Teks Takbiran Lengkap untuk Persiapan Malam Idul Fitri

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa, umat Muslim menyambut datangnya hari raya Idul Fitri dengan mengumandangkan kalimat takbir atau takbiran. Takbiran dilakukan sepanjang malam 1 Syawal hingga pagi hari menjelang salat Idul Fitri.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti takbiran adalah pujian kepada Allah SWT dengan menyerukan takbir. Biasanya, takbiran bukan hanya digaungkan pada malam hari raya Idul Fitri hingga keesokan paginya, tapi juga malam menjelang Idul Adha.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai takbiran Idul Fitri, mulai dari jenis-jenisnya, kapan melakukan takbir, hingga teks takbiran lengkap untuk persiapan malam Idul Fitri. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Baca juga: Arti Takbiran beserta Keutamaan, Dalil, dan Bacaan Lengkapnya
Takbir Idul Fitri Mulai Jam Berapa?
Secara umum, ada dua macam malam takbiran yang biasa berlaku di masyarakat. Pertama, takbiran dengan cara berkeliling kampung sambil berjalan kaki atau keliling kota dengan menaiki kendaraan. Takbiran keliling biasanya diiringi dengan tabuhan bedug maupun musik tradisional.
Takbiran tersebut dilakukan masyarakat sebagai tanda berakhirnya puasa Ramadan, sekaligus menyampaikan kabar bahwa keesokannya umat Muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri.
Sementara yang kedua, takbiran yang dilakukan di masjid atau musala. Takbiran ini dikumandangkan semalam suntuk, mulai dari Magrib hingga keesokan harinya saat dilakukan salat Idul Fitri.
Takbiran yang digelar di masjid maupun di musala biasanya diikuti oleh masyarakat sekitar. Di malam takbiran, umat Muslim dianjurkan untuk mengumandangkan tidak hanya kalimat takbir, tapi juga memperbanyak kegiatan ibadah.
Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Syafi'i dan Ibnu Majah yang artinya:
"Barangsiapa yang qiyamul lail (menghidupkan malam) pada dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap rida-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati." (HR. Asy-Syafi'i dan Ibnu Majah)
Lalu, kapan takbir Idul Fitri mulai dikumandangkan? Takbiran pada malam Idul Fitri dimulai sejak Magrib (setelah azan Magrib dikumandangkan) atau terbenamnya matahari sekitar jam 6 petang pada tanggal 1 Syawal sampai selesai salat Idul Fitri keesokan paginya.
Baca Juga: Kalimat Takbiran yang Dibaca pada Hari Raya Idul Fitri
Bagaimana Lafal Takbir dan Artinya?
Takbir merupakan zikir yang mulia dan ibadah yang memperoleh pahala besar. Allah memerintahkan umat Muslim untuk bertakbir dan mencintai-Nya, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Dan agungkalah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya." (QS. Al-Isra [17]: 111)
Syeikh Said bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan dalam bukunya Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyah (426-527) menjelaskan bahwa takbiran Idul Fitri sangat disunahkan bagi siapa pun. Namun, perempuan tidak diperbolehkan menyaringkan suaranya.
Selain itu, melafalkan takbir bisa dilakukan di mana saja, tidak harus di masjid. Takbiran bisa dilafalkan di rumah saat berkumpul bersama keluarga untuk menyambut hari raya Idul Fitri.
Terdapat beberapa teks takbiran Idul Fitri yang dapat dilafalkan. Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu Syarah Muhadzab, takbir dilafalkan sebanyak tiga kali berturut-turut.
Adapun bacaan takbiran Idul Fitri sebagaimana dikutip dari laman Nahdlatul Ulama adalah sebagai berikut.
Teks Takbiran Idul Adha 2022 Pendek
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Artinya: "Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya."
Teks Takbiran Idul Adha 2022 Panjang
Berikut lirik takbiran versi pendek Arab, latin, dan terjemahannya:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Allahu akbar kabiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa, laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa law karihal kaafiruun, laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Artinya, "Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar."
Baca juga: Amalan Malam Takbiran Idul Fitri yang Memiliki Keutamaan Besar
Teks Takbiran Lengkap Hari Raya Idul Fitri
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd.
Artinya: "Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar. Segala puji bagi-Nya."
Apa arti Lailahaillallah Allahu Akbar? Seperti yang diungkapkan di atas, arti lafaz ini adalah "tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar".
Selain bacaan takbiran di atas, dikutip dari Fikih Interaktif Seri 1 (Diskusi Seputar Fikih Klasik-Kontemporer) oleh M. Agus Yusron (2021: 337), diketahui bahwa Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Umm menambahkan lafadz takbiran Idul Fitri dengan bacaan sebagai berikut.
مُخْلِصِينَ لَهُ الدينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُون، لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللّه واللَّهُ أكْبَرُ
Allahu akbar kabira, wal hamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrataw wa ashila, la ilaha illallah, wa la na’budu iyyahu mukhlisina lahud din, wa law karihal kafirun, la ilaha illlallah wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzab wahdah, la ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Allah Mahabesar dengan segala kebesaran. Segala puji yang banyak bagi Allah. Mahasuci Allah pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada Tuhan selain Allah yang Esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada Tuhan selain Allah."
Itulah teks takbiran lengkap dan artinya yang biasa digemakan pada malam hari raya Idul Fitri hingga dilaksanakannya ibadah salat Id. Bagi umat Muslim, dapat mengikuti atau membaca bacaan takbir tersebut di rumah bersama-sama dengan keluarga ataupun di surau bersama-sama dengan jemaat lainnya.
(AA & SFR)
Frequently Asked Question Section
Kapan bacaan takbiran dikumandangkan?

Kapan bacaan takbiran dikumandangkan?
Saat perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Apa saja amalan takbiran Idul Fitri?

Apa saja amalan takbiran Idul Fitri?
Sholat subuh dan isya berjamaah, berdoa, berdzikir, menyerukan takbir, sholat dua rakaat usai magrib, dan masih banyak lagi.
Apa keutamaan membaca takbiran?

Apa keutamaan membaca takbiran?
Dihidupkan hatinya oleh Allah SWT.
