Konten dari Pengguna

Macam-macam Majas Beserta Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis macam-macam majas. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis macam-macam majas. Foto: Unsplash.com

Dalam produk karya sastra, majas mudah ditemui dalam buku sampai laman dunia maya. Umumnya, majas digunakan para penulis atau penyair untuk menyampaikan suatu pesan.

Majas membuat kalimat terdengar lebih indah dan dramatis. Namun, tetap tidak menghilangkan makna asli dari kalimat tersebut.

Bagi seorang sastrawan menguasai berbagai macam-macam majas membuat karya yang dihasilkan lebih imajinatif di ingatan pembacanya.

Lantas, tahukah kamu apa itu majas? Berikut pengertian majas secara umum dan juga menurut para ahli.

Apa Itu Majas?

Ilustrasi apa itu majas. Foto: Unsplash.com

Majas sering disebut sebagai gaya bahasa atau bahasa kiasan. Umumnya, majas digunakan untuk memperindah susunan kalimat sehingga menimbulkan kesan bagi pembaca atau pendengarnya.

Ada juga yang mendefinisikan majas sebagai pemanfaatan kekayaan unsur bahasa dan pemakaian ragam bahasa untuk memberikan kesan pada sebuah karya sastra. Sedangkan definisi majas dari para ahli adalah sebagai berikut:

Majas Menurut Dale dan Warriener

Menyadur dari buku Pradopo karangan Dale dan Warriener, majas merupakan bahasa kiasan yang digunakan untuk meningkatkan efek melalui perbandingan dari suatu benda dengan yang lain.

Majas Menurut Burhan Nurgiyantoro

Menurut Burhan Nurgiyantoro dalam buku Teori Sastra karangan Juwati dan Syaiful Abid, majas merupakan teknik pengungkapan bahasa yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiah kata-kata yang mendukung, melainkan pada makna yang ditambah atau makna yang tersirat.

Majas Menurut Keraf

Dikutip dari buku Menulis Ilmiah oleh Sobri, Keraf mendefinisikan majas sebagai cara seseorang mengungkapkan pikirannya lewat bahasa dengan cara yang khas.

Jadi secara sederhana, majas adalah bahasa kiasan yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat dengan tujuan memberikan kesan imajinatif tertentu untuk para pembaca dan pendengarnya.

Bagi pengguna bahasa dan juga penikmat karya, majas merupakan suatu hal yang mutlak ada dalam setiap karya. Majas juga memiliki ciri-ciri yang membedakan dari kalimat lain. Apa saja?

Ciri-ciri Majas

Ilustrasi menuliskan ciri-ciri majas. Foto: Unsplash.com

Berikut ini adalah ciri-ciri majas yang dapat ditemukan di berbagai teks Bahasa Indonesia:

  • Mampu memberikan efek kesenangan imajinatif.

  • Mampu menghasilkan imaji tambahan dalam puisi, sehingga yang terlihat abstrak dapat menjadi konkret dan lebih meningkatkan sensasi dalam membaca.

  • Menambah intensitas perasaan penyair terhadap puisinya dan menyampaikan sikap atau gagasan penyair.

Nur Indah Sholikhati dalam buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Pantun Puisi, macam-macam majas dalam bahasa Indonesia, terbagi menjadi empat jenis majas turunan. Apa saja? Simak uraian selengkapnya berikut ini.

Macam-macam Majas

Ilustrasi macam-macam majas. Foto: Pixabay.com

Berikut macam-macam majas beserta contohnya yang akan dijabarkan satu per satu.

1. Majas Perbandingan

Jenis majas yang pertama adalah majas perbandingan atau salah satu gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan suatu objek dengan objek lain guna menambah kesan bagi para pembaca dan pendengarnya.

Proses membandingkan tersebut diungkapkan dengan cara yang berbeda tergantung dari pengguna bahasanya.

Macam-macam majas perbandingan sedikitnya terdiri dari majas personifikasi, metafora, asosiasi, simbolik, dan simile. Seperti apa majas tersebut?

Majas personifikasi

Mengutip dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa dan Pembentukan Istilah yang disusun oleh TIM PIB, majas personifikasi adalah majas yang memunculkan karakteristik manusia terhadap benda mati.

Misalnya, sesuatu diibaratkan memiliki nyawa layaknya makhluk hidup. Contohnya, angin yang berbisik, ombak berlarian, dan pena yang menari-nari.

Majas metafora

Majas metafora adalah gaya bahasa yang memberikan ungkapan perbandingan analogis. Penggunaan majas ini ditandai dengan pemakaian kata yang bukan makna sebenarnya. Contohnya seperti tangan kanan, kembang desa, dan bintang kelas.

Majas asosiasi

Jenis majas ini diungkapkan untuk membandingkan dua hal yang mutlak berbeda, tapi dianggap sama. Majas asosiasi ditandai dengan kata bagai, baik seperti, seumpama, dan laksana.

Majas simile

Pengertian majas simile adalah perbandingan yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti, layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, bak, dan lain-lain. Contoh, "kau umpama air aku bagi minyaknya."

Majas simbolik

Majas yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu dengan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambangnya. Contoh, buaya darat dan jago merah.

Ilustrasi menulis macam-macam majas. Foto: Pixabay.com

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan suatu hal yang bertolak belakang dengan keadaan yang sebenarnya. Majas pertentangan terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

Majas Antitesis

Majas antitesis adalah majas yang mengggunakan dua kata yang berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan. Contohnya kata “tua atau muda”, “baik buruk”, dan “cantik atau jelek.”

Majas paradoks

Paradoks adalah jenis majas yang mengungkapkan pernyataan mengenai dua hal yang seolah bertentangan, tapi kadang dua hal tersebut merupakan pernyataan yang benar. Contohnya, tutur katanya halus, tapi menyayat hati.

Majas hiperbola

Majas ini berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya untuk memberi kesan yang mendalam atau meminta perhatian. Contohnya tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

Majas litotes

Majas ini menyatakan sesuatu secara berlawanan dengan tujuan merendahkan diri. Contohnya, kami hanya menyediakan teh dingin dan makanan kampung.

Ilustrasi macam-macam majas. Foto: Unsplash.

3. Majas Penegasan

Majas ini digunakan untuk menyatakan penegasan dalam memengaruhi pendengar atau pembacanya. Majas ini terdiri atas tujuh macam, antara lain:

Majas pleonasme

Majas ini menggunakan kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata. Contohnya, semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.

Majas repetisi

Majas repetisi adalah majas yang menggunakan perulangan kata sebagai penegasan. Contohnya kita harus berjuang, berjuang, dan berjuang.

Majas paralelisme

Majas paralelisme disebut juga majas perulangan yang biasanya ada dalam puisi maupun syair lagu. Contohnya, cinta adalah pengertian, cinta adalah pengorbanan, dan cinta adalah kesetiaan.

Majas tautologi

Majas ini berupa penegasan pengulangan kata yang menggunakan sinonimnya. Contohnya, kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan.

Majas klimaks

Majas ini menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat. Contohnya, Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernus, bahkan Presiden sekalipun tidak berhak mengurusi hal pribadi seseorang.

Majas antiklimaks

Majas ini menyatakan beberapa hal secara berurutan dan semakin lama semakin menurun. Contohnya, di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT ke-62 RI.

Majas retoris

Majas ini berupa kalimat tanya, tetapi tidak memerlukan jawaban. Contohnya, hati siapa yang tidak kecewa, apabila kekasihnya diambil orang.

4. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah bahasa kias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan pada pembaca atau pendengar. Majas ini terbagi menjadi:

Majas ironi

Majas ini menyatakan hal yang bertentangan untuk menyindir seseorang. Contohnya, ini baru namanya siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam.

Majas sinisme

Majas ini menyatakan sindirian secara langsung ke orang lain. Contohnya, perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.

Majas sarkasme

Majas ini berupa sindiran yang paling kasar dan biasanya diucapkan ketika seseorang sedang marah. Contohnya, dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

Contoh Majas

Ilustrasi menulis contoh majas. Foto: Pixabay.com

Berikut contoh macam-macam majas yang dirangkum dari buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi karya Ulin Nuha Masruchin dan Periodisasi Sastra dan Antologi Puisi Indonesia tulisan Taufiqur Rahman:

1. Majas Perbandingan

Majas Personifikasi

  • Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untukku, ayah.

  • Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari di atas kertas.

  • Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya pantai.

Majas Metafora

  • Pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi.

  • Winda memang kembang desa di kampung ini.

  • Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas membuat ibunya bangga.

  • Singa memang kuat, sehingga pantas kalau dijuluki raja hutan.

Majas Asosiasi

  • Wataknya keras seperti batu.

  • Pendiriannya kuat bagaikan batu karang.

  • Menggapai mimpinya itu, bagaikan punuk rindukan bulan.

  • Wajahnya kembar seperti pinang dibelah dua.

Majas simile

  • Ibarat air di daun talas.

  • Saat ia memilih untuk pergi hidupku seperti kiamat.

  • Pergi begitu saja bagai pesawat tempur.

  • Teguh pendiriannya ibarat tembok yang kokoh.

Majas simbolik

  • Rumah mewah diujung jalan ludes dilalap jago merah.

  • Sebutan buaya darat menempel pada Anda membuatnya susah mendekati hati perempuan idamannya.

  • Dia adalah orang yang panjang tangan, sejak dia tinggal di sini banyak ayam tetangga hilang.

  • Kini hidup wanita si kupu-kupu malam, merayu ke setiap orang yang datang.

Majas antitesis

  • Tua atau muda boleh ikut meramaikan gerak jalan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

  • Bagi wakil Indonesia di ajang Sea Games, menang atau kalah bukan suatu masalah karena yang utama adalah pengalaman.

  • Baik buruk seseorang itu tidak bisa kita lihat dari penampilan saja.

  • Cantik atau jelek rupa seorang wanita bisa terlihat dari cara ia menggunakan hatinya.

Majas paradoks

  • Bisa saja tempat yang berbahaya adalah tempat yang paling aman.

  • Dia hanya bisa tersenyum, meski hatinya menangis saat kehilangan sahabatnya.

  • Meski dalam keramaian kota, masih saja dirinya merasa sendiri usai kehilangan anak semata wayangnya.

  • Tanpa kehadiran buah hati jelas saja di rumah tangga akan terasa sepi meski tengah merayakan kebahagiaan dengan meriah.

Majas litotes

  • Beruntung sekali Pak Bupati sudi mampir ke gubuk saya.

  • Saya hanya orang desa, wajar bila merasa bangga bisa bersekolah di kota.

  • Hanya air yang bisa kami suguhkan ke kalian.

  • Janganlah Anda bertanya pada orang bodoh seperti kami.

Ilustrasi contoh majas. Foto: Pixabay.

2. Majas Sindiran

Majas Ironi

  • Wah, wajahmu cantik sekali. Cantik seperti bulan yang banyak lubangnya.

  • Kok wajahmu bisa glowing sekali? Saking glowing-nya sampai bisa dipakai menggoreng telur.

  • Badanmu bagus sekali sekarang. Pasti makannya sehari lima kali, ya?

  • Karena saking wanginya kamu hari ini, sampai-sampai hidungku seperti ditusuk-tusuk pakai jarum.

Majas sinisme

  • Percuma cantik, kalau di rumah sering bentak-bentak orang tua.

  • Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi ke luar negeri kalau sama orang tua saja membantah terus.

  • Kalau dari dahulu aku tahu kamu pembohong, mungkin sekarang kita sudah tidak bertemu lagi.

  • Sepertinya perempuan itu tidak punya otak. Sampai hati sekali memaki bawahan di depan banyak orang.

Majas sarkasme

  • Dasar tua-tua keladi! Tidak sadar umur, masih saja sering berbohong pada pasangannya.

  • Dasar tidak tahu malu! Sudah tertangkap basah berbuat salah, masih terus berkilah di hadapan pimpinan.

  • Kamu itu berkepala batu, ya? Sudah aku bilang jangan lagi meninggalkan dan mengabaikan tugas, tapi masih saja kamu lakukan terus-menerus.

3. Majas Penegasan

Majas retoris

  • Apalagi yang dapat kita kerjakan kecuali hanya memohon pertolongan Tuhan?

  • Berapa banyak lagi korban yang harus berjatuhan hingga perang usai?

  • Apa kamu tidak lelah bekerja seharian?

Majas pleonasme

  • Hujan turun ke bawah membasahi tanah.

  • Saya melihat dengan mata kepala sendiri.

  • Mobil itu berjalan mundur ke belakang.

Majas repetisi

  • Inilah dia pahlawan kita, jagoan kita, dan kebanggaan kita.

  • Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.

  • Hidup adalah perjuangan, hidup adalah pilihan.

Majas paralelisme

  • Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk, tetapi juga harus diberantas.

  • Senantiasa terus beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan sehat maupun sakit.

  • Kaya dan miskin itu tidak hakiki karena roda kehidupan terus berputar. Orang kadang berada di atas kadang berada di hutan.

Majas tautologi

  • Servis pemain voli itu begitu hebat, dahsyat, dan luar biasa.

  • Mengapa kamu cemas gelisah sekali?

  • Hancur-luluh seketika.

Majas klimaks

  • Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.

  • Dari masyarakat kecil, menengah, sampai atas, semua memadati taman kota untuk merayakan tahun baru.

Majas antiklimaks

  • Para bupati, para camat, dan para kepala desa berkumpul di Gedung Juang.

  • Jangankan seribu atau seratus, serupiah pun aku tidak punya.

(IPT)

Frequently Asked Question Section

Apakah pengertian dari majas?

chevron-down

Bahasa kiasan yang digunakan untuk meningkatkan efek melalui perbandingan dari suatu benda dengan yang lain.

Apa contoh contoh majas?

chevron-down

1. Majas Personifikasi: angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untukku, ayah. 2. Majas Metafora: pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi. 3. Majas Asosiasi: wataknya keras seperti batu.

Apa saja ciri ciri majas?

chevron-down

Memberikan efek kesenangan imajinatif, menghasilkan imaji tambahan dalam puisi, sehingga yang terlihat abstrak dapat menjadi konkret dan lebih meningkatkan sensasi dalam membaca, hingga menambah intensitas perasaan penyair terhadap puisinya dan menyampaikan sikap atau gagasan penyair.