Konten dari Pengguna

Makna Peringatan Wafat Yesus Kristus di Hari Jumat Agung

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wafat Yesus Kristus. (Foto: https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Wafat Yesus Kristus. (Foto: https://pixabay.com)

Dalam agama Kristen, peringatan wafat Yesus Kristus merupakan satu rangkaian dari kenaikan dan kebangkitanNya. Kematian Tuhan Yesus menunjukkan kemenanganNya atas iblis, kebangkitanNya menyatakan kemenangannya atas musuh, dan kenaikanNya menyatakan kemenangannya atas dunia ini.

Dikutip dari buku Allah Penyelamat: Buku Guru Pendidikan Agama Kristen Kelas 5 Sekolah Dasar yang disusun oleh Kelompok Kerja Pendidikan Agama Kristen (PKA) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) (2008: 55), peristiwa wafat Yesus Kristus diperingati sebagai Jumat Agung. Melalui peristiwa tersebut, Allah menjadi Sang Juruselamat manusia dalam diri Yesus Kristus.

Kematian Yesus menunjukkan tatanan umat Allah yang baru. Kunci bagi penataan kembali umat Allah adalah bahwa mereka “melihat” kehadiran pemerintahan Allah dalam Yesus, khususnya dalam kematianNya. Hal tersebut dapat dilihat dari ucapan seorang kepala pasukan yang menyatakan, “sungguh orang ini adalah Anak Allah” ketika Yesus mati.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai makna peringatan wafat Yesus Kristus di hari Jumat Agung.

Makna Peringatan Wafat Yesus Kristus

Wafat Yesus Kristus. (Foto: https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Satu Injil Tiga Pekabar yang ditulis oleh Drewes B. F. Drs. (1998: 152), berikut makna kematian Yesus yang dapat kita renungkan di hari Jumat Agung.

  1. Kematian Yesus Kristun bukanlah peristiwa yang tidak ada arti atau arahnya, melainkan suatu peristiwa yang dipakai Allah dalam membawa rencanaNya berkenaan dengan Israel dan umat manusia kepada titik yang menentukan.

  2. Perjanjian Allah dengan manusia diperbarui dalam kematian Yesus. Kematian ini menebus dosa banyak orang dan menunjukkan penebusan yang diadakan antara Tuhan dan manusia.

  3. Kematian Yesus dapat dikatakan bahwa dengan mati di kayu salib, Yesus menyatakan pemerintahan Allah di luar dugaan manusia dan pertimbangan kita. Sang Mesias menang dalam kematianNya.

  4. Yesus hidup sesuai dengan kehendak Allah dan Ia menderita sebagai orang yang benar. Segala rasa benci terhadap orang benar mengarahkan diri kepada Yesus, yang hidup dan mati sebagai orang benar yang sejati.

  5. Para murid terpanggil untuk mengikuti Yesus, Sang Mesias yang menderita.

Semoga kasih Kristus selalu menyertaimu! (CHL)