Konten dari Pengguna

Memahami Hikmah Pelaksaan Akikah untuk Anak dalam Agama Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kambing yang akan diakikahkan. Foto: Unsplash/Mourizal Zativa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kambing yang akan diakikahkan. Foto: Unsplash/Mourizal Zativa

Anak adalah sosok yang sangat dinanti-nantikan pasangan suami istri. Ketika hadir seorang anak, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan akikah. Namun banyak orang yang belum mengetahui hikmah pelaksanaan akikah untuk anak.

Meskipun terkesan berat untuk beberapa orang untuk mengakikahkan anaknya. Namun bagi orang tua yang mampu, terdapat banyak sekali hikmah di balik penyembelihan hewan kambing untuk anak. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Memahami Hukum Melaksanakan Akikah dan Kurban Secara Bersamaan

Memahami Hikmah Pelaksaan Akikah untuk Anak dalam Agama Islam

Ilustrasi kambing untuk akikah anak. Foto: Unsplash/Qamma Farm

Akikah berasal dari kata al-aqq yang artinya memecah atau memotong. Pengertian ini merujuk pada peristiwa memotong rambut bayi yang baru lahir. Sebab, pada saat akikah, rambut bayi yang baru lahir biasanya dicukur.

Sedangkan dikutip dari buku Ringkasan Fiqih Mazhab Syafi’i oleh Dr. Musthafa Dib Al-Bugha (2017: 57), dalam pengertian hukum Islam, akikah adalah hewan yang disembelih pada saat mencukur rambut bayi yang baru lahir. Dinamakan demikian karena hewan sembelihan akikah dipotong dan dibelah ketika bayi dicukur.

Anjuran untuk menunaikan akikah untuk anak yang baru lahir didasarkan dari hadits dari Salman bin ‘Amir al-Dhabbi:

"Aku pernah mendengar Nabi SAW. bersabda, 'Anak yang lahir menanggung akikahnya. Karena itu, alirkanlah darah (sembelihlah hewan) dan hilangkanlah penyakit."' (Al-Bukhari no. 5154)

Maksud "hilangkanlah penyakit" adalah memotong rambut bayi yang dibawa sejak lahir. Menurut satu pendapat, memotong kuncup penisnya ketika dikhitan.

Dalil lainnya tentang menyembelih akikah, memberi nama, dan mencukur rambut didasarkan pada hadits dari Sumurah:

"Rasulullah SAW bersabda, 'Anak itu tergadaikan oleh akikahnya. Ia disembelihkan akikah pada hari ketujuh kelahirannya, diberikan nama (yang baik), dan dicukur rambutnya."' (HR. Tirmidzi no. 1522, Abu Daud no. 2837, An-Nasa’i no. 4220, dan Ibnu Majah no. 3165)

Maksud kata "tergadaikan oleh akikah" adalah orangtuanya tidak mendapatkan syafaat pada hari kiamat jika ia tidak menyembelih akikah untuk anaknya. Ada juga yang berpendapat, ia harus diasuh dengan asuhan yang baik, dijaga dengan penjagaan yang sempurna, dan tergadaikan dengan menyembelih akikahnya.

Hikmah Akikah untuk Anak dalam Agama Islam

Menurut Drs. Zaki Ahmad dalam bukunya Kiat Membina Anak Sholeh (2014), terdapat beberapa manfaat dari menunaikan akikah untuk anak, di antaranya:

  • Membebaskan anak dari ketergadaian.

  • Pembelaan orang tua pada hari kemudian.

  • Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran, sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS.

  • Pembayaran utang orang tua kepada anaknya.

  • Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW.

  • Memperkuat tali silaturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

  • Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat.

Meskipun tidak banyak orang yang mengetahui hikmah dari akikah anak, namun banyak hikmah yang ada dari kegiatan tersebut. Meski demikian, akikah bukan sebuah kewajiban. Artinya, bagi orang tua yang tidak mampu mengakikahkan anaknya, maka tidak perlu memaksakan diri. Sebab, agama Islam tidak pernah memaksakan umatnya.(MZM)