Konten dari Pengguna

Materi Ceramah Ramadhan Singkat yang Menyentuh Hati

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ceramah. (Foto: Syauqifillah by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ceramah. (Foto: Syauqifillah by https://pixabay.com)

Setiap kehadiran bulan suci Ramadhan, umat Islam akan menyambutnya dengan khidmat. Inilah saat untuk menunaikan kewajiban, yakni melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Di bulan Ramadhan, musala dan masjid lebih ramai dikunjungi jemaah dibandingkan hari-hari biasa. Kegiatan ceramah Ramadhan umumnya sudah dijadwalkan untuk beberapa hari ke depan. Materi yang disampaikan pun sangat bervariasi, misalnya materi ceramah Ramadhan tentang membangun keluarga Islami.

Nah, artikel kali ini akan merangkum lebih lanjut contoh materi ceramah Ramadhan yang menyentuh hati tentang membangun keluarga Islami. Harapannya, contoh ceramah ini dapat menginspirasi dan menjadi referensi bagi Anda untuk membuat materi lainnya.

Contoh Materi Ceramah di Bulan Ramadhan

Ilustrasi Ceramah. (Foto: Olgaozik by https://pixabay.com)

Berikut adalah contoh materi ceramah Ramadhan tentang membangun keluarga Islami oleh Ibnu Jarir yang dikutip dari buku Islam Rahmat Bagi Alam Semesta yang ditulis oleh Tim Penceramah JIC (2005: 113):

Keluarga yang islami, sebuah kata yang indah diucapkan tapi sulit dipraktikkan. Bila kita cermati keluarga-keluarga di tengah masyarakat Islam, kita akan menemukan berbagai tipe keluarga. Di dalam agama Islam, keluarga yang harus tumbuh di tengah masyarakat muslim, mukmin, adalah tipe rumah tangga yang mencerminkan masjid dan indah.

Kalau kita di masjid, adakah yang menentang imam? Jika imamnya takbir, apakah ada makmum yang menolak bertakbir. Imam salah sedikit, diingatkan, dan imamnya juga mau diingatkan. Begitu indah. Maka, kalau iman yang mewarnai sebuah keluarga, sangat indah sekali.

Ada percekcokan sedikit, dia melakukan yang pertama, ta’aruf: mengetahui, mengenali masalahnya, lalu saling memaafkan. Jika tidak bisa diselesaikan seketika, tafahum, antara keduanya saling memahami, apa sebenarnya pangkal masalahnya. Jika pangkal masalahnya sudah ditemukan, lalu dihadapi sama-sama, diselesaikan sama-sama, tafahum.

Tentu saja kita ingin rumah tangga kita semua adalah rumah tangga masjid. Kelanjutan dari tipe masjid ini adalah mendirikan salat, kemudian menyambung tali silaturahmi dengan keluarga dan seterusnya yang disimbolkan dengan zakat, dan kemudian terakhir, ia harus memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

Islam adalah agama rahmat, semoga contoh ceramah di atas dapat menjadi tuntunan bagi kamu dan keluarga. Semoga bermanfaat! (CHL)