Konten dari Pengguna

Lambang untuk Simbol Aritmatika Exponensial dalam Matematika

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Simbol Aritmatika Exponensial Dilambangkan dengan Tanda Panah    Sumber Unsplash/Luke Chesser
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Simbol Aritmatika Exponensial Dilambangkan dengan Tanda Panah Sumber Unsplash/Luke Chesser

Dalam Matematika, terdapat operasi perhitungan aritmatika exponensial. Simbol aritmatika exponensial dilambangkan dengan tanda panah.

Operasi perhitungan aritmatika selalu dimulai dari tanda kurung (Parenthese). Selain exponensial, juga terdapat multiplication, division, addition dan subtraction.

Simbol Aritmatika Exponensial Dilambangkan dengan Tanda Panah, Pahami Penjelasannya!

Ilustrasi Simbol Aritmatika Exponensial Dilambangkan dengan Tanda Panah Sumber Unsplash/Jeswin Thomas

Eksponen adalah bentuk perkalian berulang dengan bilangan yang sama. Simbol aritmatika exponensial dilambangkan dengan tanda panah ke atas (^).

Simbol aritmatika exponensial juga sering disebut sebagai tanda pangkat. Contohnya a^b artinya a pangkat b, atau a dipangkatkan dengan b.

Penggunaan Aritmatika Exponensial dalam Menghitung Pertumbuhan Penduduk

Ilustrasi Simbol Aritmatika Exponensial Dilambangkan dengan Tanda Panah Sumber Unsplash/Anoushka Puri

Operasi penghitungan aritmatika exponensial banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kegunaan aritmatika exponensial adalah menghitung pertumbuhan penduduk.

Pertumbuhan penduduk exponensial adalah pertumbuhan penduduk yang berlangsung secara terus-menerus. Metode aritmatika exponensial menggambarkan pertambahan penduduk yang terjadi secara sedikit-sedikit sepanjang tahun.

Hal ini berbeda dengan metode geometri yang mengasumsikan bahwa pertambahan penduduk hanya terjadi pada satu saat selama kurun waktu tertentu.

Ukuran penduduk secara exponensial adalah lebih tepat, mengingat dalam kenyataannya pertumbuhan penduduk juga akan terus berlangsung terus-menerus.

Berdasarkan buku Ekonomi Demografi dan Kependudukan, Abdul Rahman (2023:259), formula yang digunakan pada metode aritmatika exponensial adalah.

Pn = Poert

Keterangan:

  • Pn = Jumlah penduduk tahun yang akan diproyeksi

  • Po = Jumlah penduduk tahun dasar (tahun awal)

  • e = Bilangan pokok dari bilangan logaritma (2,7182818)

  • r = Pertumbuhan penduduk

  • t = Periode antara tahun dasar dengan tahun n

Contoh Soal:

Diketahui jumlah penduduk negara X dari hasil sensus penduduk tahun 2000 adalah 147,5 juta, dan sensus penduduk tahun 2010 adalah 179,3 juta.

Berapa jumlah penduduk negara X tahun 2025, jika pertumbuhan penduduk tahun 2010-2025 sama dengan pertumbuhan penduduk tahun 2000-2010?

Penyelesaian:

r = log (Pt/Po)/t log e

r2000-2010 = log (P2010/P2000)/10 log 2,71828282

r2000-2010 = log 179,3/147,5/ (10 x 0,434294643)

r2000-2010 = log 1,21559322/4,342946403

r2000-2010 = 0,084788269/4,342946403

= 0,019523213

Asumsi r2010-2025 = r2000-2010

P2025 = P2010 2,71828282 pangkat 15x0,019523213

= 179,3 (1,019715045)15

= 179,3 x 1,34023946

= 240,3049357 juta jiwa

Baca juga: Operasi Aritmatika: Pengertian, Simbol, dan Contohnya

Simbol aritmatika exponensial dilambangkan dengan tanda panah ke atas (^). Bentuk eksponen yaitu a^, dengan a sebagai basis atau bilangan pokok.(DK)