Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 256: Evaluasi Bab 12

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban PAI kelas 9 halaman 256. Foto: Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban PAI kelas 9 halaman 256. Foto: Unsplash/Aaron Burden

Tradisi Islam di Nusantara merupakan salah satu materi yang dipelajari siwa kelas 9 dalam pelajaran PAI. Sehingga, banyak siswa yang mencari kunci jawaban PAI kelas 9 halaman 256.

Adanya kunci jawaban dapat menjadi bantuan ketika kesulitan dalam mengerjakannya. Selain itu, adanya kunci jawaban dapat mengetahui pemahaman materi tersebut dan soal mana yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 256

Ilustrasi kunci jawaban PAI kelas 9 halaman 256. Foto: Pexels/Pixabay

Dikuti pdari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas IX oleh Muhammad Ahsan dan Sumiyati (2018), pada halaman 256, siswa diminta untuk mengerjakan evaluasi bab 12 tentang Tradisi Islam di Nusantara.

Adapun kunci jawaban PAI kelas 9 halaman 256 yakni:

Pilihan Ganda

  1. B. Budaya Islam

  2. C. Tradisi Islam

  3. C. Huruf Kawi

  4. D. Ibnu Rusyid

  5. C. Idul Fitri

  6. D. Dua kalimat syahadat

  7. A. Pop

  8. C. Kaligrafi

  9. B. Maret

  10. D. Saman

Esai

  1. Contoh pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha dalam masyarakat Indonesia sebelum Islam yakni:

    • Kepercayaan kepada benda-benda alam serta roh nenek moyang.

    • Ritual warga seperti hajatan, kelahiran, perkawinan, kematian.

    • Candi menjadi bangunan pemujaan dan juga sebagai makam raja atau untuk tempat menyimpan abu jenazah raja yang sudah meninggal.

  2. Tradisi Rabu Kasan adalah tradisi yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar untuk memohon kepada Allah Swt. agar dijauhkan dari bala’ (musibah dan bencana).

    Tepat pada hari Rabu Kasan, kira-kira pukul 07.00 WIB semua penduduk telah hadir di tempat upacara dengan membawa makanan dan ketupat tolak bala sebanyak jumlah keluarga masing-masing.

    Acara diawali dengan berdirinya seseorang di depan pintu masjid dan menghadap keluar lalu mengumandangkan azan. Lalu disusul dengan pembacaan doa bersama-sama.

    Selesai berdoa semua yang hadir menarik atau melepaskan anyaman ketupat tolak balak yang telah tersedia tadi, satu per satu menurut jumlah yang dibawa sambil menyebut nama keluarganya masing-masing.Kemudian, dilanjutkan dengan acara makan bersama.

    Setelah itu, masing-masing pergi mengambil air wafak yang telah disediakan untuk semua anggota keluarganya. Acara ini diakhiri dengan bersilahturahmi ke rumah tetangga atau keluarganya.

  3. Tiga prinsip Islam dalam memandang budaya ialah:

    • Tidak melanggar ketentuan hukum halal-haram.

    • Mendatangkan mashlahat (kebaikan) dan tidak menimbulkan mafsadat (kerusakan).

    • Sesuai dengan prinsip al-Wala` (kecintaan yang hanya kepada Allah Swt. dan apa saja yang dicintai Allah Swt.) dan al-Bara` (berlepas diri dan membenci dari apa saja yang dibenci oleh Allah Swt.).

  4. Tabot atau tabuik adalah upacara tradisional Masyarakat Bengkuu dan Padang dalam mengenang kisah kepahlawanan dan kemaitan Hasan dan Husein yang merupakan cucu Nabi Muhammad Saw.

    Perayaan Tabot pertama kali dilaksanakan oleh Syaikh Burhanuddin yang dikenalsebagai Imam Senggolo pada tahun 1685. Keturunannya yang disebut keluarga Tabot melanjutkan perayaan tersebut.

    Perayaan Tabot sendiri dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 1 sampai 10 Muharram.

  5. Grebeg Besar dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

    Pada awalnya, Grebeg Besar dilakukan tanggal 10 Dzulhijjah tahun 1428 Caka dan dimaksudkan sekaligus untuk memperingati genap 40 hari peresmian penyempurnaan Masjid Agung Demak.

    Masjid ini didirikan oleh Wali Songo pada tahun 1399 Caka, bertepatan 1477 Masehi. Tahun berdirinya masjid ini tertulis pada bagian Candrasengkala “Lawang Trus Gunaning Janmo”,

    Pada tahun 1428, tertulis dalam Caka tersebut Sunan Giri meresmikan penyempurnaan Masjid Demak. Tanpa diduga, pengunjung yang hadir sangat banyak. Kesempatan ini kemudian digunakan para Wali untuk melakukan dakwah Islam.

    Jadi, tujuan semula Grebeg Besar adalah untuk merayakan Hari Raya Kurban dan memperingati peresmian Masjid Demak.

Baca Juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Halaman 231 tentang Akikah dan Kurban

Itulah kunci jawaban PAI kelas 9 halaman 256. Semoga membantu dalam mengerjakannya dan tidak kesulitan ketika menemui soal yang serupa.(MZM)