Makna Pembagian Warna sesuai dengan Intensitas dan Kesan yang Diberikan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan warna dalam sebuah desain tentu tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Sebab, pemilihan warna yang tepat akan berpengaruh terhadap keselarasan desain. Adapun warna yang memiliki sebuah intensitas yang cukup tinggi dapat mempunyai kesan yang mencolok dan berefek tegas.
Dengan kata lain, setiap jenis dan kelompok warna, akan merepresentasikan kesan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi orang-orang untuk memahami makna representasi warna tersebut dengan baik.
Warna yang Memiliki Sebuah Intensitas yang Cukup Tinggi dapat Mempunyai Kesan Seperti Apa?
Mengutip dari buku Desain Komunikasi Visual: Teori dan Perkembangannya, I Wayan Adi Putra Yasa, Ricky Widyananda Putra, dan Haris Kurniawan (2024:25), pengertian warna berdasarkan teori Newton adalah unsur cahaya yang dipantulkan oleh sebuah benda.
Kemudian nantinya akan diinterpretasikan oleh mata berdasarkan cahaya yang mengenai benda tersebut. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), warna memiliki arti kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan benda-benda, sehingga membentuk corak warna, seperti biru dan hijau.
Warna merupakan elemen penting dalam seni dan desain serta sejajar dengan unsur-unsur visual lain, seperti bentuk, garis, tekstur, dan juga ruang. Warna sendiri dapat dilihat dari dua aspek yang berbeda, yakni secara objektif atau fisik serta secara subjektif atau psikologis.
Warna yang memiliki sebuah intensitas yang cukup tinggi dapat mempunyai kesan yang mencolok dan berefek tegas. Sebelumnya, perlu dipahami bahwa warna dengan intensitas tinggi memang cenderung lebih mudah menarik perhatian dan meninggalkan kesan yang kuat pada pengamatnya.
Berikut ini adalah penjelasan tentang makna warna yang dapat diketahui.
Warna suram, yakni warna yang memiliki intensitas yang rendah dan terkesan redup, sehingga tidak terlalu menarik perhatian.
Warna sedih, yakni warna yang dapat membangkitkan emosi, tetapi tidak terlalu berkesan dalam arti mencolok atau tegas.
Warna lembut, yakni warna yang memiliki intensitas yang rendah dan cenderung menenangkan, sehingga tidak selalu meninggalkan kesan yang kuat.
Warna menakutkan, yakni warna yang bisa saja mencolok, tetapi efek yang ditimbulkan bisa lebih kepada rasa takut atau cemas, bukan kesan tegas.
Baca Juga: Pengertian Kromatografi sebagai Metode Pemisahan Warna pada Makanan
Jadi, kesimpulannya adalah warna yang memiliki sebuah intensitas yang cukup tinggi dapat mempunyai kesan yang mencolok dan berefek tegas. Semoga bermanfaat. (Anne)
