Konten dari Pengguna

Makna Tahun Baru Islam, Momen Tepat untuk Bermuhasabah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Tahun Baru Islam. Sumber: Unsplash/Abdullah Inam
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Tahun Baru Islam. Sumber: Unsplash/Abdullah Inam

Makna Tahun Baru Islam menunjukkan banyak pelajaran bagi umat muslim. Pelajaran tersebut bukan hanya tentang agama, melainkan tentang kehidupan di dunia, akhirat, serta tentang ilmu pengetahuan alam.

Tahun Baru Islam sebenarnya merupakan Tahun Baru Hijriah. Momen tersebut menunjukkan perbedaan pandangan sains dalam menentukan sistem penanggalan. Kalender Hijriah mengacu pada bulan, sedangkan kalender Masehi mengacu pada matahari.

Makna Tahun Baru Islam yang Menunjukkan Pelajaran Hidup

Ilustrasi Makna Tahun Baru Islam. Sumber: Unsplash/Usama Sher Khan

Tahun Baru Islam merupakan momentum bagi umat muslim untuk memahami berbagai macam pelajaran hidup. Satu di antaranya adalah memahami bahwa manusia memiliki beragam sistem penanggalan.

Kalender Hijriah merupakan penanggalan yang menjadi acuan bagi umat muslim, sedangkan kalender Masehi lebih banyak digunakan oleh masyarakat. Walaupun sama-sama terdiri dari 12 bulan, tanggal kalender Hijriah tetap berbeda dengan Masehi.

Kalender Hijriah mengacu pada revolusi bulan terhadap bumi dan matahari sehingga jumlah hari terdiri dari 29,5 hari. Selain menunjukkan pelajaran sains, makna Tahun Baru Islam juga menunjukkan tentang agama.

Tahun Baru Islam merupakan peristiwa yang menandakan hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa tahun baru tersebut juga memiliki hikmah besar bagi umat muslim.

Dikutip dari buku Mengenal Hari-Hari Besar Islam, Marfu’ah (2019: 40), peristiwa Tahun Baru Hijriah dapat merubah sejarah peradaban umat manusia dan budaya yang biadab menjadi budaya yang beradab.

Peristiwa tersebut kemudian membuat beberapa umat muslim menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momen untuk melakukan muhasabah. Walaupun begitu, muhasabah tersebut bukan kewajiban khusus di Tahun Baru Islam. Wallahu a’lam bishawab.

Tahun Baru, Momen Tepat untuk Bermuhasabah

Ilustrasi Makna Tahun Baru Islam. Sumber: Unsplash/Collab Media

Dikutip dari buku Istri Juara: Dia yang Pintar Membahagiakan dan Membawa Suami dan Anak-Anak Masuk Surga, Azizah (2021: 89), guru besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. KH. Ahmad Satori Ismail mengatakan bahwa muhasabah artinya mengevaluasi diri.

Umat muslim dapat memanfaatkan Tahun Baru Islam sebagai momen untuk bermuhasabah. Muhasabah penting untuk mengetahui hal yang sudah baik, perlu ditingkatkan, dan perlu diperbaiki dari dalam diri. Beberapa cara muhasabah, yaitu:

  • Menulis pencapaian yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir, baik tentang ibadah maupun kehidupan dunia.

  • Menulis kekurangan diri yang perlu diperbaiki.

  • Memohon ampunan serta pertolongan kepada Allah Swt. agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca juga: 4 Tradisi Unik Menyambut Peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia

Makna Tahun Baru Islam sangat luas karena mencakup kepentingan dunia dan akhirat. Umat muslim dapat terus mengusahakan segala hal yang terbaik untuk kehidupan dunia serta akhirat dengan selalu mengingat Allah Swt. Sebagai Tuhan yang Maha Esa. (AA)