Letak Perbedaan antara Konsep Sinkronis dengan Diakronik Di Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan antara konsep sinkronis dengan diakronik terletak pada cakupan waktu dan ruangnya. Seperti yang diketahui, sinkronis dan diakronis merupakan istilah yang sering dijumpai jika kita belajar tentang ilmu sejarah. Sinkronis dan diakronis merupakan konsep yang sering dihubungkan dengan metode berpikir dalam sejarah. Kedua konsep tersebut adalah sudut pandang yang perlu diterapkan saat melakukan penelitian sejarah. Secara umum, konsep sinkronis adalah memahami kehidupan sosial masyarakat berdasarkan dimensi ruang.
Konsep ini mencoba mengejawantahkan kehidupan masyarakat dari segi sosial secara detail berdasarkan sejumlah aspek. Sedangkan konsep diakronis artinya memahami kehidupan sosial masyarakat berdasarkan dimensi waktu. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai sesuatu yang berproses secara terus menerus secara berkesinambungan. Adapun penjelasan lengkap mengenai kedua konsep tersebut akan dibahas di artikel ini.
Baca juga : (4 Cara Berpikir Sejarah dan Penjelasannya)
Ciri-ciri Cara Berpikir Sinkronis dalam Sejarah
Mengutip buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas 10 oleh Windriati (2021), cara berpikir sinkronis artinya ilmu sosial meluas dalam ruang dan terbatas pada waktu. Adapun ciri-cirinya yakni sebagai berikut:
● Meneliti peristiwa sejarah yang berlangsung pada masa tertentu.
● Berfokus pada kajian peristiwa, terutama gejala, pola-pola,, dan karakter.
● Bersifat horizontal.
● Tidak mempunyai konsep perbandingan.
● Jangkauan kajiannya lebih sempit, namun sangat sistematis.
● Kajian cenderung bersifat serius dan mendalam.
Ciri-ciri Cara Berpikir Diakronis
Berikut adalah ciri-ciri konsep diakronis dalam ilmu sejarah:
● Materi bersifat vertikal dan sistematis.
● Berfokus pada proses durasi atau waktu.
● Cakupan kajian lebih luas.
● Menguraikan kisah pada satu peristiwa.
● Terdapat konsep perbandingan
● Mengkaji korelasi antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain.
Perbedaan Cara Berpikir Sinkronis dan Diakronis
Inilah perbedaan cara berpikir sinkronis dan diakronis:
• Konsep sinkronis meluas dalam ruang, namun terbatas dalam waktu. Sedangkan konsep diakronis memanjang dalam waktu, namun terbatas dalam ruang.
• Konsep diakronis lebih berfokus pada aspek waktu, sedangkan konsep sinkronis tidak terlalu fokus pada waktu.
• Konsep diakronis membantu untuk berpikir secara kronologis, sedangkan konsep sinkronis tidak terlalu fokus pada kronologis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam konsep diakronis, hal penting yang harus diperhatikan adalah waktu peristiwa terjadi. Sedangkan pada konsep sinkronis lebih berfokus pada ruang. (DLA)
