Konten dari Pengguna

Lawan Kata Canggih dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lawan Kata Canggih   Sumber Unsplash/Ady TeenagerInRO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lawan Kata Canggih Sumber Unsplash/Ady TeenagerInRO

Canggih termasuk dalam adjektiva (kata sifat) yang memiliki bentuk bahasa. Bentuk antonim atau lawan kata canggih dipelajari dalam ilmu Bahasa Indonesia di sekolah.

Mempelajari bentuk bahasa berantonim akan memudahkan dalam melalui tes antonim pada seleksi penerimaan mahasiswa dan karyawan.

Lawan Kata Canggih dan Contoh Kalimatnya

Ilustrasi Lawan Kata Canggih Sumber Unsplash/Sean Lim

Selama ini terdapat anggapan bahwa lawan kata canggih adalah kata yang berlawanan dengan canggih. Namun, sesungguhnya yang berlawanan adalah arti canggih itu sendiri.

Arti canggih yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antara lain sebagai berikut:

  1. Banyak cakap, bawel, atau cerewet.

  2. Suka mengganggu (ribut).

  3. Tidak dalam keadaan yang wajar, murni, atau asli.

  4. Kehilangan kesederhanaan yang asli (seperti sangat rumit, ruwet, atau terkembang).

  5. Banyak mengetahui atau berpengalaman (dalam hal-hal duniawi).

  6. Bergaya intelektual.

Berdasarkan arti kata tersebut, maka lawan kata canggih dan contoh kalimatnya adalah sebagai berikut.

  1. Kuno. Contoh kalimat: Sebelum peralatan canggih ditemukan, manusia menggunakan barang kuno ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

  2. Tradisional. Contoh kalimat: Berbeda dengan kecanggihan manusia modern, masyarakat di desa terpencil masih menggunakan cara tradisional dalam kehidupannya sehari-hari.

Sama halnya dengan tes sinonim, tes lawan kata atau antonim juga bertujuan mengukur keluasan pengetahuan dan wawasan seseorang. Selain itu, tes ini juga ditujukan untuk melihat kebenaran secara terbalik.

Agar dapat mengerjakan tes antonim, peserta harus mengetahui makna atau arti setiap kata atau suku kata soal maupun pilihan jawabannya.

Bedanya, jika pada tes sinonim yang dicari adalah kata yang bermakna sama, pada tes antonim kebalikannya. Tes antonim juga ditujukan untuk mengetahui kemampuan verbal seseorang.

Sebab, kemampuan verbal seseorang menjadi salah satu indikator tingkat inteligensi seseorang. Pada tes antonim, peserta dituntut menguasai perbendaharaan kata dengan sebaik mungkin.

Tes antonim adalah tes untuk menemukan kata yang paling bertentangan atau bertolak belakang dengan kata yang diberikan dalam soal.

Berdasarkan buku Kitab Komplet Tes Masuk Kerja, Adel Faradilla, Saras A.G. (2018:78), berikut adalah solusi cerdas terkait tes antonim.

  1. Cermatilah kata dan makna pertanyaan, dan pahamilah setiap makna pada pilihan jawaban. Umumnya, kata-kata tersebut memiliki makna yang hampir sama sebagai pengecoh.

  2. Untuk antonim dari kata serapan, kebanyakan memiliki pelafalan yang hampir sama.

  3. Banyaklah membaca, cermat, dan teliti agar sukses dalam mengerjakan tes antonim.

Baca juga: Lawan Kata Menyimpang dalam Tesaurus Bahasa Indonesia.

Lawan kata canggih adalah kuno dan tradisional. Mempelajari lawan kata tidak hanya membantu dalam penulisan, namun juga saat mengikuti tes antonim.(DK)