Konten dari Pengguna

Lawan Qiyamuhu Binafsihi adalah Qiyamuhu Bighairih, Ini Artinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Qiyamuhu binafsihi, sumber gambar: https://www.unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Qiyamuhu binafsihi, sumber gambar: https://www.unsplash.com/

Allah SWT merupakan Tuhan Alam Semesta yang memiliki sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh setiap makhluk-Nya. Hal tersebut menandakan bahwa Allah SWT berbeda dari makhluk-Nya dan tidak dapat disamakan dalam wujud apapun. Salah satu sifat wajib bagi Allah SWT adalah qiyamuhu binafsihi. Sedangkan lawan qiyamuhu binafsihi adalah qiyamuhu bighairih.

Qiyamuhu binafsihi adalah sifat wajib Allah SWT yang artinya tidak bergantung pada makhluk lain. Lawan qiyamuhu binafsihi adalah qiyamuhu bighairih yang artinya membutuhkan bantuan dari makhluk lain.

Dikutip dari buku Asmaul Husna & 20 Sifat Allah oleh Rahadian (2004), sifat wajib bagi Allah merupakan sifat yang harus ada pada Allah. Sedangkan sifat mustahil bagi Allah merupakan sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT.

Sifat-sifat tersebut merupakan bentuk kesempurnaan dan tidak ada satu pun makhluk yang dapat menyamai atau menyerupai-Nya. Sifat Allah SWT tidak dapat dilihat melalui panca indera, namun hanya dapat diimani dalam hati dan sikap.

Arti Lawan Qiyamuhu Binafsihi

ilustrasi Qiyamuhu binafsihi, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Qiyamuhu binafsihi mengandung makna bahwa Allah tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan apa saja. Hal ini karena Allah merupakan Dzat yang kekal, kuat dan mampu berdiri sendiri. Apabila Allah SWT memerlukan bantuan orang lain, maka itu termasuk sifat qiyamuhu bighairih. Adapun sifat qiyamuhu bighairih menunjukkan bahwa Allah lemah dan tidak sempurna. Oleh karena itu, qiyamuhu bighairih tergolong sebagai sifat mustahil bagi Allah SWT.

Lawan qiyamuhu binafsihi lawannya mengisyaratkan bahwa keagungan Allah tidak bergantung kepada siapapun. Meskipun seluruh makhluk yang ada di bumi ini tidak mengabdi kepada Allah SWT, maka tidak berkurang sedikit pun kekuasaan yang dimiliki-Nya.

Penjelasan mengenai lawan qiyamuhu binafsihi dijelaskan dalam Alquran:

“Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS. Al-Ankabut ayat 6).

Sifat wajib dan mustahil bagi Allah SWT adalah bukti keagungan yang dimiliki oleh Allah SWT. Meskipun tidak dapat dilihat melalui panca indera, kita wajib mengimani sifat-sifat tersebut sebagai bagian dari rukun iman.

(DLA)