Lafadz Takbiran Idul Fitri Lengkap dengan Arti beserta Keutamaannya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gema takbir Idul Fitri menjadi pertanda datangnya bulan Syawal. Mulai dari masjid, mushola, hingga takbiran keliling menghiasi hari kemenangan. Seluruh umat Islam diperintahkan untuk mengucapkan takbir pada malam tersebut. Namun, apakah Anda sudah hafal lafadz takbiran Idul Fitri lengkap dengan artinya?
Lafadz Takbiran Idul Fitri Lengkap dengan Arti beserta Keutamaannya
Setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, tiba saatnya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Lafadz takbir menjadi hal yang banyak dikumandangkan ketika malam takbiran tiba. Selain itu, untuk tabir juga dapat melengkapi amalan di Ramadhan.
Allah SWT berfirman,
وَ لِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya, “Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadhan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (dengan bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah:185)
Takbiran pada Hari Raya Idul Fitri merupakan takbir mursal atau takbir mutlak, di mana lafadz takbir yang digaungkan dari terbenamnya matahari hingga selesainya shalat ied Idul Fitri.
Lalu, bagaimanakah lafadz takbiran Idul Fitri yang perlu diucapkan diamalkan?
Syaikh Dr. Alauddin Za'tari dalam karyanya Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i (2019), menjelaskan:
Lafadz takbir yang diucapkan ketika Idul Fitri tiba yakni,
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu
Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.”
Imam Syafi’i menjelaskan, apabila ucapan takbir di atas sudah dibaca sebanyak tiga kali, maka perlu ditambah dengan:
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً
لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ, مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ, صَدَقَ وَعْـدَهُ, وَنَصَرَعَبْدَهُ, وَاَعَزَّ جُنْدَهُ, وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar kabīrā walhamdulillāhi katsīrā, wasubhānallāhi bukratawwa ashīllā.
Lā ilāha illallahu walā na’budu illā iyyāh, mukhlishīna lahuddīn, walaw karihal-kāfirun,
Lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal-ahzāba wahdah.
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar walillāhil-hamd
Artinya:
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah.
Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
Allah mahabesar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke-Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah.
Baca Juga: Teks Takbiran Lengkap untuk Persiapan Malam Idul Fitri
Keutamaan Takbiran Idul Fitri
Selain dianjutkan untuk memeriahkan datangnya Hari Raya Idul Fitri, takbiran juga memiliki berbagai keutamaan, di antaranya:
1. Menyempurnakan Ibadah di Bulan Ramadhan
Sebagaimana yang dijelaskan di atas, mengucapkan takbir pada malam Idul Fitri hingga dilaksanakannya shalat ied merupakan penyempurna amalan di bulan Ramadhan. Sebab, tidak ada yang mengetahui bagaimana amalan kita ketika menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
2. Mendapat Ridha dari Allah SWT
Apabila seseorang menyibukkan diri dalam mengucapkan takbir dari malam Idul Fitri hingga dilaksanakan shalat ied, maka ia akan medapatkan ridha dari Allah SWT.
Sebagaimana diriwayatkan Abu Umamah ra., Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Siapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha karena mengharap pahala dari Allah, hatinya akan mati pada hari semua hati itu mati.” (HR. Ibnu Majah, no. 1782)
Imam an-Nawawi berkata, “Meskipun hadits di atas bernilai dhaif, namun Imam Syafi’i dan pada ulama Syafi'iyah tetap menganjurkan menghidupkan malam Idul Fitri karena fadhilah amal dan dapat mendorong semangat beribadah.” (Al-Majmu’, 5:43)
Dengan mengetahui lafadz takbiran Idul Fitri lengkap arti dan keutamaanya, maka tidak ada alasan lagi untuk menyemarakan malam di hari kemenangan tersebut. (MZM)
