Letak Astronomis Indonesia dan Dampaknya dalam Kehidupan Sehari-hari

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Letak astronomis suatu daerah memberikan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari. Hal ini juga berlaku untuk Indonesia. Sehingga timbul pertanyaan tentang sebutkan letak astronomis Indonesia.
Terlebih pertanyaan ini kerap kali keluar sebagai soal ujian. Terlebih dengan mengetahui letak astronomis dapat mengetahui kondisi alam di Indonesia.
Letak Astronomis Indonesia
Dikutip dari buku Sejarah Indonesia dan Dunia, Vedra Octa Samira (2022), jawaban dari pertanyaan sebutkan letak astronomis Indonesia dipengaruhi oleh garis khayal bumi dengan nama garis lintang dan garis bujur.
Garis lintang sendiri merupakan garis imajiner yang membentang secara horizontal melingkari bumi. Di sisi lain, garis bujur adalah garis imajiner yang membentang secara vertikal melingkari bumi.
Garis lintang terbagi menjadi dua, yakni garis Lintang Utara (LU) dan garis Lintang Selatan (LS). Sementara garis bujur juga terbagi dua, yaitu garis Bujur Barat (BB) dan garis Bujur Timur (BT).
Adapun letak astronomis Indonesia adalah 6° LU sampai 11° LS dan 95° BT sampai 141° BT.
Dampak Letak Astronomis Indonesia dalam Kehidupan Sehari-hari
Adanya garis yang digunakan untuk menentukan letak astronomis Indonesia memberikan dampak yang besar dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:
1. Iklim
Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa yang dilewati Matahari. Selain itu, letak astronomis yang berada di antara 6° LU sampai 11° LS membuat iklim di Indonesia adalah tropis. Sebab, iklim tropis terletak di antara 23,5 derajat LU dan 23,5 derajat LS.
Iklim tropis hanya terdiri dari dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan yang bergantian selama satu tahun.
2. Hutan Hujan Tropis
Iklim tropis menghasilkan sebuah kenampakan alam berupa hutan hujan tropis.
Hutan hujan tropis di Indonesia memiliki luas sekitar 109 juta hektare yang menempati posisi ketiga setelah Brazil dan Kongo. Hutan ini sering disebut sebagai paru-paru dunia karena menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar.
Selain itu, hutan hujan tropis menyimpan beraneka ragam flora dan fauna. Bahkan beberapa flora dan fauna hanya bisa ditemukan di hutan hujan tropis di Indonesia.
3. Zona Waktu
Berbeda dengan iklim, zona waktu didasarkan dengan posisi astronomis berdasarkan garis bujur. Indonesia sendiri berada di 95° BT sampai 141° BT. Perlu diketahui, setiap 15° ditambah satu jam. Sebab, satu hari di bumi terdapat 24 jam yang terdiri dari 360°.
Dengan demikian, Indonesia terbagi menjadi tiga zona waktu, yakni:
Waktu Indonesia Barat (WIB): GMT +7
Waktu Indonesia Tengah (WITA): GMT +8
Waktu Indonesia Timur (WIT): GMT +9
Apabila di Jakarta yang berada di daerah WIB pukul 8.00, maka IKN yang berada di WITA pukul 9.00, dan Jayapura berada di WIT pukul 10.00.
Baca Juga: Salah Satu Dampak dari Letak Geografis Indonesia sebagai Negara Kepulauan
Sekarang sudah memahami jawaban dari pertanyaan sebutkan letak astronomis Indonesia dan dampak yang diberikan, bukan? Semoga informasi di atas menambah wawasan tentang posisi Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujur. (MZM)
