang bagaimana Mardanu, yang awalnya dikenal sebagai pemuda yang pendiam dan seringkali menghindari perhatian, menjadi pusat perhatian karena keberhasilannya dalam menjaga kebun kelapa sawit milik keluarganya.

Kemenarikan cerpen ini terletak pada karakter Mardanu yang unik dan kontras dengan kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Ketika Mardanu mulai menerima pujian atas kerja kerasnya, ia justru merasa tidak nyaman dan menderita. Pujian yang ditujukan kepadanya membuatnya merasa terbebani dan tidak lagi merasa aman dalam kulitnya sendiri. Hal ini memicu serangkaian peristiwa yang mengejutkan dan menggugah pikiran, di mana Mardanu harus menghadapi kebencian dan kecemburuan dari orang-orang yang sebelumnya memujinya.

Ahmad Tohari dalam cerpen ini berhasil menggambarkan dengan baik bagaimana sikap rendah hati dan kebencian dapat muncul dari pujian yang berlebihan. Cerpen ini juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang bagaimana pujian, yang biasanya dianggap positif, dapat memiliki dampak negatif jika tidak diimbangi dengan pemahaman dan kesadaran yang cukup.

Kualitas penulisan Ahmad Tohari yang mendalam dan penuh makna membuat cerpen ini menjadi sebuah karya yang menggugah hati dan pikiran. Setiap kalimat yang ditulis begitu tepat dan memiliki daya tarik tersendiri yang membuat pembaca tergerak untuk terus membaca dan mengeksplorasi lebih dalam tentang karakter Mardanu dan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Dengan nuansa yang mengharukan dan mengundang refleksi, “Lelaki yang Menderita Bila Dipuji” adalah sebuah cerpen yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang sikap hidup dan bagaimana menghadapi pujian dalam kehidupan sehari-hari.

2. Deskripsi sosok Mardanu

Mardanu adalah seorang lelaki pensiunan Tentara yang merasa gagal karena tidak pernah bertugas untuk hal penting.

Karena sebab tersebut, Mardanu yang awalnya senang untuk dipuji lantas menjadi risi dan terbebani jika ada yang memujinya.

Mardanu memiliki dua orang anak yang satu jadi pemilik kios kelontong dan satunya lagi jadi sopir truk semen.

Mardanu terlihat sangat risih ketika ada yang memujinya perihal dengan uang pensiunan yang utuh, badan yang sehat, anak mapan dan burung piaraan.

Ia juga memiliki langganan tukang becak yamg bernama Kosim yang kerap mengangarnya untuk mengambil uang pensiun.

3. Jawaban ringkas pertanyaan

a. Bagi Mardanu, pujian hanya pantas diberikan kepada orang yang telah melakukan pekerjaan luar biasa dan berharga dalam kehidupan.

b. Hal yang mendorong Mardanu melepas burung kutilang miliknya adalah ketika ia mendengar sang cucu yang bernama Manik bernyanyi Di pucuk pohon cempaka, burung kutilang bernyanyi….

c. “Biar kutilang itu bisa bernyanyi di pucuk pohon cempaka? Wah, itu luar biasa. Kakek hebat, hebat banget. Aku suka Kakek.” Manik melompat-lompat gembira.

Mardanu terkesima oleh pujian cucunya. Itu pujian pertama yang paling enak didengar dan tidak membuatnya menderita.

d. Makna tersirat dari cerpen Lelaki yang Menderita bila Dipuji

Hubungan manusia dengan sesamanya, serta hubungan manusia dengan alam.

Terhadap sesama manusia harus saling menghargai, saling membantu, dan saling meringankan beban.

Cerpen ini juga secara tersirat mengajak pembaca untuk berjiwa pahlawan, yaitu memberikan manfaat bagi kehidupan.

Cerpen ini juga memberikan hak hidup kepada sesama makhluk hidup. Hal itu tampak dari sikap Mardanu yang tidak mau lagi mengurung burung kutilangnya dan membiarkannya terbang ke alam bebas untuk hidup di alam bebas.

Baca Juga: Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 21 Kurikulum Merdeka

Itulah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 31 Kurikulum Merdeka sebagai referensi. Siswa bisa memperbanyak membaca dan latihan soal agar lebih mudah memahami materinya. (Umi)