Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124: Tokoh Parki dan Alergi Telur

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124. Foto: Pexels/SHVETS production
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124. Foto: Pexels/SHVETS production

Unsur cerita menjadi materi yang dipelajari dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas 8, termasuk penokohan. Hal inilah yang membuat kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124 banyak dicari.

Terlebih, pada halaman tersebut siswa diminta memahami tokoh dengan detail. Sehingga, kunci jawaban dapat menjadi pembanding dengan jawaban sendiri untuk mengetahui apakah sudah tepat atau tidak.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124

Ilustrasi kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124. Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Pada halaman 124, siswa diminta untuk mencermati tokoh-tokoh dari cerita Parki dan Alergi Telur, seperti tentang gambaran tokoh dan detailnya.

Dikutip dari buku Apresiasi Prosa Fiksi: Teori dan Penerapannya oleh Imas Juidah, dkk. (2023) penokohan adalah tindakan apa pun yang dilakukan pengarang atau terjadi di dalam sebuah karya yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang suatu karakter.

Untuk mengetahui watak tokoh suatu cerita, terdapat beberapa cara untuk menelusurinya, yakni:

  1. Lewat tuturan pengarang terhadap karakteristik pelakunya;

  2. Gambaran yang diberikan pengarang lewat gambaran lingkungan kehidupannya maupun cara berpakaian;

  3. Menunjukan bagaimana perilakunya;

  4. Melihat bagaimana tokoh itu berbicara tentang dirinya sendiri;

  5. Memahami bagaimana jalan pikirannya;

  6. Melihat tokoh lain berbicara tentangnya;

  7. Melihat bagaimana tokoh lain berbincang dengannya;

  8. Melihat bagaimana tokoh-tokoh yang lain itu memberikan reaksi terhadapnya;

  9. Melihat bagaimana tokoh itu dalam mereaksi tokoh yang lainnya.

Adapun kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124 yakni:

1. Parki

  • Identitas Diri

    1. Namanya adalah Parki

    2. Jenis kelamin laki-laki

    3. Kelas 5 SD

    4. Perkiraan usia 11-12 tahun

    5. Dapat ditemukan pada paragraf 3, 25 dan 32.

  • Latar Belakang/ Alasan Bertindak

    Parki adalah orang yang selalu berlebihan dalam mengkonsumsi telur. Hal itu dapat diketahui karena dengan munculnya bintitan yang disebabkan oleh konsumsi telur yang berlebihan tersebut. Bisa ditemukan di paragraf 1 dan 15.

  • Sifat atau Karakter Tokoh

    Parki tidak menyukai sesuatu yang monoton. Bisa ditemukan pada sifatnya yang tidak menyukai makan telur dan buah jeruk setiap hari.

2. Ibu Parki

  • Identitas Diri

    1. Nama Ibu Parki

    2. Berjenis kelamin perempuan

    3. Ibu rumah tangga usia sekitar 34-36 tahun

    4. Dapat ditemukan di paragraf 1, 5, 8 dan 9

  • Latar Belakang/ Alasan Bertindak

    Menyuruh konsumsi telur berlebihan kepada anaknya dengan alasan panik mengetahui anaknya ada bintitan. Bisa ditemukan di paragraf 1, 4, 5 dan 9.

  • Sifat atau Karakter Tokoh

    Memaksakan kehendak sendiri. Alasannya dapat ditemukan di sifatnya yang menyuruh anaknya untuk konsumsi telur setiap hari.

3. Ayah Parki

  • Identitas Diri

    1. Namanya adalah Ayah Parki

    2. Jenis kelamin laki-laki

    3. Seorang kepala rumah tangga

    4. Berusia sekitar 37-39 tahun

    5. Bisa ditemukan di paragraf 10, 14, 15 dan 18.

  • Latar Belakang/ Alasan Bertindak

    Berusaha tenang menghadapi kepanikan istrinya. Alasan tersebut dapat ditemukan pada menganggap bintitan adalah hal yang biasa.

  • Sifat atau Karakter Tokoh

    Kalem dan bijaksana. Hal ini bisa ditemukan pada sifatnya yang tetap tenang saat istrinya panik.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 159 Kurikulum Merdeka

Sekarang, sudah tahu kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124 bukan? Perlu diketahui, kunci jawaban ini hanya sebagai pembanding atau bantuan saja. Sehingga tetap perlu mengerjakannya sendiri agar lebih memahami materi unsur suatu cerita.(MZM)