Konten dari Pengguna

Memahami Kaidah Penulisan Angka dan Bilangan serta Pemakaiannya dalam Teks

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kaidah Penulisan Angka dan Bilangan serta Pemakaiannya dalam Teks. Sumber: Pexels/Lex Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kaidah Penulisan Angka dan Bilangan serta Pemakaiannya dalam Teks. Sumber: Pexels/Lex Photography

Kaidah penulisan angka dan bilangan serta pemakaiannya dalam teks merupakan pemahaman penting bagi setiap pengguna bahasa Indonesia. Pemahaman tersebut termasuk penting karena akan sangat diperlukan dalam berbagai kesempatan.

Contoh kesempatan yang membutuhkan pemahaman tentang penulisan angka dan bilangan, yaitu saat menulis kuitansi, membuat artikel ilmiah, membuat makalah, serta kegiatan kepenulisan lainnya. Oleh karena itu, setiap orang perlu memahaminya.

Kaidah Penulisan Angka dan Bilangan serta Pemakaiannya dalam Teks

Ilustrasi Kaidah Penulisan Angka dan Bilangan serta Pemakaiannya dalam Teks. Sumber: Pexels/Monstera Production

Kaidah penulisan angka dan bilangan serta pemakaiannya dalam teks bahasa Indonesia telah tercantum secara jelas dalam PUEBI. PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Dikutip dari buku Bedah Kisi-Kisi SPCP IPDN, Tim Litbang Psikologi Indonesia (2018: 126), PUEBI merupakan tata bahasa dalam bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan. Contohnya, mengatur penulisan angka dan bilangan.

Penulisan angka dan bilangan dalam PUEBI memiliki dua belas aturan. Dikutip dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, Tim Pengembang Pedoman Bahasa Indonesia (2016: 30 – 34), berikut penjelasan ringkasnya.

1. Bilangan dalam Teks

Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian, misalnya:

  • Koleksi perpustakaan itu lebih dari satu juta buku.

  • Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan.

2. Bilangan pada Kalimat

Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, misalnya:

  • Lima puluh siswa teladan mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.

  • Tiga pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta.

Jika bilangan pada awal kalimat tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimatnya diubah. Contohnya:

  • Panitia mengundang 250 orang peserta.

  • Di lemari itu tersimpan 25 naskah kuno.

3. Angka yang Menunjukkan Bilangan Besar

Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih mudah dibaca, contohnya:

  • Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah.

  • Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya 10 triliun rupiah.

4. Angka untuk Ukuran

Angka dipakai untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi, waku, serta nilai uang, misalnya:

  • 0,5 sentimeter

  • 5 kilogram

  • Rp5.000,00

5. Angka untuk Alamat

Angka dipakai untuk menomori alamat, seperti jalan, rumah, apartemen, atau kamar, misalnya:

  • Jalan Tanah Abang I No. 15

  • Hotel Mahameru, Kamar 169

6. Angka untuk Karangan atau Ayat

Angka dipakai untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci, misalnya:

  • Surah Yasin: 9

  • Markus 16: 15 – 16

7. Penulisan Bilangan dengan Huruf

Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut:

  • Bilangan utuh, contohnya dua belas (12), tiga puluh (30), dan lima ribu (5.000).

  • Bilangan pecahan, contohnya setengah (1/2), seperenam belas (1/16), atau satu persen (1%).

8. Penulisan Bilangan Tingkat

Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Abad XX

  • Abad ke-20

  • Abad kedua puluh

9. Penulisan Angka dengan Akhiran -an

Penulisan angka yang mendapat akhiran -an dilakukan dengan cara berikut, misalnya:

  • Lima lembar uang 1.000-an (lima lembar uang seribuan)

  • Tahun 1950-an (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan)

10. Penulisan Bilangan dengan Angka dan Huruf

Penulisan bilangan dengan angka dan huruf sekaligus dilakukan dalam peraturan perundang-undangan, akta, serta kuitansi, misalnya:

  • Telah diterima uang sebanyak Rp2.950.000,00 (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran satu unit televisi.

11. Penulisan Bilangan yang Dilambangkan Angka

Penulisan Bilangan yang dilambangkan dengan angka dan diikuti huruf dilakukan seperti berikut:

  • Saya melampirkan tanda terima uang sebesar Rp900.500,50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).

12. Bilangan pada Unsur Geografi

Bilangan yang digunakan sebagai unsur nama geografi ditulis dengan huruf, mislanya:

  • Keladapuda

  • Simpanglima

  • Tigaraksa

Baca juga: Kata Sandang dalam EYD Edisi V: Kaidah Penulisan Kata Si dan Sang

Demikian diketahui bahwa ada dua belas kaidah penulisan angka dan bilangan serta pemakaiannya dalam teks bahasa Indonesia. Dua belas kaidah tersebut penting untuk dipahami supaya dapat membuat tulisan yang sesuai dengan PUEBI. (AA)