Lirik Lagu Halo Halo Bandung Ciptaan Ismail Marzuki

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau bicara tentang lagu perjuangan, lirik lagu Halo Halo Bandung pasti jadi salah satu yang langsung teringat. Lagu ciptaan Ismail Marzuki ini punya tempat istimewa dalam sejarah Indonesia.
Nada lagu ini sederhana. Liriknya juga mudah dihafal. Lagu ini lahir dari peristiwa penting yang terjadi di Bandung, dan sampai sekarang masih sering dinyanyikan di sekolah maupun upacara.
Lirik Lagu Halo Halo Bandung yang Membakar Semangat Perjuangan
Lirik lagu Halo Halo Bandung sederhana namun sarat makna, mampu membangkitkan semangat siapa pun yang mendengarnya. Dengan memperhatikan tiap baitnya, pesan perjuangan yang terkandung di dalam lagu ini menjadi lebih jelas.
Berikut adalah lirik Halo Halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki selengkapnya, dikutip dari buku Kreatif Tematik Tema 5 Pahlawanku IV untuk SD/MI, Tim Tunas Karya Guru, (2019: 80).
Halo Halo Bandung
Halo halo Bandung, ibu kota Periangan
Halo halo Bandung, kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari, Bung, rebut kembali!
Ismail Marzuki awalnya menulis lagu ini dalam suasana kerinduan akan kenangan Bandung. Diketahui, Ismail Marzuki sempat menetap di Kota Kembang bersama istrinya, Eulis Zuraidah. Saat itu, Bandung masih memberi banyak kenangan manis bagi mereka berdua.
Namun suasana berubah drastis ketika Inggris mengeluarkan ultimatum. Para pejuang Indonesia diminta meninggalkan Bandung secepatnya. Sebelum hengkang, warga Bandung membakar rumah dan gedung di bagian selatan kota pada 24 Maret 1946. Aksi inilah yang kemudian dikenal luas sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.
Dari peristiwa besar itu, lirik lagu Halo Halo Bandung pun diubah pada dua baris terakhir. Tidak lagi sekadar bernuansa rindu, lagu ini menjadi penuh kobaran semangat.
Baca juga: Lirik Lagu Gugur Bunga Ciptaan Ismail Marzuki beserta Maknanya
Dengan lagu ini, rakyat Indonesia senantiasa ingat akan semangat para pejuang untuk melawan penjajahan dan mencintai tanah kelahiran. (CR)
