Latar Belakang dan Biografi Sultan Hasanudin, Si Ayam Jantan dari Timur

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sultan Hasanudin adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sangat berjasa atas kemerdekaan bangsa. Pahlawan dengan julukan Si Ayam Jantan dari Timur ini merupakan putra pasangan Sultan Malikussaid dan I Sabbe To’mo Lakuntu. Jika Anda tertarik untuk tahu lebih dalam tentang latar belakang dan biografi Sultan Hasanudin, simak artikel ini sampai akhir, ya.
Latar Belakang dan Biografi Sultan Hasanudin
Berikut ini adalah biografi Sultan Hasanudin yang dijuluki sebagai Si Ayam Jantan dari Timur mengutip dari buku Cerita Kepahlawanan Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan) karya P.A Wibowo (2020:30).
Nama: Sultan Hasanuddin
Lahir: Makassar, 12 Januari 1631
Wafat: Makassar, 12 Juni 1670
Ibu: I Sabbe To’mo Lakuntu
Ayah: Sultan Malikussaid
Pasangan: I Bate Daeng Tommi (m. 1654), I Mami Daeng Sangnging (m. 1645), I Daeng Talele
Anak: Karaeng Galesong, Sultan Amir Hamzah, Sultan Muhammad Ali
Sejak kecil, Sultan Hasanudin dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Selain itu, ia juga sangat cerdas dan rajin dalam hal belajar sehingga terlihat menonjol dibandingkan dengan saudaranya yang lain. Menariknya lagi, Sultan Hasanudin juga dikenal sebagai pribadi yang pandai bergaul dengan orang-orang di istana dan masyarakat luas.
Selama kepemimpinan ayahnya, Sultan Hasanudin kerap diajak untuk menghadiri perundingan penting dengan tujuan agar ia bisa belajar tentang ilmu pemerintahan, diplomasi, serta strategi perang. Setelah pandai dengan ketiga hal itu, Hasanudin juga pernah diutus beberapa kali untuk mewakili sang ayah mengunjungi kerajaan nusantara.
Kemudian Sultan Hasanudin juga pernah memerintah kerajaan ketika Belanda hendak menguasai rempah-rempah dan memonopoli hasil perdagangan di wilayah timur Indonesia. Tentu keinginan Belanda dalam memonopoli perdaganga melalui VOC ditolak keras oleh Sultan Hasanudin. Ia masih tetap pada pendirian bahwa Tuhan menciptakan bumi dan lautan untuk dimiliki dan digunakan bersama-sama.
Pertentangan inilah yang membuat Belanda lewat VOC berusaha untuk menghancurkan Kerajaan Gowa. Pada tahun 1966, Belanda di bawah kepemimpinan Laksamana Cornelis Speelman berusaha menguasai kerajaan kecil di Timur Indonesia tetapi digagalkan oleh Sultan Hasanudin. (Anne)
