Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146 tentang Dakwah Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146. Sumber Unsplash/Samantha Gades
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146. Sumber Unsplash/Samantha Gades

Latihan soal menjadi tugas Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk siswa kelas 10. Kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 142 sampai 146 akan diberikan setelah siswa selesai mengerjakan tugasnya.

Siswa dapat mempelajari kembali materi PAI sebelum berlatih soal. Latihan soal akan menguji kemampuan siswa dalam memahami materi.

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146

Ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146. Sumber Unsplash/Kazuend

Dakwah Islam adalah tema kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 142 Sampai 146. Berdasarkan buku PAI: Sejarah Kebudayaan Islam untuk MA Kelas X, Abu Achmadi (2016:9), Nabi Muhammad SAW menggunakan strategi dakwah dalam menyebarkan agama Islam di Mekah dan Madinah.

Berikut kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 142 sampai 146 tentang Dakwah Islam untuk belajar siswa.

1. Kegigihan dan semangat para juru dakwah melalui berbagai saluran islamisasi di Indonesia berperan penting terhadap keberhasilan dakwah di Indonesia. Salah satunya adalah saluran kesenian tradisional. Hal ini dikarenakan…

Jawaban: B. Masyarakat Indonesia menyukai kesenian tradisional.

2. Teori Persia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Husein Djajadiningrat mengatakan bahwa Islam masuk dari Persia dan bermazhab Syi’ah.

Pendapat ini didasarkan pada sistem mengeja bacaan huruf Al-Quran, terutama di Jawa Barat yang menggunakan ejaan Persia. Namun teori ini memiliki kelemahan, yaitu…

Jawaban: A. Adanya fakta bahwa mayoritas muslim Jawa Barat bermazhab Syafi’i, sekaligus berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan pengikut Syi’ah.

3. Walaupun di Makkah dan Madinah terjadi perang selama kurun waktu sepuluh tahun antara 1-11 H/622-623 M, namun tidak memutuskan jalur perdagangan laut yang sudah menjadi tradisi sejak lama, yakni jalur antara Timur Tengah, India dan Cina.

Hubungan perdagangan ini semakin lancar pada masa Khulafaur Rasyidin. Ini menjadi bukti bahwa…

Jawaban: C. Umat Islam memiliki kemampuan dalam penguasaan dagang melalui jalur maritim.

4. Nama aslinya adalah Meurah Silu, ia memeluk Islam berkat pertemuannya dengan Syekh Ismail dari Mekah.

Semasa berkuasa menjadi sultan, sempat menerima kunjungan dari Marco Polo. Berdasarkan narasi tersebut, tokoh tersebut adalah…

Jawaban: D. Sultan Malik al-Shaleh.

5. Sultan Alaudin Riayat Syah mendatangkan ulama-ulama dari Persia dan India untuk mengajarkan agama Islam di Kesultanan Aceh.

Setelah terbentuk kader-kader pendakwah, selanjutnya dikirim ke daerah pedalaman Sumatra untuk menyampaikan ajaran Islam. Hikmah yang dapat diambil dari narasi tersebut adalah…

Jawaban: E. Kepedulian seorang pemimpin terhadap penyebaran ajaran Islam di wilayahnya.

6. Perhatikan pernyataan berikut ini!

1) Nama aslinya adalah I Manga’rangi Daeng Manrabbia.

2) Dinobatkan sebagai raja Gowa pada usia tujuh tahun.

3) Merupakan raja pertama kerajaan Kutai Kartanegara.

4) Penyebaran agama Islam mencapai daerah Buton dan Dompu (Sumbawa).

5) Tokoh penyebar Islam di wilayah Kerajaan Ternate

Manakah yang terkait dengan Sultan Alauddin…

Jawaban: C. 1, 3, 4

7. Ulama penyebar Islam di Indonesia telah menunjukkan sikap bersemangat, pantang menyerah, gigih dalam memperjuangan ajaran Islam.

Hambatan dan tantangan bukan untuk ditakuti, tapi diselesaikan dengan cara yang tepat. Berikut ini cara yang tepat dalam menyelesaikan masalah adalah…

Jawaban: D. Berusaha sekuat tenaga, berdoa dan bertawakal kepada Allah Swt.

8. Para ulama lebih mengutamakan kelancaran dakwah daripada kepentingan pribadi dan keluarganya. Kesenangan duniawi diabaikan demi keberhasilan dakwah.

Medan dakwah yang berat tidak menyurutkan tekad perjuangan dakwah. Mereka optimis mampu melaksanakan tugas dakwah dengan baik. Hikmah yang dapat diambil dari narasi tersebut adalah…

Jawaban: E. Setiap da’i harus selalu optimis dalam melaksanakan dakwah.

9.الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ ࣖ ١٢٢

Ayat tersebut menegaskan bahwa harus ada di antara kaum muslimin yang menekuni ilmu agama (tafaqquh fiddin). Berikut ini merupakan usaha yang tepat untuk belajar ilmu agama adalah…

Jawaban: D. Belajar kepada para ustadz, kyai, atau alim ulama yang sanad ilmunya bersambung sampai kepada Rasulullah Saw.

10.Ujian dan cobaan yang dialami oleh para ulama penyebar Islam di Indonesia berhasil dilalui dengan kesabaran.

Seorang pendakwah harus memiliki tingkat kesabaran tinggi, karena menghadapi umat yang memiliki keragaman budaya, etnis, tingkat pendidikan, dan kepribadian.

Salah satu hikmah adanya ujian tersebut adalah sebagai berikut, kecuali…

Jawaban: C. Membuat manusia berputus asa.

B. Kunci Jawaban

1. Agama Islam mudah diterima oleh penduduk Indonesia dikarenakan mudahnya syarat-syarat untuk masuk agama Islam.

Untuk menjadi seorang muslim, seseorang cukup mengucapkan dua kalimat

syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul.

Selain itu, kegigihan dan semangat para juru dakwah melalui berbagai saluran Islamisasi di Indonesia juga berperan penting terhadap keberhasilan dakwah di Indonesia secara damai.

2. Menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia dari Gujarat. Snouck Hurgronje berkeyakinan bahwa tidak mungkin Islam masuk ke Indonesia langsung berasal dari Arabia, tanpa melalui ajaran tasawuf yang berkembang di Gujarat, India.

Wilayah Kerajaan Samudra Pasai merupakan daerah pertama penerima ajaran agama Islam, yakni pada abad ke13 Masehi.

3. Dengan adanya kekuasaan politik yang dimiliki oleh para sultan, maka akan mempengaruhi rakyat guna memeluk Islam.

Sultan dapat menggunakan kekuasaannya untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh pelosok wilayahnya.

Nilai-nilai Islam juga dapat dimasukkan ke dalam sistem pemerintahan, sehingga semakin memudahkan dalam penyebaran agama Islam.

4. Ibnu Batutah pernah berkunjung ke Kesultanan Samudra Pasai pada tahun 745-746 H / 1345 M. Berdasarkan catatannya, dijelaskan bahwa di Gujarat berkembang Mazhab Syi’ah. Sedangkan kesultanan Samudra Pasai adalah bermazhab Syafi’i.

Atas dasar ini, Buya Hamka berkeyakinan bahwa Islam dibawa langsung oleh saudagar dari Makkah, bukan dari Gujarat.

5. Hidup sederhana dapat diterapkan oleh setiap muslim pada zaman sekarang, bahkan justru nilai manfaatnya semakin besar.

Penerapan sikap hidup sederhana tergantung pada sikap, mental, dan tekad masing-masing individu. Jadi, setiap muslim dapat menerapkan sikap hidup sederhana di mana saja.

Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 Kurikulum Merdeka Halaman 7

Demikian kunci jawaban PAI kelas 10 halaman 142 sampai 146. Diharapkan artikel ini dapat membantu siswa dalam memahami materi. (DK)