Konten dari Pengguna

Limbah Organik: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengolahnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kulit Buah dan Sayur adalah Ciri dari limbah Organik (Foto: Bethany Szentesi | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kulit Buah dan Sayur adalah Ciri dari limbah Organik (Foto: Bethany Szentesi | Unsplash.com)

Sampah atau limbah seringkali dianggap sebagai hal kotor yang bisa dibuang begitu saja. Padahal, limbah dapat dibedakan menjadi limbah organik dan anorganik. Kulit buah dan sayur adalah ciri dari limbah organik. Mengapa limbah dibedakan?

Kalian pasti sering melihat tempat sampah dengan tulisan organik dan anorganik kan? Kalian juga harus bisa membedakan mana yang termasuk organik dan anorganik agar tidak salah membuang sampah. Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Mengapa Limbah Lunak Organik disebut Juga dengan Limbah Basah?

Pengertian Limbah

Ilustrasi Pengertian Limbah (Foto: Joshua Hoehne | Unsplash.com)

Dilansir dari kbbi.kemdikbud.go.id, limbah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian. Arti kata sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas

Sedangkan dikutip dari Cara Bijak Mengolah Sampah Menjadi Kompos dan Pupuk Cair oleh Suryati (2014), sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

Berdasarkan bentuknya, limbah dibagi menjadi limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah jenis limbah yang berupa limbah padat yang mudah terurai secara alami. Contohnya adalah kulit buah, sayur, sisa makanan, dan sisa organisme.

Kebalikan dari limbah organik, limbah anorganik adalah limbah padat yang tidak dapat terurai oleh proses alam. Contohnya adalah logam, plastik, kaca, dan styrofoam.

Ciri Limbah Organik

Untuk bisa membedakan mana limbah organik dan mana limbah anorganik, kalian bisa menyimak ciri-ciri limbah organik berikut:

  • Biasanya limbah organik memiliki kadar air yang banyak. Air dalam limbah organik ini perlahan menguap hingga akhirnya kering.

  • Limbah organik adalah limbah yang berasal dari bahan alami.

  • Limbah organik biasanya cepat membusuk. Ini ciri yang paling mudah untuk membedakan limbah organik dengan limbah anorganik.

  • Jika limbah organik dikubur di dalam tanah, maka mikroba akan menghancurkan atau mengurai limbah dan tanah tidak akan tercemar.

Cara Mengolah Limbah Organik

Meskipun namanya limbah, namun limbah organik masih bisa dimanfaatkan jika diolah dengan benar. Salah satu cara pengolahannya adalah dengan membuat limbah organik menjadi pupuk kompos. Bagaimana caranya?

  • Pertama, siapkan bahan seperti limbah organik (sisa sayur atau buah dan sisa makanan), wadah berukuran besar dengan tutup, sarung tangan, tanah, air, arang sekam, kapur pertanian, dan cairan pupuk EM4.

  • Lalu masukkan tanah dan limbah organik yang sudah dicampur dengan arang sekam (bisa tidak dicampur).

  • Kemudian siram permukaan tanah dengan air secukupnya dan tuangkan kapur pertanian.

  • Pastikan ketebalan antara sampah dengan tanah seimbang. Tuang air yang sudah dicampur dengan EM4 dan terakhir tutup permukaan dengan tanah dan dengan tutup wadah tersebut.

  • Pastikan juga wadahnya sudah tertutup dengan rapat dan diamkan selama kurang lebih 21 hari. Simpan wadah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Itulah pengertian dan ciri limbah organik. Limbah dibagi menjadi organik dan anorganik. Kita harus bisa membedakan dan juga mengolah limbah tersebut. (KRIS)