Luluh Lantak termasuk Majas Apa dalam Bahasa Indonesia? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Luluh lantak termasuk majas dalam bahasa Indonesia. Pengguna bahasa Indonesia biasanya menggunakan frasa ‘luluh lantak’ untuk menggambarkan kondisi yang sangat hancur.
Kehancuran tersebut tidak terbatas pada benda atau objek tertentu. Luluh lantak dapat digunakan untuk menggambarkan kehancuran fisik, bahkan kehancuran yang mengarah pada unsur batin.
Luluh Lantak termasuk Majas Apa dalam Bahasa Indonesia?
Luluh lantak merupakan frasa bahasa Indonesia yang kerap hadir dalam sejumlah lirik lagu, puisi, bahkan narasi berita. Frasa tersebut memiliki makna sebagai hancur sama sekali yang berarti bahwa kondisi objek sangat hancur dan tampak kacau.
Selain termasuk frasa dalam bahasa Indonesia, luluh lantak termasuk majas hiperbola. Majas tersebut sering muncul untuk membentuk kesan yang berlebihan.
Dikutip dari buku berjudul Buku Pintar Peribahasa Indonesia, Sulistyo dan Endry (2007: 361), majas hiperbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pengertiannya.
Contoh Kalimat Hiperbola dengan Frasa ‘Luluh Lantak’
Frasa ‘luluh lantak’ dapat menggambarkan berbagai macam kehancuran, baik kehancuran secara fisik maupun kehancuran secara batin. Berikut adalah ragam contoh kalimat hiperbola ‘luluh lantak’ beserta artinya.
1. Contoh Pertama – Kondisi Hancur Berantakan
Keponakan-keponakan Sukma sangat aktif. Mereka berjalan ke sana ke mari dan meluluhlantakkan kamar kamar Sukma yang semula tertata rapi.
Kalimat di atas menggambarkan bahwa keponakan Sukma sangat aktif dan bergerak tanpa batas. Hal itu membuat kamar yang semula tertata rapi menjadi hancur berantakan.
2. Contoh Kedua – Kondisi Rusak dan Sangat Hancur
Ledakan bom di gedung tersebut membuat bangunan yang kokoh menjadi luluh lantak.
Kalimat di atas menggambarkan bahwa ledakan bom terjadi sangat dahsyat. Ledakan tersebut membuat bangunan yang kokoh menjadi sangat hancur.
3. Contoh Kedua – Perasaan yang Tidak Karuan
Perasaaan Andi menjadi luluh lantak ketika Rima memutuskan hubungan secara sepihak.
Kalimat di atas menggambarkan bahwa perasaan Andi hancur berantakan ketika Rima memutuskan hubungan secara sepihak.
Baca juga: Majas Gunung, Berlian, Singa, Perahu, dan Penjelasannya beserta Majas Lainnya
Jadi, jelas bahwa luluh lantak termasuk majas hiperbola. Layaknya majas hiperbola, frasa ‘luluh lantak’ menggambarkan kondisi secara berlebihan dari kenyataan yang terjadi. (AA)
