Latar Belakang dan Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada setiap tanggal 5 Juni, seluruh dunia akan merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Adapun sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia sudah dimulai sejak tahun 1974. Lingkungan hidup memang menjadi isu yang sangat penting dan sudah menjadi perhatian sejak lama. Sebab, kini semakin banyak aktivitas penebangan pohon yang memicu sejumlah potensi kerusakan alam yang dapat merusak ekosistem.
Latar Belakang dan Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Menurut buku Ketahanan Dasar Lingkungan: Basic Environment karya Ahmad Husain dan Andi Burchanuddin (2019:12), sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Banga (PBB) untuk menyoroti isu perlindungan dan kesehatan lingkungan yang menjadi masalah utama. Hal ini karena kerusakan lingkungan dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi di seluruh dunia.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1972 pada konferensi besar pertama yang membahas tentang isu-isu lingkungan hidup atau yang dikenal dengan Konferensi Lingkungan Manusia atau Konferensi Stockholm yang digelar pada 5-16 Juni 1972.
Selanjutnya pada tanggal 15 Desember 1972, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi A/RES/2994 (XXVII) sekaligus menetapkan tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Resolusi tersebut juga meminta kepada negara-negara serta organisasi yang ada di bawah PBB untuk memperingatinya setiap tahun. Selain itu, PBB juga menegaskan kembali kepedulian mereka terhadap pelestarian dan peningkatan lingkungan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.
Tidak hanya itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga sebagai penanda peluncuran resmi Dekade Restorasi Ekosistem PBB 2021-2030. Dekade PBB tersebut ditujukan untuk membantu memulihkan ekosistem yang telah terdegradasi dan hancur guna memerangi krisis iklim, mencegah hilangnya satu juta spesies, serta meningkatkan ketahanan pangan, pasokan air, dan mata pencaharian.
Adapun latar belakang beberapa kesepakatan yang muncul pada Konferensi PBB adalah sebagai berikut.
Deklarasi Stockholme, dimana dalam deklarasi tersebut berisi prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam mengelola lingkungan hidup di masa depan melalui penerapan hukum lingkungan internasional.
Rencana Aksi, yang mencakup perencanaan dalam hal pemukiman, pengelolaan sumberdaya alam, pengendalian pencemaran lingkungan, pendidikan serta informasi mengenai lingkungan hidup.
Segi Kelembagaan, dibentuknya United Nations Environment Program (UNEP) yaitu badan PBB yang menangani program lingkungan dan berpusat di Nairobi, Kenya, Afrika.
(Anne)
