Majas Paradoks: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Kalimatnya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, majas paradoks adalah salah satu majas yang banyak ditemukan dalam cerpen ataupun novel. Majas ini memiliki karakteristik khusus dan digunakan untuk menyatakan momen-momen tertentu.
Ketika membuat suatu karangan, tidak lengkap rasanya jika tidak menyertakan majas. Pasalnya, unsur yang satu ini dapat menambah unsur dramatis dalam suatu karya sastra.
Agar dapat menggunakan majas paradoks di momen yang tepat, sebaiknya ketahui penjelasan mengenai pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimatnya di bawah ini.
Pengertian Majas Paradoks
Dikutip dari buku Top No. 1 SKL UN SMA IPA 2017 oleh Tim Guru Indonesia (2016), majas paradoks adalah majas yang mengutarakan opini yang sifatnya bertentangan.
Paradoks juga dapat dimaknai sebagai pernyataan yang seakan berlawanan dengan kebenaran atau pendapat umum, tetaoi faktanya mengandung kebenaran.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa majas paradoks adalah majas yang memuat pertentangan dengan apa yang terjadi seharusnya. Selain majas paradoks, majas pertentangan lainnya yaitu majas hiperbola, sinisme, ironi, dan litotes.
Ciri-Ciri Majas Paradoks
Setiap jenis majas mempunyai ciri khusus, begitu pula dengan majas paradoks. Adapun ciri-ciri majas paradoks yakni sebagai berikut.
Terdapat dua maksud yang bertentangan di dalam satu kalimat.
Meskipun terdapat dua maksud yang bertentangan, namun faktanya sama-sama benar.
Dimaksudkan untuk memperingatkan lawan bicaranya tanpa menunjukkan kesan kurang sopan.
Dalam cerpen atau novel, dipakai untuk menunjukkan kesan dramatis bagi para pembacanya.
Gaya bahasa majas paradoks umumnya dipakai di media cetak seperti koran, majalah, dan tabloid.
Contoh Majas Paradoks
Agar semakin paham dengan maksud majas paradoks, sebaiknya simak contoh di bawah ini.
1. Paradoks Pembohong (Liar Paradox)
Paradoks pembohong merupakan paradoks tertua dan sangat terkenal di dunia. Paradoks ini diungkapkan oleh Epimenides yang hidup di abad ke-6 SM.
Dikutip dari Happy with Math oleh Sriyanto (2007: 50-51), berikut contoh paradoks pembohong:
"Epimenides si orang Kreta mengatakan bahwa semua orang Kreta adalah pembohong."
Rangkaian premis berikut ini akan membawa Anda pada dua kesimpulan yang bertentangan, yaitu:
Jika apa yang dikatakan Epimenides benar, ia bukan pembohong.
Jika Epimenides bukan pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar.
Jika apa yang dikatakannya tidak benar, ia pembohong.
Kesimpulan pertama:
Jadi, ia adalah pembohong dan bukan orang jujur.
Jika yang dikatakan Epimenides tidak benar, ia adalah pembohong.
Jika ia pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar.
Jika apa yang dikatakannya tidak benar, itu berarti bahwa ia adalah orang jujur.
Kesimpulan kedua:
Jadi, ia adalah orang jujur dan bukan pembohong.
Apa yang dikatakan Epimenides sebenarnya secara bersama-sama sekaligus mengandung kebohongan dan kebenaran. Jika kebohongan, berarti ia benar-benar pembohong, dan jika kebenaran, ia adalah seorang yang jujur.
Paradoks ini biasa digunakan dalam perdebatan untuk mematahkan argumentasi lawan dengan menempatkannya ke dalam situasi yang sulit dan serba salah.
2. Paradoks Pinocchio (Pinocchio Paradox)
Paradoks Pinocchio merupakan versi pengembangan dari paradoks pembohong. Dalam paradoks ini, baik dari segi perkataan, perbuatan, atau kedua-duanya yang mengandung dua premis tidak boleh menjadi benar jika diletakkan sekali pada waktu yang sama.
Berikut contoh paradoks Pinocchio:
"Pinocchio mengatakan bahwa hidungnya akan menjadi panjang sekarang."
Rangkaian premis berikut ini akan membawa Anda pada beberapa kesimpulan yang bertentangan, yaitu:
Jika hidung Pinocchio menjadi panjang, maka ungkapannya tadi tidak berbohong. Namun, jika dia tidak berbohong, bagaimana hidungnya bisa menjadi panjang?
Jika hidung Pinocchio tetap pendek, maka itu berarti bahwa ungkapannya tadi berbohong. Jika dia berbohong, bagaimana bisa hidungnya tetap pendek?
Dikutip dari jurnal The Pinocchio Paradox oleh Peter Eldridge-Smith, meskipun paradoks Pinocchio termasuk dalam bagian paradoks pembohong, ini adalah kasus khusus karena pernyataan bisa menjadi benar atau salah, dan seterusnya tanpa akhir.
Baca Juga: Macam-macam Majas Beserta Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya
3. Contoh Majas Paradoks Lainnya
Banyak masyarakat yang hidup miskin di negara yang kaya sumber daya alam.
Masalah ini perlu dituntaskan dengan kepala dingin agar kondisinya tidak semakin memanas.
Pak Dahlan senang jika rumahnya bersih, namun dia selalu meninggalkan sampah di sembarang tempat.
Rara sangat ketakutan ketika melawan pencuri, walaupun begitu, warga sangat menghargai keberaniannya.
Setelah menyimak penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa paradoks adalah majas pertentangan yang berlawanan dengan asumsi umum. Majas ini banyak bermunculan di novel atau karya sastra lainnya.
(DLA & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa contoh majas pertentangan?

Apa contoh majas pertentangan?
Selain majas paradoks, majas pertentangan lainnya yaitu majas hiperbola, sinisme, ironi, dan litotes.
Siapa yang mengemukakan paradoks pembohong?

Siapa yang mengemukakan paradoks pembohong?
Paradoks pembohong merupakan paradoks tertua dan sangat terkenal di dunia. Paradoks ini diungkapkan oleh Epimenides yang hidup di abad ke-6 SM.
Apa saja ciri-ciri majas paradoks?

Apa saja ciri-ciri majas paradoks?
Adapun ciri-ciri majas paradoks yakni terdapat dua maksud yang bertentangan di dalam satu kalimat dan meskipun terdapat dua maksud yang bertentangan, namun faktanya sama-sama benar.
