Marginalisasi Sosial Sebagai Eksklusi Sosial dalam Masyarakat

Konten dari Pengguna
19 September 2022 18:29
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
https://pixabay.com/users/geralt-9301/ - Dalam masyarakat, eksklusi sosial disebut juga dengan
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/users/geralt-9301/ - Dalam masyarakat, eksklusi sosial disebut juga dengan
ADVERTISEMENT
Dalam masyarakat, eksklusi sosial disebut juga dengan marginalisasi sosial. Secara singkat, eksklusi sosial atau marginalisasi sosial merupakau suatu tindakan penyingkiran atau pengucilan ke pinggiran masyarakat. Berikut penjelasan singkatnya.
ADVERTISEMENT

Dalam Masyarakat, Eksklusi Sosial Disebut Juga dengan Marginalisasi Sosial

Mengutip dari buku Modernisasi: Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara-Negara Sedang Berkembang, J.W. Schoorl, PT. Gramedia, Jakarta, 1980, dalam masyarakat, eksklusi sosial disebut juga dengan marginalisasi sosial.
Eksklusi sosial merupakan sesuatu yang mengacu pada cara-cara individu dapat terputus dari keterlibatan penuh dalam masyarakat yang lebih luas.
Eksklusi atau marginalisasi sosial bisa didefinisikan sebagai proses keterbatasan interaksi sosial atau hubungan pada seorang individu atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Hal tesebut yang akan secara otomatis menyebabkan mereka kehilangan kesempatan dan hak untuk bersosialisasi ataupun melakukan berbagai aktivitas sosial, seperti mengalami kesulitan mencari dan mendapatkan pekerjaan, tidak bisa mengisi kegiatan waktu luang, tidak berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara ketika pemilihan umum.
ADVERTISEMENT
Secara umum, kelompok orang atau individu yang sering menjadi objek dalam proses marginalisasi sosial adalah orang yang berkebutuhan khusus, individu yang terlahir dari golongan masyarakat dengan tingkat kasta yang rendah, dan lain sebagainya.
https://pixabay.com/users/fun_lucky-2181935/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/users/fun_lucky-2181935/

Sejarah Istilah Eksklusi atau Marginalisasi Sosial

Istilah eksklusi sosial atau marginalisasi sosial pertama kali dikenal pada pada tahun 1974 di Perancis, dan merupakan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan semua orang atau individu yang tidak masuk dalam sistem jaminan sosial. Seiring berjalannya waktu, pengertian tersebut mengalami perluasan, termasuk orang-orang baik individu atau kelompok yang tidak tercakup dalam kelompok sasaran kebijakan pemerintah pada umumnya, bukan hanya di wilayah Perancis.
Rene Lenoir, salah seorang dari pihak French Government mengemukakan adanya sepuluh kategori penduduk Prancis yang terekslusikan, yakni:
ADVERTISEMENT
  1. Cacat fisik mental
  2. Jompo
  3. Anak-anak korban perilaku kekerasan
  4. Penyalahguna zat-zat
  5. Kenakalan
  6. Orangtua single
  7. Orang dengan berbagai persoalan rumah tangga (multi-problem households)
  8. Kaum marjinal
  9. Orang-orang asosial,
  10. Orang-orang dengan masalah sosial lainnya

5 Hal yang Mendorong Adanya Eksklusi Sosial

Terdapat lima kekuatan yang bisa menjadi faktor pendorong terjadinya proses eksklusi sosial, yaitu:
  1. Kemiskinan dan penghasilan rendah.
  2. Tidak ada akses ke pasar kerja.
  3. Lemahnya atau tidak ada dukungan sosial dan jaringan social.
  4. Efek dari kawasan dan lingkungan sekitar (neighbourhood).
  5. Terputus dari layanan.
Seringnya, objek yang berada dalam masyarakat, eksklusi sosial disebut juga dengan marginalisasi sosial ini adalah individu atau kelompok yang menjadi korban diskriminasi. Pihak seperti ini memang seringkali merasa kurang percaya diri dan kurang bisa mengembangkan dirinya, alasannya karena semua kebebasan yang ada telah diambil secara paksa. (DNR)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·