Konten dari Pengguna

Makna Ajaran Paring Teken Marang Wong Kang Kalunyon Lan Wuto dalam Budaya Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makna dari salah satu ajaran untuk paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makna dari salah satu ajaran untuk paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto adalah. Sumber: pexels.com

Budaya masyarakat Jawa memang begitu kental dengan adat gotong royong dan saling membantu. Itulah mengapa, muncul banyak acara dalam budaya Jawa yang hingga kini masih lestari di masyarakat. Adapun makna dari salah satu ajaran untuk paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto adalah salah satu di antaranya.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Jawa untuk bisa memahami dan mengimplementasikan ajaran tersebut. Apalagi diketahui bahwa ajaran tersebut merupakan salah satu hal yang diajarkan oleh Sunan Drajat ketika menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

Makna dari Salah Satu Ajaran untuk Paring Teken Marang Wong Kang Kalunyon Lan Wuto dalam Budaya Jawa

Ilustrasi makna dari salah satu ajaran untuk paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto adalah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI, Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida' (2021), Sunan Drajat adalah tokoh penting dalam penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia. Khususnya di Pulau Jawa.

Sunan Drajat merupakan anggota Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di sepanjang Pantai Utara Jawa. Tidak hanya santun dalam berdakwah, Sunan Drajat juga dikenal memiliki jiwa sosial yang yinggi.

Menariknya, hingga kini masih banyak ajaran beliau yang diterapkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah ajaran paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto.

Secara umum, makna dari salah satu ajaran untuk paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto adalah memberikan pertolongan kepada orang yang sedang kesulitan.

Selain ajaran tersebut, terdapat tiga ajaran dari Sunan Drajat lainnya yang dapat diketahui, yakni sebagai berikut.

1. Menehono Mangan Maranwon Kanluwe

Ajaran ini memiliki arti memberi makan orang yang lapar. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, sehingga senantiasa berkomitmen untuk membantu manusia lainnya. Contohnya, seperti memberi makan orang yang kelaparan.

2. Menehono Marang Wong Kawudan

Ajaran ini dapat diartikan sebagai memberikan pakaian kepada orang yang tidak berpakaian. Dalam tafsir yang lebih luas, ajaran ini tidak hanya berarti memberi pakaian kepada orang telanjang, tetapi juga ajaran untuk senantiasa menjaga harga diri dan martabat.

3. Menehono Payung Manrawon Kodanan

Terakhir, ajaran ini berarti payung yang mengacungkan orang kehijanan. Adapun payung di sini bermakna sebagai alat pelindung dan hujan diartikan sebagai orang yang membutuhkan.

Jadi, memberi alat untuk melindungi bisa diartikan sebagai mendampingi mereka serta memberi nasihat agar mereka tidak berlarut dalam masalah yang sedang dihadapi.

Baca Juga: Sunan Kalijaga: Walisongo yang Terkenal Aktif Berdakwah Melalui Saluran Kesenian

Jadi, kesimpulannya adalah makna dari salah satu ajaran untuk paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto adalah memberikan pertolongan kepada orang yang sedang kesulitan. (Anne)