Konten dari Pengguna

Lima Bentuk Khusus Konflik menurut Soerjono Soekanto dan Faktor Penyebabnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tuliskan Lima Bentuk Khusus Konflik menurut Soerjono Soekanto. Sumber: Pexels/Alex Green
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tuliskan Lima Bentuk Khusus Konflik menurut Soerjono Soekanto. Sumber: Pexels/Alex Green

Konflik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Konflik memiliki berbagai macam bentuk. Tuliskan lima bentuk khusus konflik menurut Soerjono Soekanto!

Bentuk konflik menurut Soerjono Soekanto salah satunya adalah pertentangan pribadi. Seluruh bentuk konflik dapat terjadi karena faktor-faktor tertentu. Misalnya karena adanya perbedaan interaksi yang akhirnya menimbulkan pertentangan.

Jawaban Tuliskan Lima Bentuk Khusus Konflik menurut Soerjono Soekanto

Ilustrasi Tuliskan Lima Bentuk Khusus Konflik menurut Soerjono Soekanto. Sumber: Pexels/Alex Green

Dilihat secara etimologis, konflik berasal dari bahasa Latin con dan figere. Con artinya adalah bersama. Sedangkan figere berarti memukul.

Dikutip dari buku Kepemimpinan dan manajemen Konflik: Strategi Mengelola Konflik dalam Inovasi Organisasi dan Pendidikan di Madrasah/Sekolah yang Unggul, Zazin (2010), konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan-pertentangan pendapat antara orang-orang, kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi (Winardi, 1994:1).

Biasanya konflik dapat terjadi karena adanya perbedaan pada kehidupan. Perbedaan tersebut dapat memuncak menjadi konflik sosial saat sistem sosial tidak dapat mengakomodasi perbedaan.

Meskipun biasanya menimbulkan dampak negatif, ternyata konflik juga dapat membawa sejumlah dampak positif. Misalnya adalah meningkatkan solidaritas hingga menciptakan norma baru di masyarakat.

Lalu apa jawaban untuk soal “tuliskan lima bentuk khusus konflik menurut Soerjono Soekanto!”? Berikut bentuk konfliknya.

1. Konflik atau Pertentangan Pribadi

Konflik pribadi umumnya disebabkan oleh perbedaan cara pandang antara individu. Biasanya konflik pribadi terjadi pada dunia kerja, keluarga, dan juga pertentangan. Contoh dari konflik pribadi adalah argumentasi mengenai hak waris.

2. Konflik atau Pertentangan Rasial

Seperti namanya, konflik rasial terjadi antara dua atau lebih ras yang berbeda. Ras-ras tersebut merasa lebih unggul dan akhirnya mengutamakan kepentingan kelompoknya. Konflik rasial yang pernah terjadi contohnya adalah konflik antara kulit putih dan kulit hitam di Amerika.

3. Konflik atau Pertentangan Antara Kelas Sosial

Konflik antara kelas sosial disebut juga sebagai konflik vertikal. Konflik ini timbul akibat dari perbedaan kepentingan antara kelas-kelas di lingkungan masyarakat.

4. Konflik atau Pertentangan Politik

Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan pandangan politik. Salah satu konflik politik yang pernah terjadi di Indonesia contohnya adalah G30S/PKI dan DI/TII.

5. Konflik atau Pertentangan yang Bersifat Internasional

Konflik internasional melibatkan berbagai negara. Hal itu karena setiap negara memiliki kepentingannya masing-masing. Contoh konflik internasional adalah negara-negara yang melakukan peperangan.

Faktor Penyebab Konflik

Ilustrasi Tuliskan Lima Bentuk Khusus Konflik menurut Soerjono Soekanto. Sumber: Pexels/Keira Burton

Konflik dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apa saja faktornya?

  • Perbedaan antara individu maupun kelompok

  • Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok

  • Perbedaan latar belakang kebudayaan

  • Adanya perubahan nilai yang ekspres serta mendadak di masyarakat

Baca juga: Penyebab Konflik Sampit dan Upaya Penyelesaiannya

Tuliskan lima bentuk khusus konflik menurut Soerjono Soekanto! Bentuk konfliknya adalah konflik pribadi, konflik rasial, konflik antar kelas sosial, konflik politik, dan konflik internasional. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan. (FAR)