Konten dari Pengguna

Larangan Potong Kuku Sebelum Idul Adha, Umat Muslim Wajib Tahu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Larangan Potong Kuku Sebelum Idul Adha, Foto: Unsplash/4FR.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Larangan Potong Kuku Sebelum Idul Adha, Foto: Unsplash/4FR.

Terdapat sebuah riwayat mengenai larangan potong kuku sebelum Idul Adha. Oleh karena itu, umat muslim penting memahaminya agar ibadah kurban atau Iduladha nanti lebih berkah.

Masalah ini memang terlihat sepele atau sederhana, namun dalam Islam memiliki dimensi ibadah yang penting. Di mana Rasulullah saw. sudah menjelaskan hukumnya secara rinci.

Larangan Potong Kuku Sebelum Idul Adha

Ilustrasi Larangan Potong Kuku Sebelum Idul Adha, Foto: Unsplash/jeecis.

Memotong kuku merupakan sunah, dan umat muslim diminta untuk menjaga kebersihan karena kebersihan merupakan sebagian dari iman. Namun, menjelang Iduladha, banyak yang mempertanyakan mengenai kapan waktu memotong kuku.

Adanya larangan potong kuku sebelum Idul Adha bukan tanpa sebab. Dikutip dari laman baznas.go.id, Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda:

"Apabila telah masuk sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai ia menyembelih kurbannya." (HR. Muslim: 1977)

Hadis tersebut menjelaskan bahwa dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama bagi mereka yang berniat berkurban, dianjurkan untuk tidak memotong rambut dan kuku hingga hewan kurban disembelih.

Larangan ini merupakan bagian dari adab dan persiapan spiritual menjelang pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha.

Dengan menahan diri dari memotong rambut dan kuku, umat muslim diajak untuk menunjukkan rasa hormat, kesungguhan, dan kesiapan dalam menjalankan ibadah kurban sesuai sunnah Nabi Muhammad saw.

Selain itu, tindakan ini juga mencerminkan kesatuan dan kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah, serta memperkuat ikatan ukhuwah antara mereka yang berkurban dengan para jamaah haji yang sedang berada dalam keadaan ihram di Tanah Suci.

Selain itu dijelaskan dalam sebuah hadis berikut ini:

إذا رأيتم هلال ذي الحجة، وأراد أحدكم أن يضحي، فليمسك عن شعره وأظفاره

“Jika kalian melihat hilal Zulhijah, dan di antara kalian ada yang ingin berkurban, maka hendaklah dia menahan (tidak memotong) sebagian rambutnya dan kukunya (HR. Muslim).

Hadis tersebut mengajarkan kepada umat Islam agar ketika melihat hilal (bulan sabit) Zulhijah dan berniat untuk berkurban, mereka dianjurkan untuk menahan diri dari memotong rambut dan kukunya hingga pelaksanaan kurban selesai.

Dengan tidak memotong kuku dan rambut, seorang Muslim diajak untuk meningkatkan ketaatan dan kepatuhan kepada sunnah Rasulullah saw.

Tindakan ini memperdalam pemahaman spiritual mengenai waktu yang tepat untuk memotong kuku bagi mereka yang melaksanakan ibadah kurban.

Selain itu, ibadah kurban bukan hanya menyembelih hewan, tapi juga menyembelih ego, hawa nafsu, dan keinginan pribadi, termasuk keinginan untuk merapikan diri sebelum waktunya.

Maka, memahami kapan boleh potong kuku bagi yang berkurban adalah bagian dari perjalanan spiritual untuk menahan diri dan mengedepankan kesabaran serta kepasrahan kepada Allah Swt.

Baca Juga: Apa Hukum Menguliti Hewan sebelum Nafasnya Habis dan Aliran Darahnya Berhenti?

Jadi, larangan potong kuku sebelum Idul Adha ini bertujuan untuk mengajarkan disiplin ibadah. Di mana larangan ini menjadi bagian dari adab dan persiapan spiritual menjelang pelaksanaan ibadah kurban. (Umi)