Makna Nama Leo XIV yang Dipilih Robert Francis Prevost Sebagai Paus Baru

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna nama Leo XIV yang dipilih oleh Paus yang baru tentu mengundang rasa penasaran banyak orang. Nama seorang Paus bukan sekadar gelar, tetapi sarat simbol dan harapan yang mencerminkan visi serta misi kepemimpinannya.
Dalam sejarah gereja Katolik, setiap nama yang diambil oleh seorang Paus memiliki makna teologis maupun historis yang mendalam. Pemilihan nama tersebut bisa jadi merupakan pesan penting yang ingin disampaikan oleh Paus baru yang sudah terpilih.
Makna Nama Leo XIV yang Dipilih oleh Paus Baru
Konklaf tahun 2025 adalah momen bersejarah bagi gereja Katolik dengan terpilihnya Kardinal Robert Francis Prevost, paus pertama asal Amerika Serikat. Proses pemilihan berlangsung selama dua hari di Kapel Sistina, Vatikan, dan diumumkan pada 8 Mei 2025 melalui asap putih yang menandakan terpilihnya paus baru.
Sebagai Paus ke-267, Kardinal Robert Francis Prevost memilih nama Leo XIV sebagai nama Pausnya. Nama yang akan digunakan selama masa kepemimpinannya sebagai pemimpin tertinggi agama Katolik.
Menurut keterangan di buku Takhta Suci Vatikan, Ignas Triyono, FX. Rudy Gunawan, (2005), pemilihan nama Leo memiliki makna simbolis yang kuat dalam sejarah Gereja Katolik. Nama Leo telah digunakan oleh 13 Paus sebelumnya, dan sangat identik dengan beberapa pemimpin Gereja Katolik yang terkenal.
Khusus untuk makna nama Leo XIV yang dipilih oleh Paus yang baru, nama tersebut mengacu pada dua Paus terdahulu yang sangat berpengaruh, yaitu:
1. Paus Leo I (440–461)
Dikenal sebagai Leo Agung, beliau memainkan peran penting dalam menegaskan otoritas Kepausan dan mempertahankan Gereja dari ancaman eksternal seperti invasi Attila the Hun.
2. Paus Leo XIII (1878–1903)
Paus Leo XIII populer karena ensiklik sosialnya Rerum Novarum. Ensiklik sosial adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Paus. Isinya membahas masalah keadilan sosial, hak-hak pekerja, dan tanggung jawab negara dan Gereja terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan memilih nama Leo XIV, Kardinal Robert Prevost sebagai Paus baru ingin menghormati warisan dua orang Paus Leo sebelumnya. Warisan kepemimpinan yang menekankan komitmen mereka terhadap ajaran sosial Gereja dan perhatian terhadap isu-isu keadilan sosial.
Baca Juga: Sejarah Hidup Paus Fransiskus: Profil dan Perjalanan Hidupnya
Kardinal Robert Prevost tampaknya ingin mengaitkan arti dan makna nama Leo XIV yang dipilihnya dengan apa yang sudah diwariskan oleh para Paus Leo sebelumnya. Pilihan nama ini mencerminkan niat untuk melanjutkan fokusnya pada berbagai masalah sosial di dunia. (DNR)
