Konten dari Pengguna

Memahami Alasan Manusia Diciptakan dengan Derajat dan Martabat yang Tinggi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alasan manusia diciptakan dengan derajat dan martabat yang tinggi. Foto: unsplash.com/iam_aspencer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alasan manusia diciptakan dengan derajat dan martabat yang tinggi. Foto: unsplash.com/iam_aspencer

Manusia adalah makhluk ciptaan mulia dan memiliki derajat yang luhur, mempunyai budi dan kasta yang merdeka sendiri tanpa bergandung dengan orang lain. Hal inilah sebab manusia memiliki hak-hak yang sama. Hak tersebut bernama hak asasi manusia (HAM). Namun apakah Anda sudah mengetahui mengapa manusia diciptakan dengan derajat dan martabat yang tinggi?

Memahami Alasan Manusia Diciptakan dengan Derajat dan Martabat yang Tinggi

Dikutip dari buku Kewirausahaan Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses Ed.2 karya Yuyus Suryana dan Kartib Bayu (2012:87), manusia diciptakan Tuhan sebagai mahluk yang paling tinggi derajat dan martabat di antara mahluk lainnya di muka bumi ini.

Derajat merupakan tingkatan maupun kedudukan manusia sebagai makhluk tuhan yang memiliki kemapuan kondrat, hak dan kewajiban berasasi. Sedangkan martabat adalah tingkatan harkat menanusiaan dan kedudukannya yang terhormat.

Derajat dan martabat ini karena manusia selain memiliki bentuk fisik yang indah, tegak berdiri, ia dikaruniai akal, bukan sekadar otak dan moral, bukan sekadar hati.

Ilustrasi menghormati hak orang lain. Foto: unsplash.com/priscilladupreez

Dengan adanya persamaan derajat dan martabat, setiap manusia harus mengakui serta menghormati akan adanya hak asasi manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalam lingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat. Manusia dikarunian potensi berpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhluk pribadi (individu) dan sebagai makhluk masyarakat (sosial).

Hal ini sejalan dengan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sebab bangsa Indonesia menyadari bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki kedudukan, hak serta kewajiban yang sama.

Selain itu, manusia dianugerahi intelektual dan modal kemanusiaan yang tidak terbatas tergantung manusia itu sendiri yang mengembangkannya. Semakin tinggi daya akal dan daya nalar serta moral, kemanusiaannya semakin dekat kepada Yang Maha Kuasa Sang Penciptanya, sehingga manusia akan mampu meningkatkan kehidupan (sosial) maupun penghidupan (ekonomi) nya dengan mudah dari ketinggian deraiat dan martabat ini.

Walaupun memiliki derajat dan martabat yang tinggi, namun bukan berarti manusia bisa semena-mena. Namun kebalikannya, manusia selalu membutuhkan orang lain. Maka dari itu, setiap ada hak pasti ada kewajiban. Artinya manusia memiliki kewajiban yang harus dijalankan untuk bisa mendapatkan haknya.(MZM)