Konten dari Pengguna

Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri di Kehidupan Sehari-hari

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari                   Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari Foto:Unsplash

Manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah materi Agama Islam untuk kelas 3.

Sikap syaja'ah merupakan salah satu akhlak terpuji dalam Islam. Syaja'ah termasuk dalam sikap Rasulullah Saw yang patut diteladani.

Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari adalah Dewasa saat Menghadapi Masalah

Ilustrasi Manfaat Membiasakan Sikap Syaja’ah bagi Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari Foto:Unsplash

Pemberani atau dalam bahasa Arab disebut dengan syaja'ah adalah kekuatan emosi dan keteguhan hati untuk mempertahankan kebenaran. Manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  1. Dapat bersikap dewasa dalam menghadapi persoalan.

  2. Memiliki tanggung jawab atas kehidupannya sendiri.

  3. Berani mengambil resiko.

  4. Memiliki rasa percaya diri, karena bersikap jujur dan tidak merugikan orang lain.

  5. Teguh dalam membela kebenaran dan kebajikan.

  6. Memiliki sifat kejujuran yang tinggi, sehingga terhindar dari kemunafikan.

  7. Tidak mudah menyerah dalam menghadapi ujian dan cobaan.

  8. Meningkatkan rasa solidaritas dan persatuan.

  9. Mendapatkan pahala dari Allah Swt, karena memiliki akhlak terpuji.

  10. Dijauhkan dari perbuatan dzalim yang akan merugikan orang lain.

Sifat berani termasuk dalam fadhilah akhlaqul-karimah. Syaja'ah (berani) bukanlah semata-mata berani berkelahi di medan laga, melainkan suatu sikap mental seseorang yang dapat menguasai jiwanya dan berbuat menurut semestinya.

Orang yang dapat menguasai jiwanya pada masa-masa kritis ketika bahaya di ambang pintu, itulah orang yang berani. Seperti dalam sabda Rasulullah Saw berikut ini:

"Bukanlah yang dinamakan pemberani, orang yang kuat bergulat, sesungguhnya pemberani itu ialah orang yang sanggup menguasai hawa nafsunya di kala marah"(HR. Ahmad).

Berdasarkan buku Akidah Akhlak MI Kelas III yang disusun oleh Fida' Abdilah, Yusak Burhanudin (2021:137), berikut adalah dalil sikap syaja'ah dalam Al-Quran.

Surah Ali Imran ayat 139

. منين ال عمران [۳] : ولات بِنُوْاوَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Wa la tahinu wa la tahzanu wa antumul a'launa ing kungtum mu'minin.

Artinya: "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) ber sedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman (QS. Ali 'Imran 3:139).

Baca juga: Pengertian Syajaah Lengkap dengan Contoh Sikap dan Keutamaan Meneladaninya.

Manfaat membiasakan sikap syaja’ah bagi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari adalah dapat berlaku jujur, sehingga terhindar dari perbuatan munafik dan dzalim terhadap orang lain. Para Nabi memiliki sikap syaja'ah yang patut menjadi contoh bagi umat Islam.(DK)